4362-6844-1-PB

Please download to get full document.

View again

of 19
4 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
aktiva tetap berwujud
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  1 PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP BERWUJUD DAN PENYAJIANNYA DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA CV. BAHANA KARYA GRESIK Catur Agus Ismawati 068554311 Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya ABSTRAK Akuntansi merupakan salah satu sarana untuk mengelola aktiva tetap berwujud agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akuntansi memiliki dasar-dasar proses akuntansi aktiva tetap berwujud dimulai saat aktiva tetap berwujud diperoleh hingga aktiva tetap berwujud dilepaskan atau dihapuskan. Permasalahan yang akan dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Perlakuan Akuntansi Aktiva tetap berwujud Berwujud dan Penyajiannya dalam Laporan Keuangan pada CV. Bahana Karya Gresik”. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif dengan pendekata kualitatif yaitu memberikan gambaran mengenai penerapan akuntansi terhadap aktiva tetap yang dimiliki perusahaan serta penyajiannya dalam laporan keuangan. Dalam melakukan penelitian ini penulis mengunakan metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini adalah CV. Bahana Karya dalam melakukan pengakuan, pengukuran, penyusutan, penghentian, dan pengungkapan terhadap aktiva tetap masih belum sesuai dengan PSAK No. 16. Kata kunci : Aktiva Tetap, Laporan Keuangan  ABSTRACT Accountancy is one medium to running stabilize condition as company need. Accountancy is get basically active process stabilizes starting to get active release or erase. Research problem will discuss is “How is treating active accountancy and financial report of CV Bahana Karya Gresik. Research kinds of this thesis is using descriptive with qualitative approach calls giving description about accountancy application to stabilize active that company get with financial report. The writer is using collecting data method with observation, interview and documentation. According to this research result mention that CV. Bahana Karya is doing confession, measurement, decreasing, stopping and presenting to active suitable to PSAK No 16. Key words: created active and financial report.  2 Akuntansi merupakan salah satu sarana untuk mengelola aktiva tetap berwujud agar sesuai dengan kebutuhan manajemen. Akuntansi memiliki dasar-dasar proses akuntansi aktiva tetap berwujud dimulai saat aktiva tetap berwujud diperoleh hingga aktiva tetap berwujud dilepaskan atau dihapuskan. Selain itu akuntansi juga berfungsi sebagai suatu alat untuk mengawasi dan mengamankan harta kekayaan perusahaan. Oleh karena itu, perlu adanya perlakuan akuntansi yang berlaku umum mengenai aktiva tetap berwujud. Menurut PSAK No. 16, (dalam buku Panduan Praktis SAK, 2012:340) aktiva tetap berwujud adalah “Aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk direntalkan kepada pihak lain atau untuk tujuan administratif dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode”. Aktiva tetap berwujud merupakan harta perusahaan yang masa penggunaanya lebih dari satu periode normal akuntansi (biasanya diatas satu tahun penggunaan). Pengakuan aktiva tetap berwujud dimulai ketika telah dicatat biaya perolehan aktiva tetap berwujud ke dalam catatan akuntansi perusahaan. Menurut PSAK No. 16 (dalam buku Panduan Praktis SAK, 2012:343), biaya perolehan adalah : “Sejumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi atau dapat diterapkan dalam jumlah yang diatribusikan ke aset pada saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu dalam PSAK lain”. Gunadi (2005:48) menyatakan bahwa aktiva tetap berwujud dapat diperoleh dengan berbagai cara, seperti melalui pembelian (tunai, kredit atau angsuran), capital lease,  pertukaran (sekuritas atau aktiva yang lain), sebagai penyertaan modal, pembangunan sendiri, hibah atau pemberian, dan penyerahan karena selesainya masa kontrak-bangun-serah ( built-operate dan transfer). Baridwan,(2004:272)mengklasifikasikan pengertian pengeluaran aktiva tetap berwujud dalam dua klasifikasi yaitu pengeluaran modal ( capital expenditure ) dan pengeluaran pendapatan ( revenue expenditure ). Proses dasar perolehan aktiva tetap berwujud dan pengeluaran atau mengklasifikasikan aktiva tetap berwujud pada rekening laporan keuangan, terdapat perlakuan akuntansi ketika adanya penarikan aktiva tetap berwujud. Penarikan aktiva tetap berwujud diakui ketika perusahaan menghentikan operasional aktiva tetap berwujud secara normal atau  2 terpaksa. Oleh karena itu, akan berdampak pada keuntungan atau kerugian perusahaan. Menurut PSAK no. 16 (dalam buku Panduan Praktis SAK, 2012:358): “Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan suatu aktiva tetap berwujud diakui sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba ru gi”. Keuntungan dan kerugian penarikan aktiva tetap berwujud dapat dilihat berdasarkan pencatatan yang dilakukan oleh perusahaan. Pencatatan penghentian aktiva tetap berwujud dengan meng- up date kan catatan buku perusahaan bahwa aktiva perusahaan itu sudah tidak habis masa manfaatnya dan perusahaan melakukan eliminasi dengan menghapus semua perkiraan yang berhubungan dengan aktiva yang ditarik. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (dalam buku Panduan Praktis SAK, 2012:350) bahwa Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva selama umur manfaatnya”. Ada beberapa metode penyusutan yang menurut Standar Akuntansi Keuangan antara lain metode garis lurus (straight line depreciation), metode pembebanan menurun (decreasing charge depreciation)   terdapat dua kriteria yaitu: metode jumlah angka tahun (sum of the year digit method) dan metode-saldo-menurun/Saldo-menurun-ganda (declining/double declining balance method). Menurut PSAK No.16 menyebutkan bahwa penghentian pengakuan aktiva tetap berwujud dilakukan ketika dilepas atau ketika tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Pernyataan ini menjembatani perlakuan akuntansi ketika terjadi penghentian pengakuan. Berdasarkan beberapa perlakuan akuntansi terhadap aktiva tetap berwujud, maka dapat dilakukan penyajian aktiva tetap berwujud dalam laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang memberikan gambaran tentang keadaan posisi keuangan, hasil usaha, serta perubahan dalam posisi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan juga merupakan kesimpulan dari pencatatan transaksi yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Laporan keuangan adalah media yang paling penting untuk menilai kondisi ekonomi dan prestasi manajemen (PSAK No. 10 ). Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mencakup dimuatnya pengungkapan informatif yang memadai atas hal-hal material. Menurut Harahap (2002:123), bentuk penyajian aktiva tetap berwujud di dalam neraca yang umumnya sering digunakan oleh perusahaan. Selain itu, aktiva tetap berwujud juga dapat diakui sebagai biaya ketika pada proses klasifikasi aktiva tetap berwujud sebagai pengeluara pendapatan.  3 Pada proses penyusutan aktiva, perusahaan menggunakan metode garis lurus ( straight line method  ) dalam pelaksanaannya. Namun perusahaan mengalokasikan biaya penyusutan setiap periode ke dalam biaya produksi, sehingga dalam laporan laba rugi tidak muncul biaya penyusutan. Hal ini yang menjadikan laporan keuangan CV. Bahana Karya Gresik menjadi tidak sesuai dengan PSAK No. 16 karena tidak dicantumkannya biaya penyusutan pada laporan laba rugi sesuai dengan perlakuan akuntansi berlaku umum yaitu PSAK No. 16. Seharusnya laporan keuangan yang wajar adalah pengakuan aktiva tetap berdasarkan harga perolehan ditambah dengan biaya-biaya yang melekat pada aktiva tetap, melakukan penyusutan sesuai dengan kebijakan perusahaan yaitu dengan metode garis lurus kemudian mencantumkan biaya penyusutan ke dalam komponen laporan laba rugi perusahaan, sehingga nampak di laporan laba rugi. Ketidakwajaran dalam laporan keuangan akan menghasilkan informasi perusahaan yang menyesatkan, sehingga keputusan manajer kurang akurat. Oleh karena itu, laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses akuntansi sesuai dengan pedoman akuntansi berlaku umum yaitu PSAK. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti mengambil judul “Perlakuan Akuntansi Aktiva tetap berwujud Berwujud dan Penyajiannya dalam Laporan Keuangan p ada CV. Bahana Karya Gresik”. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perlakuan akuntansi aktiva tetap berwujud dan penyajian aktiva tetap berwujud dalam laporan keuangan pada CV. Bahana Karya Gresik. Pengertian Akuntansi Menurut Suwardjono (2005:10) akuntansi dapat didefinisikan sebagai: Seperangkat pengetahuan yang mempelajari  perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam itu lingkungan Negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang  berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam  pengambilan keputusan ekonomik. Menurut Jusup (2011:4), mendefinisikan akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, mengolah data menjadi laporan, dan mengomunikasikan hasilnya kepada para  pengambil keputusan. Asumsi dan Konsep Dasar Akuntansi a.   Asumsi Dasar Menurut Baridwan (2004:8) asumsi dasar yang mendasari akuntansi terdiri atas: 1)   Kesatuan usaha khusus ( Separate entity ) 2)   Kontinuitas usaha ( Going Concern/continuity )
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks