5.Bab II.pdf

Please download to get full document.

View again

of 13
58 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Alat pengerol pipa baja adalah alat yang digunakan untuk mengerol pipa baja yang di khususkan untuk mengerol pipa baja kanopi. Alat ini merupakan inovasi dari metode pengerolan manual ke pengerolan dengan penggerak motor listrik. Alat ini digunakan oleh operator bengkel las untuk mempermudah dan mempercepat proses produksi. Alat ini di desain sedemikian rupa untuk mendapatkan desain yang m
Document Share
Document Transcript
   5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Alat pengerol pipa baja adalah alat yang digunakan untuk mengerol pipa baja yang di khususkan untuk mengerol pipa baja kanopi. Alat ini merupakan inovasi dari metode pengerolan manual ke pengerolan dengan penggerak motor listrik. Alat ini digunakan oleh operator bengkel las untuk mempermudah dan mempercepat proses produksi. Alat ini di desain sedemikian rupa untuk mendapatkan desain yang minimalis dan fungsi yang maksimal.   2.2   Komponen utama dan fungsinya 2.2.1   Motor Listrik Motor listrik digunakan sebagai penggerak utama yang menggerakan  poros tengah, dengan menggunakan berbagai pertimbangan antara lain: 1)   Pengoprasian dan perawatan yang mudah 2)   Getaran yang ditimbulkan ralatif kecil 3)   Tidak membutuhkan banyak ruang tempat untuk meletakan motor 4)   Harga yang terjangkau. 1.   Kecepatan Sudut  = 2 x π x n  (2.1) Dengan:   = Kecepatan sudut (rad/menit)  N = Putaran motor (rpm) 2.   Momen Torsi T= F x R (2.2) Dengan: T = Moment Torsi yang dialami (Nm) F = Gaya suntrifugal yang terjadi (N) R = Diameter tabung (m) P=         (Khurmi,1982 : 513) (2.3) Dengan: P = Daya motor (Watt)   6 T = Momen torsi yang dialami (Nm)  N = Putaran motor (rpm) 2.2.2   Sabuk dan Pulley    Sabuk dan  pulley  ini sering digunakan di dalam industry, mesin tepat guna lainnya. Dikarenakan sabuk ini berfungsi mentransmisikan daya antara dua buah poros baik dengan atau tanpa perubahan, sabuk dan pulley digunakan dengan pertimbangan bahwa jarak dua poros berjauahan. Sistem transmisi sabuk ini memiliki keuntungan antara lain : a)   Adanya slip bila terjadi beban lebih sehingga keamanan motor terlindungi.  b)   Dapat mentransmisikan daya dan putaran dengan jarak poros yang  berjauhan. c)   Pemeliharaan dan penanganan lebih mudah. d)   Harga relative murah dan tidak bising. 1.   Sabuk Sering kali jarak yang jauh antara dua buah poros tidak bisa memindahkan daya melalui transmisi roda gigi,oleh karena itu peranan sabuk sanagat  berperan dalam hal ini. Gambar 2.1 Kontruksi Sabuk-V *) Sumber: Sularso, 1997:164 Jarak sumbu poros harus sebesar 1,5 sampai 2 kali diameter puli besar. Karena sabuk V biasanya dipakai untuk menurunkan putaran maka  perbandingan yang umum dipakai dalam hal ini adalah perbandingan reduksi: (Sularso,1997 : 166)       (2.4)   7 Dengan: n1, n2 = Putaran (rpm) Dp = Jari-jari pulley besar (mm) dp = jari-jari pulley kecil (mm) U = Perbandingan putaran Kecepatan linier sabuk V=         (2.5) Dengan: V = Kecepatan linier sabuk (m/s) dp = Diameter nominal  pulley (mm) n 1  = Putaran sabuk (rpm) Untuk mendapatkan panjang dari sabuk dapat digunakan rumus sebagai  berikut: (Sularso,1997 : 170) Gambar 2.2 Perhitungan Panjang Keliling Sabuk *) Sumber: Sularso, 1997:168 L=            (2.6) Dengan: L = Panjang sabuk yang dibutuhkan (mm) Dp = Jari-jari pulley besar (mm) dp = jari-jari pulley kecil (mm) C = Jarak poros antara dua pulley (mm) Dalam pasar terdapat bermacam-macam ukuran sabuk. Namun mendapatkan sabuk yang panjangnya sama dengan hasil perhitungan umumnya sukar. Oleh karena itu jarak sumbu poros yang disesuaikan: (Sularso,1997 : 170)   8 C=       (2.7) Dimana nilai b diperoleh dari  b= 2L-3.14(Dp+dp) (2.8) Perlu diketahui sudut kontak yang ada di pulley penggerak harus diusahakan sebesar mungkin untuk memperbesar panjang kontak sabuk V dan pulley. Gaya gesek berkurang dengan mengecilnya sudut kontak sehingga menimbulkan slip antara sabuk dan pulley sudut kontak (radian) dapat dihitung dengan rumus: (Khurmi, 1982 :694) Gambar 2.3 Sudut kontak sabuk dengan puli *) Sumber: Khurmi, 1982:707 θ=     (2.9) dan dimana sin α=   Gambar 2.4 Ukuran Penampang Sabuk-V *) Sumber: Sularso, 1997:164
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks