43488_Makalah fase gelap dan hatch and slack.docx

Please download to get full document.

View again

of 9
7 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Download 43488_Makalah fase gelap dan hatch and slack.docx
Document Share
Document Transcript
   Paper Kelompok  Fisiologi Tumbuhan FASE GELAP DAN HATCH AND SLACK   Disusun Oleh: KELOMPOK 3 Lia Asmira (G011171304) Andi Habibah Nurannisyah Y (G011171360) Rahmatul Furqan (G011171308) M Iqbal (G11116553) Taufiqah (G011171031) Ilham Alqadry (G011171564) PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2018  BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Fotosintesis dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, yang disebut reaksi terang, di mana energi cahaya ditangkap oleh molekul klorofil dan diproses untuk membuat senyawa energi tinggi yang digunakan nanti dalam reaksi gelap (tercakup dalam bagian yang berikut). Tahap kedua, yang dikenal sebagai siklus Calvin setelah penemunya, juga dikenal sebagai reaksi gelap, karena menggunakan energi yang diciptakan dalam reaksi cahaya untuk ikatan rantai karbon bersama-sama untuk membentuk gula, karbohidrat lainnya, protein, lipid, dan asam nukleat. Disebut reaksi gelap karena reaksi ini tidak memerlukan cahaya. Reaksi gelap terjadi di dalam stroma kloroplas. Reaksi gelap pertama kali ditemukan oleh Malvin Calvin dan Andrew Benson. Oleh karena itu, reaksi gelap fotosintesis sering disebut siklus Calvin-Benson atau siklus Calvin. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis yang merupakan reaksi pembentukan gula dari  bahan dasar CO2 dan energi. Salah satu substansi penting dalam proses ini adalah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Reaksi ini tidak tergantung secara langsung pada cahaya matahari sehingga reaksi ini dapat berlangsung saat malam hari. Namun demikian, reaksi ini tidak mutlak terjadi hanya pada kondisi gelap. Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1,5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. .Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. Enzim yang berperan adalah  phosphoenolpyruvate carboxylase. Reaksi gelap adalah proses yang tidak langsung bergantung pada cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian stroma kloroplas. Pada bagian tersebut terdapat  seluruh perangkat untuk reaksi penyusun zat gula. Reaksi tersebut memanfaatkan zat berenergi tinggi yang di hasilkan pada reaksi terang. Reaksi penyusunan tersebut tidak lagi langsung bergantung pada keberadaan cahaya, walaupun  prosesnya berlangsung bersamaan dengan proses reaksi cahaya. Reaksi gelap dapat terjadi karena adanya enzim fotosintesis. Sesuai dengan nama penemunya, yaitu Benson dan Calvin, daur reaksi penyusunan zat gula itu di sebut daur Benson-Calvin. Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma kloroplas, serta mengkonversi CO2 untuk gula. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya secara langsung, tetapi itu sangat membutuhkan produkproduk dari reaksi terang (ATP dan bahan kimia lain yang disebut NADPH) Reaksi gelap melibatkan suatu siklus yang disebut siklus Calvin dimana CO2 dan energi dari ATP digunakan untuk membentuk gula. Sebenarnya, produk  pertama fotosintesis adalah tigakarbon senyawa yang disebut gliseraldehida 3-fosfat. Setelah itu, dua di antaranya bergabung untuk membentuk sebuah molekul glukosa. Tahap-tahap reaksi gelap tidak berhubungan langsung dengan cahaya, memanfaatkan ATP dan NADPH dari reaksi terang untuk mereduksi CO2 menjadi gula, tetap terjadi pada saat ada cahaya/siang hari dan input nya meliputi ATP, NADPH dan CO2. Berdasarkan pemaparan di atas, maka perlunya penyusunan makalah ini untuk memahami proses terjadinya transpirasi dan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laju transpirasi. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut. 1.   Mekanisme Reaksi Gelap 2.    Hatch and Sleek    1.3 Tujuan Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut. 1.   Mengetahui Mekanisme Reaksi Gelap 2.    Hatch and Sleek     BAB II ISI 2.1   Fase Gelap Siklus Calvin merupakan tahapan fotosintesis yang menggunakan energi kimia hasil dari reaksi terang untuk mengubah CO2 menjadi gula (glukosa, maltosa, fruktosa, amilum) di stroma. Hasil akhir dari proses ini adalah gliseraldehid 3-fosfat (G3P).   Siklus Calvin berlangsung dalam tiga tahap, yaitu fase fiksasi, fase reduksi, dan fase regenerasi. Pada fase fiksasi terjadi penambatan CO2 oleh ribulose  bifosfat (Ribulose biphosphat atau RuBP) menjadi 3-fosfogliserat (3-  phosphoglycerate atau PGA). Reaksi ini dikatalisis oleh enzim ribulose bifosfat karboksilase (Rubisco). Siklus Calvin disebut reaksi gelap karena tidak perlu cahaya untuk membuat biomolekul dari energi dibuat dalam reaksi terang.   Siklus Calvin dijelaskan dalam tiga langkah: 1. Pembentukan PGA, sebuah molekul tiga karbon. CO2 diikat oleh senyawa C-5 yaitu ribulosa bifosfat (RuBP) untuk membentuk senyawa C-6. Kemudian senyawa C-6 ini kemudian dipecah menjadi dua senyawa gliserat 3-fosfat (PGA). Enzim yang mengkatalis reaksi ini disebut RuBisCo (ribulosa 1.5  bifosfat karboksilase). 2. Konversi atau reduksi PGA ke PGAL. Selanjutnya, setiap senyawa PGA difosforilasi oleh ATP dengan bantuan enzim fosfogliserat kinase untuk membentuk 1,3-bifosfogliserat dan ADP. Senyawa ini kemudian diubah menjadi gliseraldehid 3-fosfat atau G3P dengan menambahkan 2 elektron dan 2 NADPH.  NADPH diubah menjadi NADP+. Siklus ini harus berjalan tiga kali sehingga membentuk 6 molekul G3P. Siklus reaksinya harus berjalan 3 kali, baru terbentuk hasil akhir yaitu 6 senyawa gliseraldehid 3-fosfat (G3P). 3. Pemulihan bahan awal dan pembentukan senyawa organik. Pembentukan kembali senyawa rebulosa bifosfat (RuBP) digunakan untuk mengikat CO2. Pembentukan kembali senyawa rebulosa bifosfat (RuBP) dari 5 senyawa G3P membutuhkan 3 ATP. Siklus reaksinya berjalan 3 kali, dan kembali regenerasi lagi. Jadi untuk membentuk 1 molekul glukosa maka dibutuhkan sebanyak 6 kali
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks