ANALISIS FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KINERJA ORGANISASI RUMAH SAKIT (RS) SWASTA

Please download to get full document.

View again

of 18
79 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ISSN: Volume 6 No. Mei 205 BManagement, Accounting and Hospitality Management Binus inus usiness usiness Review Management, Accounting and Hospitality Management Binus Business Review Vol. 6 No.
Document Share
Document Transcript
ISSN: Volume 6 No. Mei 205 BManagement, Accounting and Hospitality Management Binus inus usiness usiness Review Management, Accounting and Hospitality Management Binus Business Review Vol. 6 No. Hlm. -68 Jakarta Mei 205 ISSN: BReview inus usiness Management, Accounting and Hospitality Management ISSN Vol. 6 No. Mei 205 Pelindung Penanggung Jawab Ketua Penyunting Rector BINUS University Vice Rector of Research and Technology Transfer Haryadi Sarjono Penyunting Pelaksana Internal Dezie Leonarda Warganegara Martin Surya Mulyadi Yunita Anwar Holly Deviarti Aries Wicaksono Mohamad Heykal Haryadi Sarjono Rudy Aryanto Lim Sanny Sevenpri Candra Tomy Gurtama Soemapradja Enggal Sriwardiningsih Iskandar Putong Masruroh Agustinus Dedy Handrimurtjahjo Jerry Marcellinus Logahan Adeline Agoes Agung Gita Subakti Teguh Amor Patria Trias Septyoari Putranto Cecep Hidayat Penyunting Pelaksana Eksternal Erika Takidah Yasinta Soelasih Levyda Universitas Negeri Jakarta Universitas Atmajaya Universitas Sahid Editor/Setter Sekretariat Alamat Redaksi Terbit & ISSN Haryo Sutanto I. Didimus Manulang Holil Atmawati Nandya Ayu Dina Nurfitria Research and Technology Transfer Office Universitas Bina Nusantara Kampus Anggrek, Jl.Kebon Jeruk Raya 27 Kebon Jeruk, Jakarta Barat 530 Telp ext. 705/ Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun (Mei, Agustus, dan November) ISSN: BReview inus usiness Management, Accounting and Hospitality Management ISSN Vol. 6 No. Mei 205 DAFTAR ISI Fany Inasius Pajak Penghasilan Orang Pribadi Usaha Mikro dan Kecil di Indonesia: Kebijakan dan Implikasi -0 Gen Norman Thomas Analisis Faktor Determinan yang Mempengaruhi Kinerja Organisasi Rumah Sakit (RS) Swasta -24 Aries Wicaksono; Hery Harjono Mulyo; Ignatius Edward Riantono Analisis Dampak Penerapan Sistem ERP terhadap Kinerja Pengguna Erwin; Hartiwi Prabowo Analisis Pengukuran Kinerja Menggunakan Metode Balanced Scorecard pada PT.Bahtera Utama Jonny Lin Analisa Sistem Ordering Material Plastik pada PT XYZ dengan menggunakan Metode Kepner-Tregoe Problem Solving Pariang Siagian Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Perataan Laba pada Perusahaan Perbankan Terbuka di Indonesia Aldio Dwitama; Rita Pengaruh Strategi Pemasaran dan Marketing Communication terhadap Brand Awareness dan Dampaknya pada Minat Menonton RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) Ahmad Azmy Mengembangkan Human Resource Management yang Strategis untuk Menunjang Daya Saing Organisasi: Perspektif Manajemen Kinerja (Performance Management) di Bank Syariah Freddy Simbolon Perbandingan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan Darjat Sudrajat Organic Growth Improvement of Indonesian Logistics Companies (A Conceptual Model: Contribution of Strategic Management, Transformational Leadership, and Knowledge Management to Corporate Entrepreneurship and Its Impact on Organic Growth) 0-09 Adeline Agoes; Nami Fitricia Pasaribu Kajian Pustaka Mengenai Restaurant Atmosphere Laksmi Sito Dwi Irvianti; Renno Eka Verina Analisis Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention Karyawan pada PT XL Axiata Tbk Jakarta Lidiyawati Analysis on Corporate Governance Influences toward Banking Efficiency with Bank Category as Moderator Variable BReview inus usiness Management, Accounting and Hospitality Management ISSN Vol. 6 No. Mei 205 Annetta Gunawan; Brian Garda Muchardie Pola Perilaku Pembelian Produk Apparel untuk Balita oleh Millennial Moms dan Implikasinya untuk Pemasar Kids Apparel Rita; Son Wandrial; Regina Inderadi Analisis Pengaruh Situasi, Produk, Individu pada Perilaku Membeli dan Mengkonsumsi Makanan Ringan ANALISIS FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KINERJA ORGANISASI RUMAH SAKIT (RS) SWASTA Gen Norman Thomas Accounting and Finance Department, Faculty of Economic and Communication, BINUS University Jln. