44-49-172-1-10-20171227 (1)

Please download to get full document.

View again

of 8
4 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
44-49-172-1-10-20171227 (1)
Document Share
Document Transcript
  Majapahit Techno, Agustus 2017, Hal. 41-48 ISSN : 2087-9210   Vol. 6 No. 2   41   Studi Perencanaan Struktur Jembatan  Pile Group Slab  Dengan Menggunakan Beton Komposit Dan Pelat buhul Ruas tol mojokerto kertosono   STUDI PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN PILE GROUP SLAB  DENGAN MENGGUNAKAN BETON KOMPOSIT DAN PELAT BUHUL RUAS TOL MOJOKERTO KERTOSONO    Nur Afni Istikomqh 1 , M.Adik Rudiyanto,ST.,MT. 2   1 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit Contact Person : Email : rudianto4@gmail.com  ABSTRACT Planning of the structure of the bridge pile group slab, is the structure of brantas south side brantas approach on the construction of the Mojokerto-Kertosono toll road STA.7 + 062 -STA.6 + 642 which has a span length of 267 m with a width of 12.7 m. The planning of the bridge structure starts from the literature review using RSNI T-02-2005, the primary data consists of data loading and foundation support capacity, secondary data consisting of data sondir and SPT, lab data, and design data. Data analysis starts from calculation of upper structure and calculation of bottom structure and make scheduling of job implementation. From the calculation result of structural planning of bridge pile group slab obtained bridge construction with span length 10 m and width 12,7 m, floor plate used precast half slab system with total thickness 40 cm and thickness of asphalt pavement 10 cm. In the barrier structure used reinforced concrete system, Barrier height 125 cm. In the bracing structure using two ways, composite and bevel concrete, bracing dimension using double channel profile 150 x 75 x 6,5 x 10 for upper and lower horizontal bracing, while diagonal bracing dimension  profile 200 x 90 x 8 x 13,5. The dimensions of concrete beams on composite concrete bracing are 200 x 200 mm for upper and lower horizontal bracing, while diagonal bracing is 250 x 250 mm. The bottom structure uses a 60 cm diameter pile foundation with a depth of 16 m. Construction management is different from scheduling of job implementation and duration of time. The result of the scheduling of work implementation using concrete  bracing concrete need for bracing casting job and finishing so that all work takes ± 46 days, whereas bracing using knitting plates need only bolt installation so all work takes ± 41 days. Keywords Pile Slab Bridge Group, Composite Concrete, Buhul Plates, Construction Management. 1. PENDAHULUAN Pembangunan di Indonesia semakin  berkembang seiring bertambahnya populasi manusia dan kemajuan teknologi. Konstruksi  bangunan juga semakin berkembang seiring  berjalannya waktu. Pada suatu pembangunan  pasti ada suatu perencanaan sebelum bangunan didirikan (Supriyadi, 2009). Perencanaan struktur jembatan  pile group slab  (Zona II) sisi selatan, merupakan bangunan struktur  pendekat jembatan Brantas sisi selatan pada  pembangunan ruas tol Mojokerto-Kertosono STA.7+062 - STA.6+642 yang mempunyai  panjang bentang 267 M dengan lebar 12,7 M. Pada struktur jembatan  pile group slab  ini, terdapat 30 segmen  pile group slab  dimana setiap segmen pile group terdiri dari 10 titik tiang pancang, sehingga struktur bangunan  bawah diaplikasikan dengan bracing / ikatan angin sebagai penahan gempa (Gunaryanto, 2015). Tugas Akhir ini akan membahas tentang “stu di perencanaan struktur jembatan  pile group slab  dengan menggunakan beton komposit dan pelat buhul pada ruas tol Mojokerto- Kertosono”, untuk mendapatkan hasil analisa perhitungan struktur jembatan dengan dua metode bracing yang menggunakan beton komposit dan pelat buhul serta membandingkan dari segi pelaksanaan  pekerjaan dan durasi waktu.  2. METODE Jembatan Pile Group Slab   Jembatan  Pile Group Slab   merupakan  bangunan struktur pendekat jembatan Brantas sisi selatan pada pembangunan ruas tol Mojokerto-Kertosono dengan pelat lantai yang  Majapahit Techno, Agustus 2017, Hal. 41-48 ISSN : 2087-9210   Vol. 6 No. 2   42 Studi Perencanaan Struktur Jembatan  Pile Group Slab  Dengan Menggunakan Beton Komposit Dan Pelat Buhul Ruas Tol Mojokerto Mertosono   menggunakan sistim  precast half slab , dimana struktur bangunan bawah terdiri dari beberapa tiang pancang untuk penyangga struktur atas  jembatan yang disatukan dengan bracing / ikatan angin sebagai penahan gempa (Setiawan, 2015). Bracing (  Ikatan Angin)    Bracing  biasa disebut dengan ikatan angin adalah ikatan menyilang pada bagian  bawah jembatan. Fungsi dari bracing   adalah untuk meneruskan beban angin kepada struktur induk rangka jembatan. Ikatan angin dapat ditempakan dibagian atas struktur  jembatan (rangka tertutup) dan dibawah lantai  jembatan. Pondasi Pondasi berfungsi untuk memikul beban di atas dan meneruskannya ke lapisan tanah  pendukungnya tanpa mengalami konsolidasi atau penurunan yang berlebihan. Adapun hal yang diperlukan dalam perencanaan pondasi diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Daya dukung tanah terhadap konstruksi; 2 .Beban  –   beban yang bekerja pada tanah baik secara langsung maupun tidak langsung; 3. Keadaan lingkungan seperti banjir, longsor dan lainnya. Pembebanan Dalam perencanaan pembebanan disesuaikan dengan peraturan yang dikeluarkan Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum yaitu  RSNI T-02-2005  Standar Pembebanan Untuk Jembatan. Standar ini menetapkan ketentuan pembebanan dan aksi  –  aksi lainnya yang akan digunakan dalam  perencanaan jembatan jalan raya termasuk  jembatan pejalan kaki dan bangunan  –   bangunan sekunder yang terkait dengan  jembatan. Manajemen Konstruksi Manajemen proyek konstruksi adalah  penerapan dari pengetahuan, keahlian,  peralatan dan cara  –   cara yang digunakan untuk kegiatan proyek guna memenuhi kebutuhan dan kepuasan dari pengguna proyek (Prianto, 2008). Rencana kerja pada proyek konstruksi dapat dibuat dalam bentuk sebagai  berikut : 1.   Kurva S Kurva S adalah kurva yang menggambarkan kumulatif progress  pada   setiap waktu dalam  pelaksanaan pekerjaan. 2.    Bar chart     Bar chart   adalah sekumpulan daftar kegiatan yang disusun dalam kolom arah vertikal. Kolom arah horizontal menunjukkan skala waktu. 3.    Network planning  Network planning   adalah hubungan ketergantungan antara bagian  –   bagian  pekerjaan ( variables ) yang digambarkan / divisualisasikan dalam diagram network. 3.   HASIL DAN PEMBAHASAN Data Teknis Proyek Pada proyek pembangunan struktur pendekat  jembatan Brantas  pile group slab  (Zona II) sisi selatan ruas tol Mojokerto-Kertosono STA.7+062  –   STA.6+642, yaitu  pile group 1 (PG 1) dan  pile group 2 (PG 2)  dengan  panjang bentang 10m dan lebar 12,7m . Data-data struktur jembatan  pile group slab : 1.   Panjang bentang : 10 m 2.   Lebar total jembatan : 12,7 m 3.   Tebal total slab lantai jembatan: 0,40 m 4.   Tebal lapisan aspal +  overlay  : 0,10 m 5.   Lebar   barrier   : 0,50 m 6.   Tinggi barrier : 1,25 m 7.   Jarak as ke as  pile group : 6 m 8.   Jarak antar  spun pile  : 3 m Perhitungan Struktur Atas ( Upper  Structure ) Gambar struktur atas jembatan  pile group slab dapat dilihat pada gambar 4.1 Gambar 1. Struktur atas jembatan  pile  group slab (Sumber : Gambar kerja PT.Adhi Karya Persero, Tbk, 2015)    Majapahit Techno, Agustus 2017, Hal. 41-48 ISSN : 2087-9210   Vol. 6 No. 2   43 Studi Perencanaan Struktur Jembatan  Pile Group Slab  Dengan Menggunakan Beton Komposit Dan Pelat Buhul Ruas Tol Mojokerto Mertosono   Mutu beton, K - 350 MPa Kuat tekan beton, [  fc '] : 29,05 MPa Modulus elastik, [E c ] : 25.333 MPa Momen rencana  slab , [M U ]: 274,665 kNm Tulangan Lentur, Digunakan tulangan, D16  –   125 Digunakan tulangan, D22  –   100 Gaya geser ultimit rencana, [V u ] : 898.635 N Tulangan Geser, Digunakan tulangan, D16 Jarak arah X = 100 mm Jarak arah Y = 200 mm Dimensi barrier dapat dilihat pada gambar 2. Tebal barrier  , [t  b1 ] : 0,30 m Lebar barrier  , [l  b ] : 0,50 m Tinggi barrier  , [t  b2 ] : 1,25 m Beban rencana pada barrier  , [P]: 100 kN Momen pada barrier  , [M] : 125 kNm Digunakan tulangan, D16 -150 Digunakan tulangan, D 10 - 200 Dimensi  precast half slab dapat dilihat pada gambar 3. Tebal half slab , [t h ] : 200 mm Lebar half slab , [b h ]   : 1.250 mm Panjang half slab , [L o ] : 5.000 mm Mutu beton, K - 350 Kuat tekan beton, [  fc’  ] : 29,05 MPa Mutu baja, U - 40 Tulangan terpasang, Tulangan longitudinal, Digunakan tulangan, 9 D22 Luas sengkang, [A s ] : 3.421 mm 2  A s   tul x D 2  A s  = 3,14 / 4 x 9 x 22 2  A s  = 3.421  mm 2 Tulangan melintang, digunakan tulangan, D16 - 125 Luas sengkang, [A s ] : 1.608 mm 2  A s  x D 2 x 1000 / n tul  A s  = 3,14 / 4 x 16 2  x 1000 / 125 A s  = 1.608 mm 2  Beton decking  , [d c ] : 50 mm Perhitungan Struktur Bawah (  Sub  Structure ) Diameter tiang pancang, [Ø] : 0,60 m Panjang tiang pancang terbenam : 16 m Panjang tiang pancang menonjol diatas  permukaan tanah : 9 m Jarak As ke As tiang pancang arah [X] : 3 m Jarak As ke As tiang pancang arah [Y] : 2,50 m Jarak pusat tiang pancang terhadap sisi luar  pile cap , [a] : 1 m Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang. P ijin  = A x q c  / 3 + K x L x q t  / 5  Nilai konus rata-rata,(Data sondir) [q c ]: 70 kg/cm 2 [q c ] : 7.000 kN/m 2  nilai hambatan lekat rata-rata, (Data sondir) [q t ] : 1 kg/cm 2 [q t ]   : 100 kN/m 2  Luas penampang tiang pancang, [A  p ]: 0,2826 m 2  A  p   2  A  p  = 3,14 / 4 x 0,60 2  A  p  = 0,2826 m 2  Keliling penampang tiang pancang, [K ]: 1,88 m K = 3,14 x 0,60 K = 1,88 m Panjang tiang pancang terbenam, [L] : 17 m Daya dukung ijin tiang pancang, [P ijin ] : 1.298,60 kN P ijin  = A x q c  / 3 + K x L x q t  / 5 P ijin  = 0,2826x7000/3+1,88x17x100/5 Gambar 2.  Barrier (Sumber : Gambar hasil analisa, Gambar 3.  Precast    half slab  (Sumber : Gambar hasil analisa, 2017)  Majapahit Techno, Agustus 2017, Hal. 41-48 ISSN : 2087-9210   Vol. 6 No. 2   44 Studi Perencanaan Struktur Jembatan  Pile Group Slab  Dengan Menggunakan Beton Komposit Dan Pelat Buhul Ruas Tol Mojokerto Mertosono   P ijin  = 1.298,60 kN Efisiensi kelompok tiang pancang, E f   = [2x(n y +n x - y xn x ) E f   = [2x(5+2-2)x2,5+4x0,6]/(3,14x0,60x 5 x 2) E f   = 1,45 Daya dukung aksial ijin tiang pancang, P ijin  = P x E f   =1.298,60x 1,45 = 1.882,97 kN Diambil daya dukung aksial ijin tiang  pancang, [P ijin ] : 1.800 kN Mutu beton, K - 400 Kuat tekan beton, [  fc'  ] : 33,20 MPa Digunakan tulangan, 8 D16 Digunakan sengkang, 2 D10  –   150 Lebar  pile cap , [b  p ] : 1,20 m Tebal  pile cap , [t  p ] : 0,50 m Panjang  pile cap , [L  p ] : 12,70 m Momen rencana ultimit, [M u ]: 117,46 kNm   Mutu beton, K - 400 Kuat tekan beton, [  fc '] : 33,20 MPa Mutu baja, U - 40 Tegangan leleh baja, [  fy ]   : 400 MPa Tebal  pile cap , [h = t  p ] : 500 mm Digunakan tulangan, D19  –   200 Digunakan tulangan, D16 Jarak arah X, [s x ] : 500 mm Jarak arah Y, [s y ] : 500 mm Perhitungan Bracing / Pengikat Tiang Pancang   Diameter tiang pancang, [Ø]: 600 mm   Panjang  bracing   diagonal, [L d ] : 2.305 mm   Panjang bracing horizontal, [L h ] : 1.564 mm   Kemiringan bracing   diagonal, [α] : 45 o   Type  baut pada  clamp , : M24  Type  baut pada bracing, : M16 Direncanakan memakai profil double  C, 150 x 75 x 6,5 x 10 (untuk bracing   horizontal) Berat = 18,60 kg/m (Tabel Profil Konstruksi Baja, 1987)   I x  = 864 cm 4  I y  = 122 cm 4  i x  = 6,04 cm i y = 2,27 cm W x  = 115 cm 3  W y  = 23,60 cm 3  A = 23,71 cm 2 Direncanakan memakai profil double C, 200 x 90 x 8 x 13,5 (untuk bracing   diagonal) Berat = 30,30 kg/m I x  = 2.490 cm 4  I y  = 286 cm 4  i x  = 8,03 cm i y = 2,72 cm W x  = 249 cm 3  W y = 45,90 cm 3  A = 38,63 cm 2   Bracing  (Pengikat) Tiang Pancang Dengan Menggunakan Beton Komposit Perhitungan kuat tekan rencana dari bracing  beton komposit. Luas beton, A c  = 200 x 200 = 40.000 mm 2  Luas profil, A s  = 2.371 mm 2  Persyaratan bagi struktur komposit ditentukan dalam SNI 03-1729-2002 pasal 12.3.1. Luas  penampang profil baja minimal sebesar 4% dari luas total penampang. Periksa terhadap luas minimal profil baja, A s /A c x100%=2.371/40.000x100%=6%>4% (OK) Hitung tegangan leleh, Luas netto beton, A c =40.000  –  4.742=35.258 mm 2  Untuk profil baja yang diberi selubung beton, maka C 1  = 0,7 C 2  = 0,6 C 3  = 0,2 (LRFD 12.37) Tegangan leleh bracing komposit,  f  my   =  f   y   + C 1 x  f   yr    (A r   / A s ) x C 2  x  f  c ’   (A c  / A s )  f  my   = 240 + 0,7 x 400 (2.371 / 4742) + 0,6 x 20,75 (35.258 / 4.742)  f  my   = 472,57 Mpa Modulus elastisitas, E m  = E + C 3  x E c  (A c  / A s ) Gambar 4. Pembesian Struktur Bawah (Sumber : Gambar hasil analisa, 2017)
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks