6 naskah publikasi

Please download to get full document.

View again

of 10
49 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
vvvvvvv
Document Share
Document Transcript
   Naskah Publikasi Karya Tulis Ilmiah 16 Agustus 2016   Mustika Restriyani  [ Farmasi FKIK UMY] 1 PERSEPSI DOKTER DAN PERAWAT TENTANG PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN FARMASI KLINIK DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 1) Mustika Restriyani, 2)  Nurul Maziyyah 1) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2) Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu KesehatanUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta restriyanimustika@gmail.com INTISARI Pelayanan farmasi klinik merupakan pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada  pasien. Konsep ini melibatkan kerjasama antar tenaga kesehatan dan sudah banyak dilakukan oleh rumah sakit di luar Indonesia. Sementara di Indonesia, penerapan farmasi klinik masih terbatas dan belum maksimal. Persepsi tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mengembangkan pelayanan farmasi klinik di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi tenaga kesehatan terhadap peran apoteker dalam pelayanan farmasi klinik serta pengaruh karakteristik tenaga kesehatan terhadap persepsi tersebut di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental. Penelitian dilakukan selama bulan Agustus 2015 - Maret 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan insidental  sampling.  Sebanyak 96 perawat dan 17 dokter diberikan kuesioner dengan 11 pernyataan mengenai pelayanan farmasi klinik. Analisis persepsi tenaga kesehatan dilakukan melalui  penilaian kuesioner. Sedangkan analisis hubungan karakteristik responden terhadap persepsi menggunakan uji One Way ANNOVA dan  Independent Samples T-Test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan setuju dengan peran apoteker dalam pelayanan farmasi klinik dengan skor rata-rata kelompok perawat sebesar 0,84 sedangkan kelompok dokter sebesar 0,8 dan skor total sebesar 0,83. Adapun nilai signifikansi berdasarkan karakteristik usia responden (0,697), jenis kelamin (0,158), profesi (0,322), lama masa kerja (0,080), interaksi dengan apoteker (0,094) dan bangsal jaga perawat (0,002). Kesimpulan  penelitian ini adalah dokter yang mengikuti penelitian dan perawat setuju atas peran apoteker dalam pelayanan farmasi klinik. Karakteristik usia responden, jenis kelamin, profesi, lama masa kerja, interaksi dengan apoteker tidak mempengaruhi persepsi responden terhadap pelayanan farmasi klinik, sedangkan karakteristik bagsal jaga perawat berpengaruh. Kata kunci : apoteker, farmasi klinik, persepsi, dokter, perawat   Naskah Publikasi Karya Tulis Ilmiah 16 Agustus 2016   Mustika Restriyani  [ Farmasi FKIK UMY] 2 PHYSICIANS AND NURSES PERCEPTION ON THE ROLE OF PHARMACIST IN CLINICAL PHARMACY SERVICES IN PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA HOSPITAL 1) Mustika Restriyani, 2)  Nurul Maziyyah 1) Undergraduated, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2) Lecturer, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta School of Pharmacy, Faculty of Medical and Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarata restriyanimustika@gmail.com ABSTRACT Clinical pharmacy service is a healthcare service focusing on patients. This concept involves the cooperation between health professionals and has been widely by hospitals abroad Indonesia. While in Indonesia, the implementation of clinical pharmacy is still limited and is not yet optimal. Health professionals perception is very important to develop clinical pharmacy service in the hospital. This study aims to determine perceptions of health professionals on the role of pharmacist in clinical pharmacy services, and the influence of health personnel characteristics on their perception in PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. This study is a descriptive non-experimental study. The study was conducted during August 2015 - March 2016. The sampling technique used was total sampling. A total of 96 nurses and 17 doctors were given questionnaire with 11 statements about clinical pharmacy services. Perception of health professionals was analyzed using questionnaire value, while analysis of relationship between the characteristics and respondent’ perceptions used One Way ANNOVA dan Independent Samples T-Test. The results showed that health professionals agreed with the role of the pharmacist in clinical pharmacy service with mean score of nurse group was 0,84 while physician groups 0,8 and total mean score 0,83. The value of the significance from characteristic respondents for age (0,697), sexes (0,158), profession (0,322), length of work (0,08) and interaction with the  pharmacist (0,094) does not affect the perception of the respondents. While the value of the significance of the characteristics of the work place (0,002) showed an effect on perception. In conclusion, the physicians that involved to the study and nurses are agreed on the role of  pharmacist in clinical pharmacy services. Spearman test showed the characteristics of the age, length of work and interaction with a pharmacist affect the perception towards clinical pharmacy service. Keyword : pharmacist, clinical pharmacy, perception, physician, nurses PENDAHULUAN Pelayanan kesehatan masyarakat yang meningkat telah memicu farmasi klinik agar memberikan kontribusi terhadap  perkembangan sistem pelayanan kesehatan(Hudson, et al.,  2007). Farmasi klinik adalah perluasan peran dalam profesi farmasi yang tidak hanya berorientasi kepada obat namun juga kepada pasien dan  bertujuan untuk meningkatkan kualitas terapi obat. Aktifitas farmasi klinik terpusat kepada pasien, bekerja sama dan  berkolaborasi antar profesi dengan dokter   Naskah Publikasi Karya Tulis Ilmiah 16 Agustus 2016   Mustika Restriyani  [ Farmasi FKIK UMY] 2 dan perawat dalam tim pelayanan kesehatan (Hepler, 2004;Miller, 1981). Beberapa studi dilakukan untuk menggambarkan sikap dokter terhadap peran farmasi klinik. Di Sudan, dokter menjadi tidak nyaman dengan adanya apoteker yang merekomendasikan peresepan obat untuk  pasien meskipun jenis pengobatan tersebut untuk penyakit minor. Namun, di Jordan situasinya berbeda dimana terdapat 63% dokter mengharapkan apoteker untuk mengajari pasien mereka mengenai keamanan dan ketepatan penggunaan obat. Di samping itu, sebagian dokter menyetujui  bahwa apoteker selalu dapat diandalkan sebagai sumber informasi obat. Meskipun pelayanan dari apoteker mengalami perubahan di banyak negara, namun sebanyak 48,2% dari dokter-dokter di Kuwait tetap kurang nyaman dalam menyusun resep pasien bersama dengan apoteker. Di Libya dan United Arab  Emirates  (UAE) diketahui sedikit sekali interaksi antara dokter dan apoteker. Berdasarkan temuan dari salah satu  penelitian menunjukkan hampir 70- 60% dokter di Libya dan UAE berturut-turut  jarang atau tidak pernah melakukan diskusi dengan apoteker mengenai terapi obat yang diperolah pasien. Selanjutnya terlihat kurangnya kepercayaan dokter terhadap apoteker dalam memonitor tekanan darah dan menyediakan terapi pengganti (Abu-Garbieh, et al.,  2010). Penelitian yang serupa dilakukan di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo Purwokerto dimana sebanyak 50% responden dokter setuju atau sangat setuju  pada pernyataan peran apoteker dalam memberikan edukasi kepada pasien termasuk pemilihan obat tanpa resep dan  peran apoteker dalam pemberian saran serta evaluasi terhadap resep yang ditulis dokter. Harapan para dokter adalah apoteker menjadi ahli dalam terapi obat dan edukator untuk penggunaan obat yang aman dan tepat (Hidayat dkk, 2014). Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta telah memulai farmasi klinik oleh apoteker pada tahun 1990-an. Pelayanan farmasi klinik melibatkan kolaborasi antar tenaga kesehatan, untuk itu  perlu dilakukan studi kepada para tenaga kesehatan mengenai persepsi dasar mereka atas peran apoteker dalam farmasi klinik agar diketahui kegiatan farmasi klinik yang  belum mendapatkan persetujuan oleh tenaga kesehatan kemudian menyusun strategi sosialisasi dan pengembangan layanan farmasi klinik yang tepat. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  persepsi dokter dan perawatserta untuk mengetahui pengaruh karakteristik dokter dan perawat terhadap persepsi mengenai  peran apoteker dalam pelayanan farmasi klinik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.  METODOLOGI Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan  penelitian non-eksperimental dan bersifat deskriptif. Penelitian berlangsung selamabulan Agustus 2015- Maret 2016. Alat yang digunakan berupa lembar kuesioner yang terdiri dari lembar kesediaan sebagai responden dan pernyataan persepsi dokter dan perawat tentang peran apoteker dalam pelayanan farmasi klinik. Kuesioner   Naskah Publikasi Karya Tulis Ilmiah 16 Agustus 2016   Mustika Restriyani  [ Farmasi FKIK UMY] 3 diadaptasi dari penelitian di United Arab  Emirate  (UAE) oleh Abu-Garbieh et al   pada tahun 2010 serta kuesioner yang telah digunakan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (Putra, 2013) yang sebelumnya dilakukan validasi terlebih dahulu. Populasi dan Sampel Populasi adalah dokter dan perawat yang terdiri dari 40 dokter tetap dan 132  perawat bangsal yang bekerja di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel yang digunakan adalah dokter dan perawat yang  bersedia menjadi responden yakni 17 dokter dan 96 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Sehingga responden yang digunakan adalah yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.Adapaun kriteria inklusi yang digunakan adalah dokter dan perawat yang  bekerja di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dokter dan perawat yang pernah  berinteraksi dengan farmasi klinik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. , dan dokter dan perawat yang bersedia menjawab kuesioner. Sedangkan kriteria eksklusi yang digunakan yakni dokter dan perawat yang tidak dapat menyelesaikan kuesioner. Analisis Data Uji validitas dan reliabilitas menggunakan responden sebanyak 30 orang dari total 172 tenaga kesehatan (dokter dan  perawat) yang diambil secara acak. Perbandingan jumlah dokter dan perawat adalah 7:23 orang.Uji validitas dan reliabilitas dengan cara membandingkan r  -hitung dengan r  -tabel(Ghozali, 2013)..Reliabilitas kuesioner diuji menggunakan metode cronbach’s alpha .   Proporsi masing-masing kelompok responden yang setuju dan tidak setuju dengan masing-masing pernyataan dihitung menggunakan analisis deskriptif.Penilaian kuesioner dilakukan dengan cara memberikan skor 1 untuk pernyataan yang disetujui oleh dokter dan perawat, sedangkan pernyataan yang tidak disetujui diberi skor 0. Pernyataan dikatakan setuju oleh dokter dan perawat apabila skor rata-rata kuesioner ≥  0,5. Sedangkan skor rata-rata kuesioner yang tidak disetujui oleh dokter dan perawat apabila bernilai <0,5. Pengaruh karakteristik dengan  persepsi responden dianalisis menggunakan uji One Way ANNOVA untuk usia, lama masa kerja dan bangsal jaga perawat. Sedangkan uji  Independent Samples T-Test   digunakan untuk menganalisis karakteristik  jenis kelamin, profesi dan interaksi dengan apoteker. Pengambilan keputusan dilihat dari nilai p < 0,05 maka terdapat perbedaan antar kelompok. Sedangkan jika nilai p > 0,05 maka tidak ada perbedaan antar kelompok . HASIL DAN PEMBAHASAN Deskriptif Karakteristik Responden Hasil analisis deskriptif karakteristik usia, jenis kelamin, profesi, lama masa kerja, dan interaksi dengan apoteker terdapat pada tabel 1.
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x