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat 480 ABSTRACT This study aims to reveal and clarify the influence of organizational culture, organizational commitment and public accountability to the organizational performance of Private Hospital in West Jakarta. This research is a quantitative study by the research method takes a sample of the population private hospitals in West Jakarta with respondent Hospital Director, Finance Manager, Marketing Manager, Research and Development Manager or HRD Manager for 40 people. Data was collected using a questionnaire to obtain data primier then it is processed using SPSS. The quality of the data was tested by using the validity test shows the data is valid, the reliability test obtain realible and classic assumptions test have normal curves, no multicollinearity and does not occur heterocedastity. The results of this study show the first hypothesis that the organizational culture (X) showed no significant effect on the performance of private hospitals (Y). The second hypothesis indicates that organizational commitment (X2) does not affect the performance of private hospitals (Y). The third hypothesis testing shows that public accountability (X3) has a significant influence on the performance of private hospitals (Y). The fourth hypothesis that organizational culture (X), organizational commitment (X2), and public accountability (X3) simultaneously have a significant influence on the organizational performance of private hospitals (Y). Keywords: organizational culture, organizational commitment, public accountability, organizational performance ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan memperjelas pengaruh faktor Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan Akuntabilitas Publik terhadap Kinerja Organisasi RS Swasta di Jakarta Barat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan asosiatif dengan metode penelitian yang mengambil sampel dari populasi Rumah Sakit Swasta di Jakarta Barat dengan responden Direktur Rumah Sakit, Manajer Keuangan, Manajer Marketing, Manajer Penelitian dan Pengembangan dan Manajer SDM sejumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuestioner untuk memperoleh data primier kemudian diolah dengan menggunakan SPSS. Kualitas data diuji dengan menggunakan uji validitas menunjukan data valid, uji reabilitas menunjukan data reliable dan uji asumsi klasik menunjukan data berkurva normal, tidak ada multikolinearitas dan tidak terjadi heterokedastisitas. Hasil penelitian ini menunjukkan pada hipotesis pertama bahwa budaya organisasi (X) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja RS swasta (Y). Hipotesis kedua menunjukkan bahwa komitmen organisasi (X2) juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja RS swasta (Y). sedangkan pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa akuntabilitas publik (X3) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja RS swasta (Y). Hipotesis keempat bahwa budaya organisasi (X), komitmen organisasi (X2), dan akuntabilitas publik (X3) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja organisasi RS Swasta di Jakarta Barat (Y). Kata kunci: budaya organisasi, komitmen organisasi, akuntabilitas publik, kinerja organisasi Analisis Faktor Determinan (Gen Norman Thomas) PENDAHULUAN Rumah Sakit (RS) adalah organisasi yang kompleks yang bekerja dengan menggunakan gabungan alat ilmiah khusus dan rumit yang difungsikan oleh berbagai kesatuan personil yang terlatih dan terdidik dalam menangani masalah medis modern, yang semuanya terikat pada tujuan yang sama untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan komprehensif, penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat, dan rumah sakit juga berfungsi sebagai tempat memberikan pelayanan medis dan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medis. Mengacu pada pentingnya fungsi pelayanan rumah sakit yang demikian vital bagi pemenuhan kesehatan masyarakat, maka kualitas pelayanan harus selalu terjaga secara terus menerus dan berkesinambungan. Pemerintah juga mendukung dengan mengesahkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Kenyataannya, kinerja organisasi RS tidak sepenuhnya memuaskan sebagaimana yang diharapkan karena masih ada pasien dan keluarga pasien yang tidak puas dengan pelayanan RS sebagai satu-satunya entitas penyelenggara kesehatan yang formal bagi masyarakat. Kasus Prita tahun 2009 yang berselisih dengan salah satu rumah sakit swasta di Tangerang adalah salah satu contoh. Prita merasa tidak puas dengan pelayanan medis rumah sakit dan yang bersangkutan menyampaikan ketidak puasannya ke rumah sakit tetapi tidak mendapatkan respon yang seharusnya. Atas inisiatif sendiri, Prita menyampaikan permasalahannya ke salah satu media sosial yang mempunyai dampak yang luas dan semua orang yang tadinya tidak mengetahui menjadi mengetahui permasalahannya. Mantan ketua IDI Azrul Azwra sempat mengatakan bahwa jika ada pasien mengeluh atas pelayanan RS, harusnya pihak rumah sakit mendengarkan dan memperbaiki bukan malah memenjarakan pasiennya. (Kompas.com, 2009). Hal ini belum termasuk kasus diskriminasi dalam pelayanan kesehatan antara pasien yang mampu dengan pasien yang kurang mampu. Masih banyak kasus-kasus lain yang berkaitan dengan buruknya pelayanan kesehatan, antara lain kasus pasien miskin yang terlantar di RSCM Jakarta, kasus kurang gizi sebagian masyarakat yang kurang beruntung, kasus malpraktek baik pada operasi bedah umum maupun operasi bedah plastik dan kasus-kasus lainnya. Metro TV merespon hal ini dengan memberikan judul salah satu acara dialog Awas Hati-Hati, Orang Miskin Tidak Boleh Sakit pada tanggal 7 April 202 (Kompasiana, 202). Dengan adanya kasus Prita dan pemberitaan yang berkaitan dengan pelayanan rumah sakit maka hal ini menandakan bahwa pelayanan rumah sakit masih sarat dengan permasalahan yang harus segera dicari jalan keluarnya. Dinyatakan oleh Hofstede (994) dalam Trianingsih (2007) bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja organisasi dan budaya organisasi mencerminkan nilai-nilai dan keyakinan yang dimiliki oleh anggota organisasi. Budaya organisasi didalam organisasi meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku, sikap, tata hubungan serta asumsi-asumsi yang secara implisit diterima dan secara eksplisit dimanifestasikan diseluruh jajaran organisasi. Budaya organisasi merupakan pola pemikiran, perasaan dan tindakan dari suatu kelompok sosial yang membedakan dengan kelompok sosial lainnya. Disinyalir bahwa budaya organisasi yang baik akan tercermin dari perilaku anggota organisasi, sehingga apabila budaya suatu rumah sakit baik maka akan terlihat dari pelayanan yang akan diberikan oleh pihak rumah sakit terhadap pasienpasiennya. Hal tersebut didukung oleh pernyataan dari Robbin (2003) bahwa budaya organisasilah yang membedakan antar organisasi yang satu dengan organisasi yang lain. Komitmen organisasi disinyalir juga berpengaruh terhadap kinerja organisasi, dijelaskan oleh Lekatompessy (2005) bahwa komitmen organisasi berkaitan dengan: () Keinginan yang kuat dan penerimaan atas tujuan dan nilainilai organisasi. (2) Kesediaan untuk berusaha yang sebesar-besarnya untuk organisasi (3) Keinginan yang pasti untuk mempertahankan keikutsertaan dalam organisasi. Dengan kata lain karyawan yang 2 BINUS BUSINESS REVIEW Vol. 6 No. Mei 205: -24 mempunyai komitmen terhadap organisasi akan memberikan kinerja yang baik ketimbang yang tidak berkomitmen. Kinerja organisasi dari suatu lembaga RS sebagaimana lembaga-lembaga publik lainnya tentu menuntut akuntabilitas publik Disinyalir keberadaan RS swasta memerlukan akuntabilitas publik dan kinerjanya amat tergantung pada tingkat akuntabilitas publik yang diterimanya. Menurut Mardiasmo (2004), akuntabilitas publik adalah kewajiban pihak pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disusun hipotesa sebagai berikut: H : Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja organisasi RS Swasta di Jakarta Barat H2 : Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara komitmen organisasi terhadap kinerja organisasi RS Swasta di Jakarta Barat H3 : Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara akuntabilitas publik terhadap kinerja organisasi RS Swasta di Jakarta Barat H4 : Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara budaya organisasi, komitmen organisasi dan akuntabilitas publik secara bersama-sama terhadap kinerja organisasi RS Swasta di Jakarta Barat METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, di mana metode pengumpulan data primer dengan menggunakan pertanyaan lisan dan tulisan dalam Indriantono dan Supomo (999). Survei dilakukan dengan mendatangi langsung RS Swasta yang dijadikan objek penelitian. Sesuai dengan kriteria metode survei diperlukan hubungan langsung peneliti dengan responden. Hal tersebut diwujudkan dengan menggunakan instrumen kuesioner. Penelitian ini mengenai analisis pengaruh budaya organisasi, komitmen organisasi dan akuntabilitas publik terhadap kinerja RS Swasta di Jakarta Barat, maka berdasarkan karakteristik permasalahannya penelitian ini tergolong bersifat penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk menguji hubungan dan pengaruh antar dua atau tiga variabel penelitian. Berkaitan dengan hubungan ini menurut Sugiyono (2007) ada tiga macam hubungan, yaitu hubungan simetris, hubungan kausal dan hubungan resiprokal. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian kausal. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan RS yang bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan di wilayah Jakarta Barat. Dijelaskan oleh Sugiyono (2007) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive random sampling dengan teknik pertimbangan tertentu, yaitu dengan mempertimbangkan lamanya bekerja dan pendidikan minimal S untuk Direktur RS Swasta, Manajer Keuangan, Manajer Marketing, Manajer Litbang/Manajer SDM yang ditunjuk oleh Manajemen RS Swasta. Untuk penentuan ukuran sampel, karena populasi yang dipilih seluruhnya merupakan orangorang yang bekerja di rumah sakit maka dapat disimpulkan bahwa populasi bisa dianggap homogen. Sehingga menurut Sugiyono (2007) apabila pupulasinya bersifat homogen, maka jumlah sampel yang diperlukan % saja sudah bisa mewakili. Sampel yang dipilih dan dikirimkan kuestioner sebanyak 2 RS Swasta yang ada di wilayah Jakarta Barat meliputi RS.PI, RS. SKJ, RS. RT, RSIA. HDM. RS. PMK. RS. MPH. RS. BM, RS. MHTC, RS. PIKKT, RS. HK, RS. KD dan RS. BSM. Namun yang mengembalikan kuestioner hanya 0 RS maka berdasarkan teori tersebut peneliti mengasumsikan jika masing-masing rumah sakit mempunyai karyawan 400 orang maka, akan diperoleh empat responden. Analisis Faktor Determinan (Gen Norman Thomas) 3 Dengan demikian peneliti dapat menentukan jumlah sampel untuk setiap rumah sakit sebanyak empat orang yang mewakili bidangnya masing-masing sehingga berdasarkan kuestioner yang masuk ada sebanyak 40 responden.. Berikut disajikan instrumen penelitian yang meliputi : variabel, dimensi dan indikator penelitian. Tabel Instrumen Penelitian Variabel Dimensi Indikator Budaya Organisasi Orientasi pada rincian Job deskription yang jelas (X ) Prosedur yang digunakan Orientasi pada hasil Tujuan yang dltetapkan Hasil yang dicapai Orientasi pada orang Pelayanan kepada orang Perhatian kepada orang Orientasi pada tim Pelayanan kepada tim Perhatian kepada tim Komitmen Organisasi Affective Commitment Sense of belonging (X 2 ) Emotional attached personal meaning Continuance Commitment Pilihan lain Benefit Biaya Normatif Commitment Keyakinan untuk loyal Keyakinan akan etika Akuntabilitas Publik Akuntabilitas Hukum dan Ketaatan pada peraturan yang ada (X 3 ) Kejujuran Kejujuran Penghindaran/penyalahgunaan jabatan Akuntabilitas Managerial Kinerja yang dicapai Proses dalam organisasi Akuntabilitas Program Pencapaian program Alternative program Kualitas program Akuntabilitas Kebijakan Kebijakan yang diambil Kebijakan yang akan dicapai Tujuan kebijakan Sasaran kebijakan Stakeholder yang berpengaruh Akuntabilitas Financial Penggunaan keuangan Penggunaan anggaran Laporan keuangan Kinerja Organisasi Perspektif Keuangan Posisi Operating Incomei RS Swasta Posisi Gross Margin (Y) Posisi Return On Equity (ROE) Posisi Return On Investment (ROI) Posisi Economic Value Added (EVA) Perspektif Pelanggan a. Kelompok inti: Pangsa pasar Perolehan pelanggan baru Kemampuan mempertahankan pelanggan Fenomena kepuasan pelanggan b. Kelompok Penundang: Atribut-atribut produk Hubungan dengan pelanggan Citra dan reputasi perusahaan Perspektif Proses Bisnis Internal Inovasi Proses operasi Proses pelayanan purna jual Perspektif Pembelajaran dan Kemampuan pekerja Pertumbuhan Kemampuan sistem informasi Motivasi pemberdayaan-keserasian 4 BINUS BUSINESS REVIEW Vol. 6 No. Mei 205: -24 Uji kualitas data dilakukan untuk mengetahui kualitas data berdasarkan kuesioner yang diajukan kepada responden. Uji kualitas data meliputi; uji validitas dilakukan dengan menggunakan metode korelasi product moment Karl Pearson, dan uji reliabilitas dengan menggunakan metode Alpha Cronbach. Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari variabel-variabel yang digunakan yang meliputi: uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heterokedastisitas. Uji hipotesa dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara parsial maupun secara bersama-sama, yang meliputi: analisa korelasi, analisa regresi, uji signifikansi dan koefisien determinasi. Uji signifikansi regresi berganda terhadap hipotesis penelitian dengan menggunakan persamaan, adalah: Ŷ = a + b X + b 2 X 2 + b 3 X 3 + ε Untuk mencari koefisien regresi a, b, b 2, dan b 3 digunakan persamaan simultan sebagai berikut:. XY = b X² + b2 XX2 + b3 XX3 2. X2Y = b XX2 + b2 X²2 + b3 X2X3 3. X3Y = b XX3 + b2 X2X3 + b3 X²3 a = Y b X b2 X2 b3 X3 Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) for windows versi 7. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Kualitas Data Uji Validitas Hasil uji validitas terhadap variabel budaya organisasi (X), komitmen organisasi (X2), akuntabilitas publik (X3) dan kinerja organisasi RS Swasta di Jakarta Barat (Y) disajikan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 2 Uji Validitas Variabel Jumlah butir pertanyaan dalam kuestioner Pertanyaan valid jika rhitung rtabel Pertanyaan tidak valid jika rhitung rtabel Keterangan X pertanyaan X tidak valid X tidak dapat Y dilakukan pengujian Sumber: Hasil olahan data primer Analisis Faktor Determinan (Gen Norman Thomas) 5 Uji Reliabilitas Hasil uji reliabilitas untuk Cronbach Alpha dengan menggunakan SPSS untuk budaya organisasi sebesar 0,880, komitmen organisasi sebesar 0,95, akuntabilitas public sebesar 0,906 dan kinerja organisasi RS Swasta sebesar 0,94. Nilai-nilai tersebut semuanya lebih besar dari kriteria Nunnally sebesar 0,60, hal ini berarti bahwa semua hasil uji menunjukkan hasil yang reliable. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Hasil uji normalitas data budaya organisasi (X) dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov dengan Asymp dan diketahui besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0,749 dengan Asymp.Sig (2- tailed) 0,629 dimana hasil tersebut lebih besar dari α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa data memenuhi asumsi berdistribusi normal. Demikian pula uji normalitas data komitmen organisasi (X2) diperoleh nilai K
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks