437-856-1-PB.pdf

Please download to get full document.

View again

of 6
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Download 437-856-1-PB.pdf
Document Share
Document Transcript
   p-ISSN 2086-6380 Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Juli 2016, 7(2):118-123  e-ISSN 2548-7949 DOI: https://doi.org/10.26553/jikm.2016.7.2.118-123 Available online at http://www.jikm.unsri.ac.id/index.php/jikm 118  Juli 2016 ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETUGAS LABORATORIUM KLINIK RSUD DR. IBNU SUTOWO BATURAJA Oktarisa Aruma Pertiwi, 1 Novrikasari, Mona Lestari   Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya  ANALYSIS OF FACTORS RELATED TO COMPLIANCE WITH THE USE OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) IN CLINICAL LABORATOR  HOSPITAL DR. IBNU SUTOWO BATURAJA  ABSTRACT Background:  Laboratory of dr. Ibnu Sutowo Baturaja local Hospital was a hospital that has a risk of considerable danger injured at work in his laboratory personnel. Compliance Use of Personal Protective  Equipment (PPE) in the laboratory is important to always be applied by the laboratory staff. This study was conducted to analyze the factors associated with compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE) in the laboratory personnel.  Method: The study design was observational and the type of research is a qualitative research. The informants as many as six people, and the data retrieved by conducting in-depth interviews, examine documents and compare with the results of observation. Analysis of the data using the data triagulasi, including triangulation of sources, methods, and data. Results: The use of Personal Protective Equipment (PPE) is already used by officials, but the use of PPE is less than the maximum. Laboratory workers have the motivation, knowledge, perception is quite good, but in  practice they only laboratory workers do not use PPE properly complete. Regulation, supervision and Standard Operational Procedures (SOP) had been applied but not maximized. Conclusion:  It can be concluded that the compliance of the use of Personal Protective Equipment (PPE) in the laboratory staff has been good, but less than the maximum we recommend the use of other types of PPE  such as headgear and laboratory shoes use as well. Keywords: compliance use of PPE, laboratory shoes. ABSTRAK Latar Belakang: Laboratorium RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja merupakan rumah sakit yang mempunyai risiko bahaya yang cukup besar mengalami kecelakaan kerja pada petugas laboratorium. Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di laboratorium merupakan hal penting untuk selalu diterapkan oleh  petugas laboratorium. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas laboratorium. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian observasional, dengan rancang bangun cross sectional  .   Informan  penelitian ini sebanyak 6 orang, dan data diambil dengan melakukan wawancara mendalam, telaah dokumen serta membandingkan dengan hasil observasi. Analisis data yang menggunakan metode triangulasi data, diantaranya triangulasi sumber, metode, dan data. Hasil Penelitian: Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sudah digunakan oleh para petugas, akan tetapi penggunaan APD kurang maksimal. Petugas laboratorium mempunyai motivasi, pengetahuan,  persepsi yang cukup baik, akan tetapi pada praktiknya ditemukan petugas laboratorium tidak menggunakan APD lengkap dengan baik. Peraturan, pengawasan dan Standar Operational Prosedur (SOP) memang sudah diterapkan akan tetapi belum maksimal. Kesimpulan:  Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas laboratorium sudah baik, akan tetapi kurang maksimal sebaiknya penggunaan APD jenis lain seperti penutup kepala dan sepatu laboratorium digunakan juga. Kata Kunci: kepatuhan penggunaan APD, petugas laboratorium.  Alamat Koresponding: Oktarisa Aruma Pertiwi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya. Jl. Palembang Prabumulih KM. 32, Indralaya Indah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Email : arumapertiwi@yahoo.com     Pertiwi et al. / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Juli 2016, 7(2):118-123    Juli 2016 119   PENDAHULUAN Laboratorium adalah salah satu  penunjang Rumah Sakit untuk membantu menegakkan diagnose penyakit. Laboratorium mempunyai potensi bahaya yang cukup besar yang berasal dari berbagai sumber baik dari spesimen pemeriksaan ataupun perilaku tidak aman lainnya. 1 Penggunaan APD merupakan salah satu implementasi dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Alat pelindung diri yang seharusnya ada di laboratorium adalah penutup kepala, masker (pelindung pernafasan), sarung tangan steril,  jas laboratorium, alas kaki. 2 Beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu motivasi,  pengetahuan, persepsi, ketersedianya APD,  peraturan, pengawasan, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan APD. 3  Laboratorium Klinik RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja adalah salah satu dari  pelayanan penunjang. Kegiatan di laboratorium Klinik RSUD dr. Ibnu Sutowo ini cukup banyak diantaranya melakukan  sampling   darah pasien, melakukan  pemeriksaan sampel darah kimia, hematologi darah, imunologi darah, dan lain-lain. 4 Berdasarkan studi pendahuluan di lapangan dengan cara observasi yang dilakukan di laboratorium Klinik RSUD dr. Ibnu Sutowo diketahui kepatuhan penggunaan alat  pelindung diri masing-masing petugas  berbeda-beda. Hal ini dibuktikan dari hasil observasi para petugas laboratorium jarang menggunakan alat pelindung diri lengkap, sebagian petugas hanya menggunakan  beberapa jenis APD saja terkadang hanya menggunakan sarung tangan saja atau hanya menggunakan jas laboratorium saja. Ada juga dari beberapa petugas tidak menggunakan APD, ketersediaan APD kurang memadai,  pengawasan dan peraturan dari pihak  berwenang APD masih kurang maksimal dan tentunya berisiko untuk pekerja laboratorium akan semakin besar. Hal ini memerlukan  pengamatan untuk mengetahui faktor yang  berhubungan dengan penggunaan APD pada  petugas laboratorium tersebut. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional, dengan rancang bangun cross  sectional.  Informan kunci berjumlah 4 orang sedangkan informan kunci ahli berjumlah 2 orang. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data, sumber dan metode. HASIL PENELITIAN Kepatuhan Penggunaan APD Petugas menggunakan APD pada saat memasuki ruang pemeriksaan setiap kali akan memulai pemeriksaan laboratorium dan sesering mungkin setiap melakukan  pemeriksaan di laboratorium. Dalam hal ini maksudnya seberapa banyak jumlah  pemeriksaan maka sebanyak itu juga petugas menggunakan APD di laboratorium. Jenis APD yang biasa digunakan di laboratorium seperti jas laboratorium, hands scoon , dan masker. Motivasi Penggunaan APD Alasan petugas laboratorium RSUD dr. Ibnu Sutowo menggunakan APD pada saat  bekerja di laboratorium adalah untuk memproteksi dan mencegah diri masing-masing pekerja agar terhindar dari infeksi  bakteri/virus dan lainnya kepada petugas. Motivasi menggunakan APD saat bekerja di laboratorium selain dorongan dari kepala ruangan setiap hari, juga berasal dari kesadaran diri sendiri dari para petugas laboratorium. Pengetahuan tentang APD Pengetahuan petugas laboratorium adalah tentang bahaya di laboratorium seperti terinfeksi penyakit yang berasal dari  pemeriksaan spesimen darah, cairan tubuh, urin, sputum dari pasien yang kemungkinan     Pertiwi et al. / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Juli 2016, 7(2):118-123   120  Juli 2016  besar mengandung bahaya dari bakteri/virus yang dilakukan petugas. Pengetahuan mengenai pengertian alat pelindung diri, apa saja jenis APD di laboratorium, pentingnya  penerapan APD di laboratorium, serta apa saja dampak tidak menggunakan APD. Persepsi tentang APD Persepsi tentang kerentanan: tidak menggunakan APD ketika melakukan  pemeriksaan spesimen adalah tindakan yang  berbahaya dan harus dihindari dan sudah keluar dari prosedur pemeriksaan, karena menggunakan APD merupakan kewajiban. Persepsi tentang keseriusan: tidak menggunakan APD ketika melakukan  pemeriksaan spesimen adalah tindakan yang  berbahaya dan harus dihindari dan sudah keluar dari prosedur pemeriksaan, karena menggunakan APD merupakan kewajiban. Bahkan dapat menimbulkan penyakit dengan tidak menggunakan APD dapat menyebabkan infeksi penyakit yang diperiksa apalagi ketika kondisi tubuh sedang tidak sehat. Penyakit yang dapat timbul HIV, TBC, hepatitis, dan infeksi lainnya. Persepsi manfaat dan hambatan yang dirasakan: informan beranggapan bahwa  penggunaan penutup kepala dapat membuat gerah serta kepala terasa gatal. Penutup kepala digunakan pada pemeriksaan tertentu dan apabila suhu rendah dalam ruang pemeriksaan tidak akan terjadi hal tersebut, akan tetapi dalam laboratorium ini penutup kepala tidak digunakan. Sedangkan untuk manfaat dari  penutup kepala adalah agar kotoran atau rambut tidak jatuh ke spesimen pemeriksaan dan juga bermanfaat untuk melindungi  pekerja dari infeksi rumah sakit. Adapun  penggunaan masker membuat susah bernafas ialah jika para pekerja tidak membiasakan menggunakan masker tersebut. Hasil wawancara mendalam diketahui penggunaan masker memang membuat kesulitan bernafas atau sesak. Akan tetapi tetap harus dipakai untuk melindungi dari penularan penyakit, dan harus tetap digunakan walau  bagaimanapun keadaannya. Masker  bermanfaat melindungi penularan penyakit melalui sistem pernafasan yang berasal dari  berbagai macam spesimen/sampel  pemeriksaan. Petugas wajib menggunakan sarung tangan walau bagaimanapun keadaannya serta perlu membiasakannya. Sarung tangan ( hands scoon ) bermanfaat melindungi dari kontak langsung dengan spesimen/sampel pemeriksaan. Namun  penggunaan jas laboratorium yang membuat gerah jika suhu ruangan panas, penggunaan  jas laboratorium wajib untuk digunakan  bagaimanapun keadaannya untuk menghindari  pakaian terkena langsung dengan spesimen  pemeriksaan. Adapun manfaat jas laboratorium untuk melindungi kontak langsung dengan spesimen/sampel  pemeriksaan agar tidak menimbulkan bahaya  bagi para pekerja di laboratorium. Penggunaan sandal jepit tentu saja salah dalam laboratorium akan tetapi karena tidak ada sepatu standar khusus maka cukup menggunakan sandal jepit. Penggunaan sepatu laboratorium bermanfaat untuk melindungi keseluruhan anggota kaki. Ketersediaan APD Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia di laboratorium RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja berangsur-angsur mulai dilengkapi pihak RSUD. Hal ini timbul dari kesadaran untuk melindungi kesehatan kerja  para petugas laboratorium RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja. APD yang disediakan di laboratorium antara lain: jas laboratorium, sarung tangan dan masker. Peraturan APD Petugas sudah mengetahui adanya  peraturan yang dibuat secara tertulis oleh POKJA APD bersama-sama dengan kepala laboratorium. Aturan tersebut ditindaklanjuti melalui SOP (Standar Operasional Prosedur), yang baru diterapkan oleh RSUD dr. Ibnu     Pertiwi et al. / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Juli 2016, 7(2):118-123    Juli 2016 121   Sutowo, yang dibuat untuk melengkapi  persyaratan akreditasi rumah sakit. Aturan tersebut selalu disosialisasikan oleh kepala laboratorium. Aturan di laboratorium terkait tentang penggunaan APD untuk saat ini belum ada sanksi khusus hanya berupa teguran dari atasan, sedangkan untuk reward   karena sanksi tidak ada tentunya maka untuk reward   pun  belum ada. Pengawasan APD Pengawasan penggunaan APD di laboratorium dilakukan secara terus-menerus, oleh POKJA APD secara berkala mengawasi  petugas sedangkan kepala laboratorium mengawasi di setiap harinya dan memastikan  peraturan dan SOP yang dibuat dilaksanakan sesuai dengan yang ada. Standar Operational Prosedur (SOP) Penerapan SOP beriringan dengan  jalannya peraturan tentang APD. Adanya SOP  penggunaan APD agar para pekerja bekerja dengan benar dan sesuai dengan SOP. PEMBAHASAN Kepatuhan Penggunaan APD Informan sudah patuh menggunakan APD setiap hari, hanya saja penggunaan APD masih kurang maksimal. Jenis APD yang sesuai digunakan di laboratorium klinik antara lain penutup kepala, jas laboratorium, hands  scoon , masker, sdan epatu laboratorium (Tarwaka,2008). Penggunaan APD yang kurang maksimal diketahui dari pengamatan di lapangan selama beberapa hari. Setiap  petugas di laboratorium RSUD dr. Ibnu Sutowo memang telah menggunakan APD akan tetapi APD yang mereka gunakan tidak lengkap, petugas terkadang hanya menggunakan beberapa jenis APD saja. Kepatuhan penggunaan APD yang kurang maksimal ini disebabkan karena kebiasaan dari para pekerja dahulu sebelum adanya akreditasi rumah sakit. Motivasi APD Petugas laboratorium mempunyai motivasi yang baik, akan tetapi pada  praktiknya masih saja petugas laboratorium tidak menggunakan APD lengkap dengan  baik. Hal ini disebakan karena ketersediaan APD di RSUD dr. Ibnu Sutowo hanya terdapat 3 jenis APD sedangkan 2 jenis APD standar lainnya tidak disediakan oleh pihak rumah sakit. Pengetahuan APD Pengetahuan yang baik tidak mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD yang baik, karena petugas di laboratorium masih saja tidak menggunakan APD lengkap seperti hanya menggunakan beberapa jenis APD saja yang benar-benar mereka butuhkan untuk pemeriksaan yang berbahaya. Persepsi APD Para petugas merasa rentan terhadap semua penyakit dan risiko lainnya yang bisa timbul karena tidak menggunakan APD,  petugas memiliki persepsi tinggi tentang keparahan, adanya dorongan untuk menggunakan APD serta mengetahui manfaat lebih besar daripada hambatan yang dirasakan dengan menggunakan APD tersebut terkecuali untuk penutup kepala dan sepatu laboratorium. Ketersediaan APD Jika ditinjau dari jenis APD keseluruhan, APD di laboratorium RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja masih belum memenuhi Permenkes Nomor 411 tahun 2010, yaitu harus menyediakan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) petugasnya, baik  jenis maupun jumlahnya , 5  yaitu belum memenuhi semua kebutuhan APD di laboratorium, yang terdiri dari penutup kepala dan alas kaki/sepatu laboratorium. Berdasarkan pembahasan tersebut disarankan kepada RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja untuk
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks