44-96-1-PB

Please download to get full document.

View again

of 8
10 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Answerkey
Document Share
Document Tags
Document Transcript
    ISSN : 2460-1608     Jurnal Teknika STTKD Vol.2 No. 1, Juli 2015  | 1 ANALISIS STRUKTUR MIKRO CORAN PENGENCANG MEMBRAN PADA ALAT MUSIK DRUM PADUAN ALUMINIUM DENGAN CETAKAN LOGAM Indreswari Suroso 1)   1) Program Studi Aeronautika, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan, Yogyakarta Abstrak Pengecoran logam adalah proses produksi untuk membentuk sebuah coran dengan jalan menuang logam cair panas kedalam cetakan kemudian dibiarkan mendingin dan membeku. Cetakan logam adalah cetakan yang digunakan satu kali cor menghasilkan banyak coran sehingga produktivitasnya tinggi dan ekonomis cocok dan cocok untuk benda berukuran kecil.  Diameter butiran coran logam sangat dipengaruhi oleh bahan coran dan kekerasan bahan tersebut. Makin kecil diameter butiran maka kekerasan coran makin tinggi dan bersifat getas, sebaliknya makin besar diameter butiran maka kekerasannya makin rendah dan bersifat lunak.  Hasil pengujian struktur mikro bahwa diameter butiran Zn lebih besar dibandingkan butiran Aluminium. Semakin besar diameter butiran maka kekerasan material semakin rendah dan bersifat lunak. Semakin kecil diameter butiran maka kekerasan material semakin tinggi dan bersifat getas. Kekerasan coran lug paduan Al lebih tinggi dibandingkan lug asli paduan Zn. Hal ini disebabkan diameter butiran aluminium lebih kecil dibandingkan diameter butiran Zn.  Kata kunci  : cetakan logam, pengecoran aluminium, casting Pendahuluan Berbagai alat musik memiliki suara yang berbeda tingkat kenyaringannya. Salah satu alat musik yang akan diteliti adalah alat musik drum, drum dapat berbunyi nyaring jika dibuat dengan bahan yang berkualitas. Lug adalah alat pengencang pada drum, terbuat dari paduan Zn sehingga  penelitian ini mencoba pembuatan lug dari paduan aluminium agar lebih ringan, tahan korosi, dan mudah diproduksi. Cara pembuatan lug ini dengan cara pengecoran logam, dengan bahan coran adalah paduan Al dan cetakan coran berasal dari cetakan logam. Pengecoran logam adalah proses produksi untuk membentuk sebuah coran dengan jalan menuang logam cair panas kedalam cetakan kemudian dibiarkan mendingin dan membeku. Cetakan logam adalah cetakan yang digunakan satu kali cor menghasilkan banyak coran sehingga produktivitasnya tinggi dan ekonomis cocok dan cocok untuk benda berukuran kecil. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Apa pengaruh diameter butiran coran terhadap kekerasan coran? (2) Bagaimana bentuk butir dan struktur mikro dari hasil coran? Kemudian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diameter butiran coran terhadap kekerasan coran dan untuk mengetahui bentuk butir dan struktur mikro dari hasil coran.    ISSN : 2460-1608     Jurnal Teknika STTKD Vol.2 No. 1, Juli 2015  | 2 Tinjauan Pustaka dan Pengembangan Hipotesis Aluminium (Al) merupakan logam ringan yang mempunyai sifat tahan terhadap korosi dan hantaran listrik yang baik. Aluminium biasa dipergunakan untuk peralatan rumah tangga, material  pesawat terbang, otomotif, kapal laut, konstruksi dan lain–lain. Untuk mendapatkan peningkatan kekuatan mekanik, biasanya logam aluminium dipadukan dengan dengan unsur Cu, Si, Mg, Zn, Mn, Ni, dan unsur lain [1]. Menurut Raharjo dkk [2] bahwa pengujian struktur mikro pada penelitian ini bertujuan untuk melihat morfologi dan karakteristik dari hasil pengecoran material ADC 12 sebelum dan setelah dilakukan  Remelting  sebagai berikut: Gambar A Gambar B Gambar C Pengecoran Al sebelum dan setelah remelting Keterangan gambar: a.   Pengecoran Al sebelum remelting b.   Pengecoran Al setelah remelting c.   Struktur mikro paduan hypoeutectic (1.65-12.6 % Si) Selama proses pembekuan, dengan menurunnya temperatur maka kelarutan hidrogen didalam aluminium menurun. Hal ini menyebabkan hidrogen akan keluar dari sel satuan dan membentuk gelembung-gelembung H2. Sebagian gelembung-gelembung ini tidak sempat keluar ke udara dan tetap berada didalam logam yang kemudian akan membentuk porositas. Pada cetakan pasir, selain    ISSN : 2460-1608     Jurnal Teknika STTKD Vol.2 No. 1, Juli 2015  | 3 gas hidrogen yang terlarut didalam aluminium cair, terdapat juga zat-zat organik yang tercampur didalam pasir. Zat-zat organik ini akan membentuk gas pada saat pasir bersentuhan dengan logam cair. Sedangkan cetakan logam relatif lebih bersih dari zat-zat pembentuk gas. Cetakan logam memberikan sifat yang baik pada logam cor aluminium karena cacat akibat porositas lebih sedikit daripada jenis cetakan yang lainnya serta kekerasan yang paling tinggi. Cetakan pasir akan memberikan sifat yang lebih ulet pada logam cor aluminium, namun cacat porositas sedikit lebih banyak daripada cetakan logam seperti pada gambar D dan E adalah gambar struktur mikro coran Al dengan cetakan pasir dan cetakan logam. Logam yang dicor adalah aluminium.  Analisa data menunjukkan bahwa cacat cor yang paling banyak terdapat pada spesimen yang menggunakan cetakan semen, dan yang paling sedikit adalah pada spesimen yang menggunakan cetakan logam. Sebaliknya kekerasan yang paling tinggi adalah pada cetakan logam dan yang paling rendah adalah pada cetakan semen. Sedangkan kualitas produk cor aluminum yang menggunakan cetakan pasir dan keramik berada diantara cetakan pasir dan cetakan keramik [3].  Gambar D. Struktur mikro coran Al menggunakan cetakan pasir Gambar E. Struktur mikro coran Al menggunakan cetakan logam    ISSN : 2460-1608     Jurnal Teknika STTKD Vol.2 No. 1, Juli 2015  | 4 Salah satu metode dalam proses pengecoran adalah pengecoran centrifugal yang pada umumnya digunakan untuk menghasilkan benda berbentuk silinder atau benda kerja yang simetris pada cetakan yang berputar. Oleh karena itu perlu dikaji lebih lanjut tentang pengaruh variasi kecepatan  putar cetakan terhadap kualitas pengecoran alumunium yang meliputi sifat mekanik (kekerasan) dan struktur mikro. Variasi kecepatan yang dipilih sebesar 150 rpm, 180 rpm dan 200 rpm. Pada  pengamatan struktur mikro, bentuk butir yang dihasilkan pengecoran centrifugal secara umum  berbentuk equiaxed dan columnar dengan orientasi kemiringan sesuai dengan arah putaran mesin. Dari hasil uji kekerasan Vickers, terlihat bahwa variasi putaran 200 rpm menunjukkan angka kekerasan yang lebih besar dibandingkan dengan variasi putaran lainnya [4]. Landasan Teori Pengecoran adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan bagian dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Logam cair akan dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan yang memiliki rongga sesuai dengan bentuk yang diinginkan setelah logam cair memenuhi rongga dan kembali ke bentuk padat, selanjutnya cetakan diangkat dan hasil cor diambil. Hasil coran yang berkualitas menghasilkan pola yang berkualitas tinggi, baik dari segi konstruksi, dimensi, material pola, dan kelengkapan lainnya. Pola digunakan untuk memproduksi cetakan. Cairan logam tersebut membeku karena proses pendinginan setelah cairan membeku, cetakan dibongkar. Pasir cetak, inti, dan benda tuang dipisahkan, pasir cetak bekas masuk ke instalasi daur ulang, inti bekas dibuang, dan benda tuang diberikan ke bagian  finishing untuk dibersihkan dari kotoran dan dilakukan pemotongan terhadap sistem saluran pada benda tersebut setelah  finishing  selesai apabila benda perlu perlakuan panas maka diproses di bagian perlakuan panas. Material cetakan produk cor mempunyai sifat dan karakter sendiri, seperti: permeabilitas, kekuatan tekan, dan konduktivitas panas. Sifat-sifat ini sangat berpengaruh terhadap kualitas produk cor. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan bahan cetakan: logam, pasir, keramik, dan semen. Metode Penelitian Alat penelitian yang digunakan pada penelitian ini antara lain cetakan logam, alat uji mikroskop optik, dan alat uji struktur mikro. Bahan penelitian yang digunakan adalah lug asli paduan Zn dan Coran dari paduan Al. Cara kerja penelitian ini adalah a) bahan coran Al dimasukkan dalam dapur pengecoran, b) logam cair bahan coran Al dituangkan dalam cetakan logam, c) cairan logam ditunggu sampai membeku, lalu diangkat dan dipisahkan dari cetakan, d) hasil coran diteliti menggunakan alat uji mikroskop optik, dan struktur mikro. Bagan alir penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks