44-131-1-PB

Please download to get full document.

View again

of 13
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
OK
Document Share
Document Transcript
  󰀱 MAKNA UCAPAN BAHAGIA DALAM INJIL MATIUS 5:1-12  Ruwi Hastuti  1   Abstraksi Makna kata ucapan “Berbahagialah” dalam Injil Matius 5 : 1-12 adalah berbahagia dalam situasi apapun, baik itu miskin,  berdukacita, lemah lembut, lapar, haus, murah hati, suci hati, membawa damai, dianiaya oleh karena kebenaran. Orang percaya yang sanggup melakukan hal-hal yang dikehendaki Allah, akan disebut orang-orang yang berbahagia dan mereka akan memiliki Kerajaan Allah. The Meaning of“Blessed” Saying in Matthew 5:1-12 Abstract The meaning of “Blessed” saying in Matthew 5:1-12 is being  blessed at any situation, such poverty, mourn, meek, hunger, thirsty, merciful, pure in heart, peacemakers, persecuted because of righteousness. Believers, who are capable to do God’s will, are going to be called blessed people, and they will have the kingdom of heaven.  Kata kunci: berbahagialah PENDAHULUAN Pada peristiwa dalam Matius 5 : 1-12 ini terjadi di sebuah bukit dimana Yesus sering mengajar dan  berkhotbah kepada orang banyak yaitu di sebuah bukit dekat Kapernaum. Ketika Yesus sudah mulai duduk, datanglah murid-murid- Nya untuk mendengarkan ajaran-Nya. Bagi seorang rabi atau guru, pada waktu ia duduk, biasanya murid-murid-Nya tahu bahwa sang guru atau rabi itu akan mulai berbicara dan mengajar mereka. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Yesus dalam Matius 13 : 2, 23: 2, 24: 3, 26: 55). Ajaran Yesus dalam peristiwa ini adalah  berbicara tentang ucapan bahagia. Kata “Berbahagialah” yang terdapat dalam ucapan-ucapan Yesus ini 1 Kaprodi PAK dan Dosen STT Intheos Surakarta  󰀲 merupakan sebuah kata yang khusus. Kata “Berbahagialah” dalam bahasa Yunani Maka,rioi Maka,rioi Maka,rioi Maka,rioi dalam  bentuk  adjective, nominative, masculine, plural no degree  from maka,maka,maka,maka,riojriojriojrioj , maka,riojmaka,riojmaka,rioj maka,rioj , i, ai, ai, a i, a , ion ion ion ion blessed, fortunate, happy  yang berarti diberkati, beruntung, berbahagia,  biasanya berada dalam .Jadi kata “Berbahagia” di sini adalah  berbahagia yang tidak dipengaruhi keadaan atau kondisi apapun.William Barclay menyatakan: Di dalam bahasa Yunaninya kata tersebut adalah makarios. Makarios adalah kata yang secara khusus menerangkan tentang para dewa. Jadi di dalam kekristenan terdapatlah kesukacitaan ilahi...orang-orang Yunani selalu menyebut nama Siprus dengan sebutan He makaria, yang berarti pulau Bahagia. Mereka melakukan itu karena mereka percaya bahwa  pulau Siprus sangat indah, kaya dan subur, sehingga setiap orang yang hidup di sana tidak perlu  pergi jauh untuk menemukan kehidupan yang berharga dan sempurna. 2  Jadi, kata Makarios mengungkapkan kesukacitaan yang mengandung rahasia di dalam dirinya sendiri: kebahagiaan yang begitu 2 William Barclay,  Pemahaman Alkitab  Setiap Hari Injil Matius Fs. 1-10 , (Jakarta: Gunung Mulia, 1983), 147. mendalam dan tidak tersentuh. Ucapan “Berbahagialah” di dalam khotbah di bukit itu berbicara tentang kesukacitaan yang datang kepada kita melalui penderitaan kita: kesukacitaan yang tidak bisa disentuh ataupun dihilangkan oleh kesedihan, kehilangan, kesakitan, kedukaan dan kuasa-kuasa yang lain. Sukacita yang diberikan Yesus itu bersinar melewati tangisan dan tidak akan dapat diambil atau dibinasakan oleh kuasa apapun di dalam kehidupan maupun kematian. Barclay juga menyatakan  bahwa: Kebesaran dari ucapan “Berbahagialah” di dalam Khotbah di Bukit adalah, bahwa ucapan-ucapan itu bukan merupakan sesuatu yang kosong mengenai masa depan yang indah. Ucapan-ucapan itupun bukanlah  janji-janji yang muluk-muluk tentang masa depan yang masih menjelang. Tetapi ucapan-ucapan itu merupakan teriakan kemenangan, karena adanya kesukacitaan tetap yang tidak akan pernah bisa diambil atau dibinasakan oleh apapun yang ada di dunia ini. 3  Dalam tulisan ini akan diuraikan delapan ucapan bahagia yang disampaikan Yesus kepada para  pendengar-Nya. 3  Ibid., 149.  󰀳 5: 1-2; Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: Dalam Matius 5 : 1-2 menyatakan  bahwa Yesus mengajar kepada orang  banyak di atas bukit, sehingga khotbah Yesus ini disebut Khotbah di Bukit. Pada waktu itu dijelaskan  bahwa banyak orang yang mengikuti- Nya untuk mendengarkan ceramah Yesus. Rick Warren menyatakan: ”Satu ciri khas yang mengesankan dari pelayanan Yesus adalah bahwa cara itu menarik perhatian orang  banyak. Orang banyak dalam jumlah yang besar.” 4  Pengajaran Yesus pada waktu di Bukit kepada orang banyak, Ia memakai metode ceramah. Leroy Ford mengatakan: ”Metode ceramah adalah suatu pidato yang disampaikan oleh seorang pembicara di hadapan sekelompok pendengar.” 5  Tuhan Yesus, pada waktu menyampaikan khotbah di Bukit di hadapan banyak orang, sehingga Ia memakai metode ceramah ini. Metode ceramah 4 Rick Warren, The Purpose Driven Church  (Malang: Gandum Mas, 2004), 213. 5 Leroy Ford,  A Primer for Teaching and Leader   (Bandung: Lembaga Literatur Baptis), 56. digunakan Yesus dengan tujuan untuk menyampaikan pengetahuan kepada  pendengar-Nya atau menafsirkan  pengetahuan tersebut. Dengan metode ceramah ini, Yesus mengharapkan supaya pendengar-Nya mengerti ajaran Yesus yang mendalam. Setelah mengerti, tujuan Yesus adalah supaya  para pendengar-Nya mengalami  perubahan dalam tingkah laku. Dr. Daniel Nuhamara mengatakan: Dengan metode ini Tuhan Yesus  berusaha menyampaikan  pengetahuan kepada murid-murid-Nya atau menafsirkan  pengetahuan tersebut. Melalui  pendekatan ini Ia mengharapkan dua tanggapan dari para  pendengar-Nya; pengertian mendalam dan perilaku baru (Band. Khotbah di Bukit, Mat 5-7). Melalui ceramah, Yesus juga mengajarkan serta memberikan  bimbingan kepada murid-murid- Nya. 6  Matius Pasal 5- 7 dalam peristiwa Khotbah di Bukit menunjukkan  bahwa Yesus memakai ceramah. Pasal 5: 1-2 dikatakan: ”Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada- Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka.” 6 Daniel Nuhamara,  Pembimbing  Pendidikan Agama Kristen  (Bandung: Jurnal Info Media, 2009), 138.  󰀴 William Barclay menyatakan  bahwa: Yesus mulai mengajar setelah Ia duduk. Kalau ada seorang rabi Yahudi secara resmi mengajar, ia akan duduk dan menyampaikan  pengajarannya. Memang sering  juga seorang rabi Yahudi menyampaikan pengajarannya sambil berdiri atau berjalan. Tetapi pengajaran yang resmi sebenarnya terjadi dengan sikap duduk di tempat yang telah disediakan.” 7  J.J.de Heer menyatakan bahwa : ”Seorang guru pada masa Alkitab duduk; sebab itu Matius mengatakan  bahwa Yesus duduk.” 8  Artinya bahwa seorang guru pada masa Alkitab, kalau mengajar dalam posisi duduk.Dari dua pernyataan ini, berarti Yesus mengajar dalam suasana yang resmi dan sangat penting. Ayat 2, kata legwnlegwnlegwnlegwn (legon) mempunyai bentuk nominative, singular, masculine, part.present active 9  dengan akar kata legwlegwlegwlegw (lego)  yang berarti sedang berbicara, mengatakan terus menerus. Jadi Yesus sedang berbicara dan itu dilakukan-Nya terus menerus. Barclay menyatakan bahwa: 7 Barclay, 142. 8 Heer, 70. 9 Ibid.  ,  249. Ungkapan ‘Yesus mulai  berbicara’ bukanlah suatu ungkapan biasa saja. Di dalam  bahasa Yunani ungkapan itu dipakai sebagai ungkapan yang menunjukkan ucapan yang penuh wibawa, serius dan khidmat. Ungkapan itu dipakai seseorang yang membuka isi hatinya dengan tulus ikhlas, dan melahirkan atau mengutarakan segala sesuatu yang ada di dalam pikirannya. 10  Ungkapan “Yesus mulai  berbicara” juga merupakan ciri metode ceramah. Kata “Yesus mulai  berbicara” dalam bahasa Yunani avnoi,xaj (anoixas)  dari kata dasar  avnoi,gw avnoi,gw avnoi,gw  avnoi,gw (anoigō) 11 dalam bentuk verb,  participle, aorist, active, nominative, masculine, singular, yang berarti terbuka. sto,masto,masto,masto,ma, atoj, to,  , atoj, to,  , atoj, to,  , atoj, to,  (stoma, atos, to)  adalah mouth 12  yang berarti mulut. Jadi artinya adalah bahwa Yesus telah atau mulai berbicara. Dalam konteks ini menekankan pada  pemulaian, yaitu Yesus mulai  berbicara. Dalam metode ceramah, guru lebih aktif berbicara dan murid cenderung pasif hanya diam mendengarkan. Akan tetapi dalam ceramah Yesus, Ia memulai-Nya dengan memakai pendahuluan yang 10 Barclay, 142-143. 11 Bible Works 7.   12 Ibid.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks