4396ARTIKEL_30_JUNI1

Please download to get full document.

View again

of 29
14 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
artikel
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  ANALISIS MINIMALISASI RESIKO DENGAN MEMBENTUK DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO PADA SELURUH INSTRUMEN YANG DIJUAL-BELIKAN DI PASAR UANG TAHUN 2000 S/D 2008 Oleh : Edy Suprianto, SE, MSi, Akt Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang  Abstact This paper examines the relationship between portofolio risk and the number of money in a diversified portofolio of Indonesia money in Money Market. The periode between januari 2000 until September 2008. From 15 money, 1 Deposite, 3 Indonesia Bank Sertification, and 1 Syari’ah Indonesia Bank Sertification on 70 percepton time series, Samples is get 283 instrument. These are taken to form sets of portofolios using both the Random Diversification Approach and tha Markowitz Mean-Variance Optimisation Approach. On average, a diversified portofolio of Indonesia stocks contains at least 7 randomly chosen securities, and than if used Markowitz approach, a portofolio of 7 securities is considered a diversified portofolio. The numbers sames with numbers if we used random approach. The result are suitable to the choice of the model specified and the method of estimation used. Keyword :  Risk, Money Market, Return, Random Diversification Approach and tha  Markowitz Mean-Variance Optimisation Approach. 1  Latar Belakang Pasar uang merupakan keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan. Pasar uang sering juga disebut pasar kredit jangka pendek. Kebutuhan akan adanya pasar uang dilatar belakangi adanya kebutuhan pengusaha untuk mendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi. Dengan demikian pasar uang memiliki fungsi sebag mempermudah masyarakat memperoleh dana-dana jangka pendek untuk membiayai modal kerja atau keperluan jangka pendek lainnya; memberikan kesempatan masyarakat  berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU); dan menunjang program pemerataan pendapatan  bagi masyarakat Pasar uang merupakan bagian dari pasar finansial, dimana berhubungan dengan supply  dan demand   akan dana jangka panjang. Alasan kenapa pasar uang dibutuhkan dalam sistem perekonomian adalah banyaknya perusahaan serta individu yang mengalami arus kas yang tidak sesuai antara inflows dan outflows.  Misalnya, perusahaan melakukan penagihan dari klien pada periode tertentu dan pada waktu yang lain ia harus mengeluarkan uang untuk menutupi biaya operasionalnya. Untuk mengatasi masalah tersebut (perusahaan pada saat kasnya mengalami defisit), maka perusahaan tersebut sementara dapat memasuki pasar uang sebagai peminjam dengan mencari lembaga keuangan atau pihak lain yang memiliki surplus (kelebihan) dana. Selanjutnya, pada saat  perusahaan tersebut mengalami surplus dana, maka perusahaan tersebut menjadi kreditor 2  dalam pasar uang untuk memperoleh pendapatan daripada membiarkan danaya tak terpakai atau idle Oleh karena itu, pasar uang berfungsi untuk menjembatani adanya kesenjangan antara penerimaan dan pengeluaran dana; menutup kekurangan dengan pinjaman jangka  pendek apabila pengeluaran dana melebihi penerimaan; dan penyediaan outlet investasi untuk memperoleh pendapatan bunga bagi unit yang penerimaannya melebihi  pengeluaran. Di samping itu investor di pasar uang juga dapat memanfaatkan nilai tukar mata uang itu sendiri untuk memperoleh gain yang maksimal. Tujuan investor menginvestasikan kekayaanya kepada perusahaan investasi di  pasar uang adalah untuk mencari keamanan dan likuiditas disamping peluang untuk memperoleh pendapatan bunga. Hal tersebut disebabkan dana yang diinvestasikan di  pasar uang adalah kelebihan dana sementara, dan biasanya dibutuhkan dalam waktu singkat untuk membayar pajak, gaji, deviden dsb. Dengan alasan ini, maka investor di  pasar uang sangat sensitif terhadap resiko. Investasi kepada perusahaan investasi di pasar uang dilakukan dengan membeli langsung jenis instrument pasar uang dari suatu  perusahaan perbankan yang memperjual-belikannya. Investor dalam menentukan alternatif investasi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk investasi ini akan dipengaruhi oleh kondisi pasar uang yang berhubungan dengan nilai tukar mata uang yang diperjual-belikan. Menurut Bawazier dan Sitanggang (1994), tingkat kemampuan investor secara rasional, dapat diukur dengan sejauh mana mereka dapat menentukan pilihannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada tingkat resiko yang tertentu, disamping itu juga dipengaruhi preferensi mereka terhadap 3  return  dan resiko yang berbeda. Para investor secara rasional akan mencari portofolio yang memberikan return  yang maksimal untuk resiko tertentu. Husnan (1990), dalam makalahnya menyatakan bahwa salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para analis investasi adalah estimasi (penaksiran) resiko yang dihadapi oleh investor. Teori keuangan menyatakan bahwa apabila resiko suatu investsi meningkat, maka investor akan mensyaratkan tingkat keuntungan yang semakin besar. Untuk mengindari resiko pada suatu investasi antara lain dilakukan melalui diversifikasi dengan membentuk portofolio. Dalam pembentukan portofolio, investor berusaha memaksimalkan pengembalian yang diharapakan dari investasi dengan tingkat resiko tertentu yang dapat diterima. Portiofolio yang dapat mencapai tujuan di atas disebut  portofolio yang efisien. Setiap return  yang diperoleh dari suatu mata uang pasti ada resiko.  Return  dan resiko merupakan dua hal yang tak terpisahkan (Jogiyanto, 1998). Oleh karena itu, investor dalam menghitung return  yang diharapkan, maka harus mempertimbangkan resiko yang terjadi. Menurut sifatnya, return  berbanding lurus dengan resiko. Semakin  besar return  yang diharapkan maka akan semakin besar pula resiko yang akan terjadi. Investor biasanya tidak suka dengan resiko. Investor mengharapkan return  yang besar namun dengan resiko yang kecil. Resiko dibagi menjadi dua yaitu resiko sistematik dan resiko tidak sistematik. Resiko sistematik tidak dapat didiversifikasi dengan portofolio sedangkan resiko tidak sistematik dapat didiversifiaksi dengan portofolio. Resiko yang dapat didiversifikasi adalah resiko yang tidak sistematik atau resiko spesifik dan unik untuk perusahaan (Jogiyanto, 1998). Diversifikasi resiko ini sangat  penting untuk investor, karena dapat meminimumkan resiko tanpa harus mengurangi 4
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks