4346-6542-1-PB

Please download to get full document.

View again

of 7
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
k
Document Share
Document Transcript
  Indonesian Journal of Chemical Research –Indo.J.Chem.Res. 28 PEMEKATAN SITRONELAL DALAM MINYAK SEREH WANGI ( Cymbopogon Nardus L. ) DENGAN FRAKSINASI DISTILASI DAN IDENTIFIKASI MENGGUNAKAN KG-SM Marlia Ferdayanti, Prof. Hardjono Sastrohamidjojo dan Riyanto   Program Studi Ilmu Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia lifah_fy@yahoo.co.id INTISARI Telah dilakukan pemekatan sitronelal dalam minyak sereh wangi ( Cymbopogon  Nardus L. ) dengan fraksinasi distilasi dan identifikasi menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa. Dalam penelitian ini digunakan metode fraksinasi distilasi menggunakan minyak sereh wangi sebagai sampel dengan volume 250 ml, dan difraksinasi melalui tiga tahapan fraksinasi selama 2 jam pada tekanan 3 mmHg. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan KG-SM. Hasil analisis KG-SM menunjukkan adanya senyawa sitronelal terbesar dihasilkan pada fraksi ke-1 yaitu sebesar 25,38 % dengan temperatur fraksinasi sebesar 48-55.5 ° C diperoleh minyak sebanyak 76 mL, indeks bias 1,4450, putaran optik (-1 ° ), bobot jenis 0,857 gr/mL. Kata kunci :  minyak sereh wangi, sitronelal, distilasi fraksinasi PENDAHULUAN Minyak sereh wangi ( Citronella oil ) dari tanaman sereh wangi ( Cymbopogon winterianus ) merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang sering juga disebut dengan minyak eteris atau minyak terbang karena kemampuannya yang mudah menguap dan memiliki komposisi serta titik didih yang  berbeda-beda. Untuk menaikkan rendemen dari minyak sereh wangi dilakukan usaha dengan memperbaiki metode distilasi dan kondisi operasi agar proses  penyulingan dapat menghasilkan minyak sereh wangi dengan standar mutu yang berlaku. Pada penelitian ini digunakan sereh wangi karena adanya kandungan minyak atsiri inilah yang dapat menimbulkan aroma yang khas. Beberapa uraian tersebut, penulis ingin melakukan penelitian untuk mengetahui lebih spesifik akan komponen penyusun minyak atsiri  pada minyak sereh wangi dalam tiap fraksi dengan cara fraksinasi distilasi, serta menentukan sifat fisika dan kimia pada minyak sereh wangi. Metodelogi Penelitian Alat Seperangkat alat distilasi fraksinasi, Seperangkat alat-alat gelas, Kromatografi gas – spektroskopi massa, Piknometer, Refraktometer, Polarimeter. Bahan Minyak sereh (dari CEOS FMIPA UII), Aquades.  Indonesian Journal of Chemical Research –Indo.J.Chem.Res. 29 Prosedur Penelitian Minyak sereh sebanyak 250 mL disuling dengan menggunakan metode destilasi fraksinasi  pengurangan tekanan selama 2  jam.Hasil distilasi kemudian ditampung. Minyak yang diperoleh ditimbang dan disimpan dalam tempat tertutup, kemudian dianalisis dengan GC-MS untuk mengetahui komponen-komponen penyusunnya. Dari hasil fraksinasi maka ditentukan penetapan bobot jenis,  putaran optik, indeks bias  Analisis Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa Minyak yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan kromatografi gas-spektrometri massa untuk mengetahui komponen-komponen penyusunnya. Hasil dan Pembahasan Sampel minyak sereh dari inventaris CEOS FMIPA UII, yang sebelumnya telah dianalisis KG-SM dimasukkan dalam labu alas bulat leher tiga sebanyak 250 ml kemudian alat distilasi fraksinasi dirangkai yang kemudian dihubungkan dengan vakum yang diset awal pada titik didih dan tekanan 47-48°C/3 mmHg, dimana pemasangan vakum bertujuan untuk menurunkan tekanan pada saat dilakukan proses distilasi sehingga senyawa akan menguap pada suhu dibawah titik didihnya. Hasil isolasi ini diperoleh minyak dengan tiga fraksi, sebagai berikut : Tabel 1. Data Destilat Tiap Fraksi  pada Distilasi Fraksinasi Sitronelal Parameter Pengukuran Fraksi ke-1 (F1) Fraksi ke-2 (F2) Fraksi ke-3 (F3) Temperatur ( ° C) Volume (mL) Indeks Bias Putaran Optik Bobot Jenis (20 ° C/20 ° C) Sitronelal (%) 48-55.5 76 1.445 -1 0.857 25,38 60-74 58 1.458 -1 0.853 6,88 80-96 112 1.467 -1 0.857 - Gambar 1. Alat Fraksinasi Distilasi Gambar 2. Minyak Hasil Fraksinasi Distilasi Minyak yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa serta uji kualitatifnya (indeks bias, bobot jenis,  putaran optik).  Indonesian Journal of Chemical Research –Indo.J.Chem.Res. 30  Identifikasi Minyak Sereh sebelum Fraksinasi Berikut ini ditampilkan kromatogram dari identifikasi sampel minyak sereh menggunakan kromatografi gas seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut : Gambar 3. Hasil Kromatogram Sampel Minyak Sereh Wangi Setelah dianalisis dengan kromatografi gas-Spektrometri massa terdapat 30 puncak. Dari 30 puncak tersebut, 3 puncak memiliki konsentrasi tinggi. Tabel 2. Daftar Komponen Penyusun Minyak Sereh Puncak Waktu retensi Konsentrasi Senyawa 4 8,584 38,12 % Sitronelal 9 9,688 14,84 % Sitronelol 11 10,110 15,32 % Geraniol Identifikasi Minyak Sereh Setelah Fraksinasi Sitronelal Fraksi ke-1 (F1)  Indonesian Journal of Chemical Research –Indo.J.Chem.Res. 31 Volume 2 No. 1 Agustus 2014 Gambar 7. Kromatogram Minyak Sereh Hasil Fraksi ke-1   Gambar 8. Hasil Spektra Massa Sitronelal Sitronelal Fraksi ke-2 (F2) Gambar 9. Kromatogram Minyak Sereh Hasil Fraksi ke-2 Gambar 10. Hasil Spektra Massa Sitronelal  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks