44 faidah 10 hari awal dzulhijjah

Please download to get full document.

View again

of 89
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
44 FAIDAH 10 HARI AWAL DZULHIJJAH Penyusun: Syaikh Muhammad bin Shâlih al-Munajjid Hafizhahullâhu Penerjemah : Abû Salmâ Muhammad Rachdie Pratama, S.Si Hafizhahullâhu Dipublikasikan oleh Grup Ilmu dan Dakwah Al-Wasathiyah wal I’tidal 2017
Document Share
Document Transcript
  • 1. *** 2 *** 44 FAIDAH 10 HARI AWAL DZULHIJJAH Penyusun: Syaikh Muhammad bin Shâlih al-Munajjid Hafizhahullâhu Penerjemah : Abû Salmâ Muhammad Rachdie Pratama, S.Si Hafizhahullâhu Dipublikasikan oleh Grup Ilmu dan Dakwah Al-Wasathiyah wal I’tidal 2017 alwasathiyah.com Channel Telegram : bit.ly/abusalma Page Facebook : fb.me/abinyasalma81 Boleh disebarluaskan dalam bentuk apapun selama tidak untuk tujuan komersil dan tidak merubah konten tanpa seizin penerjemah
  • 2. *** 3 *** PENGANTAR PENERJEMAH Segala puji hanyalah milik Allâh Rabb Semesta Alam. Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad ‫,ﷺ‬ keluarga dan sahabat beliau. Suatu hal yang ironi, banyak saudara-saudara kita yang ternyata mereka belum memahami keutamaan 10 HARI AKHIR DZULHIJJAH, sehingga hari-hari istimewa ini berlalu begitu saja layaknya hari-hari yang lain. Padahal, sekiranya mereka mengetahui keutamaan hari-hari yang istimewa ini, melebihi Ramadhan, sungguh seorang muslim yang cerdas akan merasa menyesal dan sedih melewatkannya. Karena itulah, sebagai bentuk andil menyebarkan ilmu dan dakwah, saya sengaja menerjemahkan risalah singkat buah karya Syaikh Muhammad Shâlih al-Munajjid yang berjudul Asli 44 Fa`idah fî Asyri Dzilhijjah ini sehingga bisa hadir di hadapan pembaca sekalian. Semoga upaya yang sederhana ini bisa menjadi ladang amal bagi saya dan membuahkan pahala yang tidak terputus, selama terjemahan ini menyebar dan dapat memberikan manfaat bagi umat.
  • 3. *** 4 *** Tiada gading yang tak retak, tentunya di dalam terjemahan ini akan banyak sekali didapati kesalahan terjemahan dan kekurangan di sana-sini. Apalagi buku terjemahan ini dipersiapkan hanya beberapa jam saja. Segala tegur sapa, masukan dan kritikan membangun sangat diharapkan. Semoga bisa memberi manfaat. Cinere, 20 Agustus 2017/ 27 Dzulqa’dah 1438 H. Abû Salmâ Muhammad Rachdie Pratama, S.Si
  • 4. *** 5 *** PENDAHULUAN Dengan nama Allâh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Segala puji hanyalah milik Allâh. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah. Berikut ini adalah risalah yang berisi faidah-faidah dan ringkasan tentang ibadah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Saya memohon kepada Allâh agar menjadikan risalah ini bermanfaat. Muhammad Shâlih al-Munajjid
  • 5. *** 6 *** FAIDAH 1 Allâh ‫ﷻ‬ memberikan keutamaan di antara makhluk-nya dan mengangkat derajat sebagian mereka atas yang lain. Allah menjadikan sejumlah hari dan bulan ada lebih utama dibandingkan hari dan bulan lainnya. Allah menjadikan 10 hari awal bulan Dzuhijjah itu lebih utama dibandingkan hari-hari lainnya di dunia, dan hari nahar (penyembelihan, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah) itu adalah hari yang paling utama di dalamnya. Dalam sepekan, hari yang paling utama adalah hari Jum’at. Adapun malam-malam yang paling utama adalah 10 malam terakhir bulan Ramadhan, dan malam yang paling utama adalah malam laylatul qodar. *****
  • 6. *** 7 *** FAIDAH 2 Allah ‫ﷻ‬ memiliki hari-hari dalam setahun yang penuh dengan karunia dan anugerah, yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya yang mentauhidkan-Nya. Diantara hari-hari yang penuh dengan karunia dan anugerah tersebut adalah 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah. Kesepuluh hari ini adalah musim yang paling agung diantara musim-musim ketaatan lainnya. Musim yang selalu dinanti-nanti dan dielu-elukan oleh orang-orang yang beriman. Musim yang senantiasa dirindukan oleh hamba-hamba Allah yang mentauhidkan-Nya. Musim yang di dalamnya ada kesempatan untuk mengangkat derajat, menutup keburukan, melengkapi kekurangan dan mengganti kebaikan-kebaikan yang terluput. Maka hendaknya kita bersungguh-sungguh di dalamnya dan berupaya meraih rahmat Allâh. *****
  • 7. *** 8 *** FAIDAH 3 Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah itu, adalah hari-hari terbaik di dunia secara mutlak. Di dalam hadits disebutkan : “Tidaklah ada hari yang beramal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah melebihi 10 hari ini (yaitu 10 hari awal bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allâh?” Nabi ‫ﷺ‬ menjawab :
  • 8. *** 9 *** “Tidak pula jihad di jalan Allâh, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan membawa sesuatu apapun.”1 Di dalam riwayat yang lain, disebutkan : “Tidak ada suatu amalan di hari-hari yang lebih utama dari…”, di dalam riwayat lain dikatakan : “lebih diharapkan…”, dan riwayat lain disebutkan : “lebih suci…” ***** 1 HR Bukhari (969) dan Tirmidzi (757), dan hadits di atas redaksi Tirmidzi
  • 9. *** 10 *** FAIDAH 4 Ibadah fardhu (wajib) di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini lebih utama daripada ibadah fardhu di hari lainnya, dan pahalanya lebih berlipat ganda. Demikian pula ibadah nafilah (sunnah) di dalamnya lebih utama daripada ibadah nafilah di selainnya. Meski demikian, bukan artinya ibadah nafilah di 10 hari awal bulan Dzulhijjah ini lebih utama daripada ibadah fardhu di hari-hari lain.2 ***** 2 Lihat : Fathul Bârî karya Ibnu Rojab XI/15)
  • 10. *** 11 *** FAIDAH 5 Sholat di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah itu lebih utama daripada sholat di keseluruhan tahun. Demikian pula dengan puasa, membaca al-Qur’an, dzikir, doa, merendahkan diri kepada Allâh, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, membantu memenuhi kebutuhan orang lain, mengunjungi orang yang sakit, mengiringi jenazah, berbuat baik kepada tetangga, memberi makan dan amalan-amalan lainnya yang memiliki manfaat lebih, demikian seterusnya. *****
  • 11. *** 12 *** FAIDAH 6 Keutamaan beramal di 10 hari pertama Dzulhijjah itu umum mencakup siang dan malam harinya. Namun, 10 malam terakhir bulan Ramadhan itu lebih utama daripada 10 malam pertama bulan Dzulhijjah, karena di dalamnya ada malam laylatul qodar. Adapun (pagi dan siang) 10 hari awal Dzulhijjah itu lebih utama, karena di dalamnya ada hari Nahar (penyembelihan pada tanggal 10 Dzulhijjah), hari ‘Arofah (yaitu tanggal 9 Dzulhijjah) dan hari Tarwiyah (yaitu tanggal 8 Dzulhijjah).3 ***** 3 Lihat Majmû al-Fatâwâ (XXV/287), Badâ`iul Fawâ`id karya Ibnul Qoyyim (III/162), Zâdul Ma’âd (I/57) dan Tafsîr Ibnu Katsîr (V/416).
  • 12. *** 13 *** FAIDAH 7 Di dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini terhimpun sejumlah ibadah yang agung, yang tidak ada pada hari lainnya, yaitu : Haji dan udhhiyah (kurban) disamping ibadah sholat, puasa dan sedekah.4 ***** 4 Lihat : Fathul Bârî karya Ibnu Hajar (II/460)
  • 13. *** 14 *** FAIDAH 8 Diantara keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, Allâh ‫ﷻ‬ bersumpah dengan malam-malamnya yang mulia. Allâh berfirman : “Demi waktu Fajar dan sepuluh malam”. Yang dimaksud dengan sepuluh malam di sini adalah 10 malam Dzulhijjah menurut pendapat mayoritas ahli tafsir dari kalangan salaf dan selain mereka.5 ***** 5 Lihat : Tafsîr Ibnu Katsîr (VIII/390) dan Lathâ`iful Ma’ârif karya Ibnu Rojab (hal. 268)
  • 14. *** 15 *** FAIDAH 9 Diantara keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, ia merupakan ayyâmul ma’lûmât {hari-hari yang telah ditentukan (dimaklumi)} yang penuh dengan keberkahan, yang mana Allâh ‫ﷻ‬ mensyariatkan untuk menyebut nama Allâh di dalamnya atas rezeki yang dikaruniakan kepada mereka berupa hewan ternak, sebagaimana firman-Nya ‫ﷻ‬ : “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allâh di hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak.” {QS al-Hajj : 28}. Hari-hari yang ditentukan di sini maksudnya adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, menurut pendapat mayoritas ulama dan ahli tafsir.6 ***** 6 Lihat Tafsîr al-Baghowî (V/379}, Tafsîr Ibnu Katsîr (V/415) dan Lathâ`iful Ma’ârif (hal. 268)
  • 15. *** 16 *** FAIDAH 10 Sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini adalah bulan penutup yang dimaklumi diantara bulan-bulan haji, yang mana Allâh ‫ﷻ‬ berfirman tentangnya : “Haji itu dilakukan pada bulan-bulan yang telah dimaklumi.” Bulan-bulan yang dimaklumi yaitu : bulan Syawal Dzulqo’dah dan 10 hari awal Dzulhijjah, sebagaimana hal ini diriwayatkan oleh banyak sahabat, seperti ‘Umar dan putera beliau, Abdullah bin ‘Umar, ‘Ali, Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Ibnu Zubair dan selain mereka. Dan ini juga merupakan pendapat mayoritas ulama tabi’in.7 ***** 7 Lathâ`iful Ma’ârif hal. 269 dengan sedikit penyesuaian
  • 16. *** 17 *** FAIDAH 11 Diantara keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, di dalamnya ada hari ‘Arofah, dimana pada hari inilah Allâh menyempurnakan agama-Nya dan mencukupkan nikmat-Nya kepada kaum muslimin, sebagaimana dalam firman-Nya ‫ﷻ‬ : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridhai Islam sebaga agamamu.” {QS al-Mâ`idah : 3}. *****
  • 17. *** 18 *** FAIDAH 12 Diantara keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, di dalamnya ada hari Nahar (Penyembelihan) dan hari al-Haj al-Akbar (Haji Besar), yaitu hari yang paling agung di sisi Allâh ‫,ﷻ‬ sebagaimana disebutkan di dalam hadits Nabi ‫ﷺ‬ : “Sesungguhnya, hari-hari yang paling agung di sisi Allâh adalah hari Nahar dan hari Qorr.8”9 ***** 8 Hari Qorr (menetap) adalah hari setelah hari Nahar (penyembelihan). Dikatakan hari Qor karena manusia saat itu yaqirrûna fîhi (menetap di dalamnya) saat di Mina, selepas mereka selesai thowaf idhôfah dan penyembelihan lalu mereka beristirahat. 9 HR Abu Dawud (1765) dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani
  • 18. *** 19 *** FAIDAH 13 Beramal shalih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini lebih utama daripada hari-hari lainnya, karena kemuliaan waktunya dipandang dari sisi penduduk Madinah, dan kemuliaan waktu dan tempatnya ditinjau dari jamaah haji di Baitullah al-Haram (Rumah Allâh yang suci). *****
  • 19. *** 20 *** FAIDAH 14 Para ulama salaf yang shalih -semoga Allah merahmati mereka-, pada 10 hari awal Dzulhijjah ini begitu sangat bersemangat dan bersungguh-sungguh melakukan berbagai amal ketaatan. Mereka memuliakan momen ini dengan penghormatan yang paling tinggi. Sa’id bin Jubair rahimahullâhu saat memasuki 10 hari pertama Dzulhijjah, beliau sangat bersungguh-sungguh (beribadah) sampai-sampai beliau nyaris tidak mampu lagi (beribadah)! Beliau sangat menghasung untuk beribadah pada malam 10 hari pertama Dzulhijjah dengan mengatakan : “Janganlah kalian mematikan obor-obor (lampu) rumah kalian saat 10 malam pertama Dzulhijjah” Abu ‘Utsman an-Nahdi rahimahullâhu berkata : “Para salaf dahulu sangat memuliakan tiga jenis 10 hari, yaitu 10 hari akhir Ramadhan, 10 hari awal Dzulhijjah dan 10 hari awal Muharam.” *****
  • 20. *** 21 *** FAIDAH 15 Hendaknya seorang muslim bersegera menggunakan 10 hari awal Dzulhijjah ini, baik siang dan malamnya, untuk beribadah dan beramal shalih, dan mengisi waktu- waktunya dengan amal ketaatan dan qurbah (mendekatkan diri kepada Allâh). Suatu hal yang aneh, kita dapati betapa kita begitu rajin dan bersemangatnya, serta bersungguh-sungguh di dalam beramal di bulan Ramadhan, namun kita bermalas-malasan dan loyo beramal di hari-hari yang mulia ini. Padahal 10 hari awal Dzulhijjah ini lebih agung daripada Ramadhan, dimana beramal di dalamnya itu lebih dicintai dan lebih utama di sisi Allâh ‫.ﷻ‬ *****
  • 21. *** 22 *** FAIDAH 16 Waspadalah dan jauhilah dari menyia-nyiakan waktu di sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah ini, seperti : • terlalu banyak tidur • ngobrol tidak jelas (qîla wa qôla) • menonton TV dan video (tidak bermanfaat) • dan sibuk dengan medsos. Karena momen ini adalah musim keberuntungan dan kesempatan yang takkan tergantikan. *****
  • 22. *** 23 *** FAIDAH 17 Amal yang paling utama di 10 hari awal Dzulhijjah ini adalah Haji Mabrur. Kata Nabi ‫,ﷺ‬ “Haji mabrur itu tidaklah akan memperoleh balasan kecuali surga.”10, terutama haji wajib. Momen ini tiba dengan aspek kebaikan yang paling lengkap, berupa pelaksanaan kewajiban dan menjauhi segala yang haram, yang digabungkan dengan perbuatan baik kepada orang lain, seperti menyebarkan salam dan memberi makan. Terlebih lagi jika dikombinasi dengan banyak berdzikir kepada Allâh ‫,ﷻ‬ berduyun-duyun dan berbondong-bondong mengangkat suara saat talbiyah…11 ***** 10 HR Bukhari (1773) dan Muslim (1349) 11 Lathâ`iful Ma’ârif karya Ibnu Rojab (hal. 264) dan Fathul Bârî karya Ibnu Rojab (IX/14)
  • 23. *** 24 *** FAIDAH 18 Disunnahkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah ini untuk memperbanyak bedzikir kepada Allâh ‫ﷻ‬ di setiap waktu dan di segala keadaan, baik saat berdiri atau duduk bahkan saat berbaring sekalipun, termasuk saat sedang berkendara atau sedang berjalan kaki. *****
  • 24. *** 25 *** FAIDAH 19 Disunnahkan juga memperbanyak tahlil12 , takbir13 dan tahmîd14 , sebagaimana sabda Nabi ‫ﷺ‬ : “Perbanyaklah di dalamnya tahlîl, takbir dan tahmîd.”15 Allâh ‫ﷻ‬ berfirman tentang jamaah haji di Baitul Haram : “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allâh di hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak.” [QS al-Hajj : 28]. ***** 12 mengucapkan Lâ ilâha illallâh, pent. 13 mengucapkan Allâhu Akbar, pent 14 mengucapkan alhamdulillâh, pent. 15 HR Ahmad (5446) dan dishahihkan oleh pentahqiq Musnad Ahmad
  • 25. *** 26 *** FAIDAH 20 Bertakbir bersamaan dengan tasbih, tahmid dan tahlil, adalah amal shalih yang langgeng, persemaian surga dan perkataan yang lebih dicintai Allah dan dicintai Nabi kita ‫,ﷺ‬ dilakukan dari semenjak terbitnya matahari. Hendaknya ketika berdzikir di waktu-waktu ini dengan cara mengangkat suara, dikerjakan baik saat berdiri atau duduk, berkendara atau berjalan, di dalam rumah atau di luar rumah, di masjid, jalanan, pasar dan semua tempat yang memungkinkan. *****
  • 26. *** 27 *** FAIDAH 21 Hendaknya bagi para panutan dan kaum muslimin pada umumnya, untuk menampakkan takbir (izhhârut takbîr), baik itu di perkumpulan, pertemuan ataupun di rumah- rumah. Tidak mengapa menyiarkan takbir ini dengan berbagai macam media elektronik agar dapat tersiar di berbagai penjuru wilayah. *****
  • 27. *** 28 *** FAIDAH 22 Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairoh -semoga Allâh meridhai mereka-, pernah keluar ke pasar pada 10 hari awal Dzulhijjah sambil bertakbir. Lalu manusia pun ikut bertakbir dengan cara takbir kedua sahabat ini. Maimun bin Mahran, salah satu ulama tabi’in rahimahulâhu berkata : “Saya menjumpai orang-orang, mereka semua pada serentak bertakbir di 10 hari awal Dzulhijjah, sampai- sampai saya menyerupakan mereka seperti gemuruh ombak, saking banyaknya.” *****
  • 28. *** 29 *** FAIDAH 23 Sembari bertakbir di 10 hari Dzulhijjah ini, kita mengharapkan berita gembira berupa kemenangan dan pertolongan Allâh ‫.ﷻ‬ Karena dengan takbirlah Khaibar dan wilayah lainnya terbuka (ditaklukkan) dan musuh-musuh dapat dikalahkan, dengan izin Allâh tentunya. *****
  • 29. *** 30 *** FAIDAH 24 Takbir itu ada dua macam : 1. muthlaq (secara bebas) 2. dan muqoyyad (secara terikat). Adapun takbir muthlaq, maka dikerjakan di seluruh 10 hari awal Dzulhijjah hingga hari terakhir hari tasyriq, dan dikerjakan di seluruh waktu, di segala keadaan dan setiap tempat, serta di setiap kondisi diperbolehkan di dalamnya berdzikir kepada Allâh ‫,ﷻ‬ serta seorang muslim mengeraskan dan mengangkat suaranya saat itu. Allâh ‫ﷻ‬ berfirman : “Dan agar mereka menyebut nama Allâh di hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak.” {QS al-Hajj : 28} *****
  • 30. *** 31 *** FAIDAH 25 Takbir muqoyyad dikerjakan selepas sholat fardhu (wajib). Pelaksanaannya dimulai dari sholat shubuh hari ‘Arofah bagi selain jamaah haji16 dan berakhir setelah Ashar pada hari ketiga hari tasyriq. ***** 16 karena jamaah haji takbirnya dimulai dari setelah zhuhur hari nahar
  • 31. *** 32 *** FAIDAH 26 Berupaya menentukan pemilihan waktu untuk takbir muthlaq dan muqoyyad sebagaimana ditunjukkan berbagai atsar yang beraneka macam dari sahabat Rasulullah ‫ﷺ‬ dan para salaf. Diantara redaksi takbir yang paling terkenal yang berasal dari atsar adalah : “Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar. Lâ ilâha illallâh wallâhu akbar. Allâhu Akbar walillâhil Hamd.” Dalam hal ini, urusannya lapang dan luas. *****
  • 32. *** 33 *** FAIDAH 27 Disunnahkan berpuasa sunnah 9 hari awal Dzulhijjah atau sejumlah hari yang menurutnya mudah. Berkenaan puasa sunnah ini, ada sejumlah hadits yang menerangkannya dan ditetapkan pula oleh sejumlah salaf. Puasa itu sendiri adalah penggugur dosa dan perisai dari neraka dan keburukan. Kata Nabi ‫ﷺ‬ : “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allâh, maka Allâh jauhkan wajahnya dari neraka sejauh 70 kharif (jarak perjalanan).”17 ***** 17 HR Bukhari (2840) dan Muslim (1153)
  • 33. *** 34 *** FAIDAH 28 Puasa Arofah -bagi selain jamaah haji- adalah sunnah Nabi yang mulia dan keberuntungan yang besar. Puasa ini dapat menggugurkan dosa 2 tahun, sebagaimana sabda Nabi ‫ﷺ‬ : “Puasa pada hari Arofah, saya berharap kepada Allâh untuk bisa menggugurkan dosa setahun yang telah lalu dan setahun setelahnya.”18. ***** 18 HR Muslim (1162)
  • 34. *** 35 *** FAIDAH 29 Yang lebih utama dan lebih sempurna di dalam puasa sunnah yang spesifik (mu’ayyan), seperti puasa Arofah, hendaknya diniatkan puasa semenjak dari malam hari, agar mendapatkan pahala yang lebih sempurna tidak kurang. *****
  • 35. *** 36 *** FAIDAH 30 Hendaknya mempersiapkan isteri, anak dan orang yang berada di bawah tanggungannya (seperti pembantu) untuk mengerjakan puasa Arofah. Said bin Jubair rahimahullâhu berkata : “Bangunkan pelayan kalian bersahur untuk berpuasa hari Arofah”. *****
  • 36. *** 37 *** FAIDAH 31 Berusahalah untuk mengenggelamkan dosa-dosamu pada hari Arofah bersamaan dengan tenggelamnya matahari di hari itu. *****
  • 37. *** 38 *** FAIDAH 32 Diantara transaksi menguntungkan di 10 hari Dzulhijjah ini adalah, mengkhatamkan al-Qur’an secara penuh, disertai dengan tadabbur dan pemahaman. Karena sesungguhnya Allâh memberikan ganjaran pahala bagi setiap hurufnya hingga 10 kalinya. Dan di 10 hari Dzulhijjah ini akan dilipatgandakan lagi dibandingkan hari lainnya. *****
  • 38. *** 39 *** FAIDAH 33 Nabi ‫ﷺ‬ bersabda : “Seutama-utama sholat setelah sholat wajib adalah sholat lail (malam).”19. Seorang muslim tidak sepatutnya hanya membatasi semangatnya untuk sholat malam di bulan Ramadhan saja, namun hendaknya ia juga bersemangat melaksanakan sholat malam di 10 hari Dzuhijjah ini. ***** 19 HR Muslim (1163)
  • 39. *** 40 *** FAIDAH 34 Berusahalah anda untuk menjadi orang yang memperoleh bagian di hari-hari spesial ini sebagaimana firman Allâh ‫ﷻ‬ ini : “Dan orang-orang yang memohon ampunan di waktu sahur (sebelum fajar).” {QS Ali ‘Imrân : 17}. Dan juga firman-Nya : “Dan mereka itu sangat sedikit tidur di waktu malam, sedangkan pada waktu sahur (akhir malam) mereka memohon ampunan- Nya” {QS adz-Dzâriyat : 16-17}. Waktu sahur ini adalah waktu turunnya Allâh (di langit dunia), diterimanya permohonan ampun (istighfar), diijabahinya doa dan dipenuhinya permintaan orang-orang yang meminta. Ya Allâh, janganlah kau jauhkan karunia- Mu dari kami. *****
  • 40. *** 41 *** FAIDAH 35 Sedekah termasuk amal ketaatan paling mulia. Sedekah itu adalah argumentasi yang terang bagi pelakunya dan bukti atas ketulusan imannya. Pelaku sedekah berada di bawah naungannya pada hari kiamat, yang membentengi dari serangan keburukan, menggugurkan dosa, memadamkan kemurkaan sang Rabb, penyebab turunnya keberkahan di dalam harta dan bertambahnya rezeki. Allâh akan memberikan kesuksesan bagi pelaku sedekah, dan bersedekah di 10 hari ini tentunya lebih utama daripada hari lainnya. *****
  • 41. *** 42 *** FAIDAH 36 Diantara amalan yang paling dicintai oleh Allâh ‫ﷻ‬ adalah, memasukkan kegembiraan ke dalam hati saudara muslim, baik itu dengan cara menyambung relasi, bersedekah, atau membantu memenuhi kebutuhannya. Lantas bagaimana apabi
  • We Need Your Support
    Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

    Thanks to everyone for your continued support.

    No, Thanks