4344-8343-2-PB

Please download to get full document.

View again

of 9
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Cek
Document Share
Document Transcript
   LAPORAN PERJALANAN DINAS 16 TH  INTERNATIONAL CONGRESS ON INFECTIOUS DISEASES CAPE TOWN, AFRIKA SELATAN, 2-5 APRIL 2014 AGUSTININGSIH  16 th  International Congress on Infectious Diseases, Cape Town, Afrika Selatan, 2-5 April 2014 16 th  International Congress on Infectious Diseases (ICID) merupakan pertemuan ilmiah yang diadakan oleh International Society for Infectious Diseases (ISID) dimana pertemuan ilimiah ini bertujuan untuk mendiskusikan informasi penelitian-penelitian di bidang kesehatan yang terkait penyakit menular. ISID memiliki tujuan untuk meningkatkan perawatan terhadap pasien-pasien penyakit infeksi, peningkatan kemampuan para klinisi dan peneliti, serta kontrol terhadap penyakit infeksi di seluruh dunia. Penyakit infeksi adalah masalah kesehatan yang dihadapi di seluruh dunia dan Afrika masih merupakan epicenter penyakit-penyakit yang menyebabkan kematian seperti HIV/AIDS, malaria dan TB, serta penyakit-penyakit lain seperti pneumonia dan neglected tropical diseases.  Pada pertemuan ilmiah ini, topik yang didiskusikan tidak hanya pada berbagai topik yang berhubungan dengan penyakit infeksi di Afrika, yaitu HIV/AIDS, TBC, malaria, pneumonia, infeksi oleh bakteri enteric dan diare, akan tetapi topik-topik penting lainnya mengenai emerging infectious diseases , resistensi antimikrobial dan neglected tropical diseases.   Hari ke 1. 2 April 2014. Registrasi dilakukan bagi para peserta yang belum mendaftar secara online. Acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh Keith P. Klugman, Presiden ISID, Marc Mendelson, Presiden Federation of infectious diseases Societies of Southern Africa (FIDSSA), Alderman Ian Neilson, Executive Deputy Major dari Cape Town, Afrika Selatan, Alan Wide, Provincial Minister of Finance, Economic Developmet and Tourism in the Western Cape, Afrika Selatan, serta Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Pakisje Aaron Motsoaledi. Pada acara pembukaan ini ditampilkan juga pertunjukan lagu dan tarian khas dari Afrika Selatan. Pada tanggal 3 sampai dengan 5 April 2014 merupakan acara yang terdiri dari program-program ilmiah yaitu: plenary, symposium, presentasi oral dan poster (daftar acara terlampir). Dikarenakan jadwal symposium yang bersamaan, maka hanya topik yang berhubungan dengan neglected infectious diseases dan tropical diseases yang saya ikuti. Hari ke 2. 3 April 2014 1. Plenarry I: Preventing HIV oleh S. Abdool Karim; Centre for the AIDS Programme of Research in South Africa (CAPRISA), University of KwaZulu Natal, Durban/ZA Tema presentasi dari sesi ini adalah mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengontrol penyebaran HIV dimana pada akhir 2012, sebanyak 35,3 juta orang dilaporkan terinfeksi HIV. Terapi antiretroviral (ART) memiliki 2 fungsi yaitu mencegah kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh HIV serta mencegah penyebaran HIV. Sejak tahun 2005, terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pemberian ART dan 9,7 juta orang di negara-negara miskin telah menerima ART di akhir tahun 2012. Akan tetapi pemberian ART saja tidak akan cukup untuk menghentikan dan mencegah infeksi baru HIV. Berapa strategi yang telah dilakukan untuk menghentikan penyebaran HIV antara lain penerapan circumcisions sebagai pencegahan HIV, penggunaan  antiretroviral agent, sebagai topical atau oral profilaksis, HIV konseling dan testing, penggunaan kondom, Post exposure profilaksis (PEP). Walaupun telah terdapat banyak kemajuan dalam penanganan HIV, terdapat tantangan yang penting yaitu dukungan politik serta sumber daya manusia yang dapat menjelaskan pentingnya pencegahan HIV dan strategi yang digunakan dengan bahasa publik sehingga lebih dimengerti oleh publik. 2. Presentasi oral: Tropical infectious diseases Pada sesi ini terdiri dari beberapa presentasi yang berhubungan dengan dengue yaitu: a. Understanding dengue transmission and risk factors through ecohealth approach in Bangladesh oleh P. Dhar-Chowdhury; University of Manitoba, Winnipeg/CA. Presentasi ini dilatar belakangi adanya hyperendmik dengue di Bangladesh sehingga pendekatan ‘Ecohealth approach” digunakan untuk mengetahui transmisi virus dengue dan studi factor resiko secara social dan ecological di Bangladesh. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada: i) serosurvey (antibody IgM dan IgG) pada 1200 rumah dan 47 sample untuk mengetahui tingkat exposure virus dengue; ii) pemeriksaan vektor virus dengue selama musim hujan dan musim panas pada lingkungan perumahan yang sama pada poin pertama; iii) studi persepsi pada masyarakat terhadap resiko penularan dengue. b. Dengue virus surveillance in a medium size city in Brazil reveals a complex pattern of serotypes and strain circulation oleh M. Noqueira, Faculdade de Medicina de Sao Jose do Rio Preto, Laboratorio de Virologia, SJ Rio Preto, SP/BR. Presentasi ini merupakan studi penyebaran serotype dan studi phylogenetik virus dengue di Sao Jose do Rio Preto, Brasil pada tahun 2011 hingga 2013. Penelitian dilakukan dengan memeriksa serum pasien tersangka dan terkonfirmasi dengue sebanyak 704 kasus dengan non-struktural protein NS5 sebagai target gen dilanjutkan dengan melakukan sequencing terhadap gen E. Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat pola penyebaran serotyping yang kompleks. Berdasarkan studi phylogenetik diketahui bahwa sampel tersebut merupakan genotype yang bersirkulasi di Brasil. Pada penelitian ini juga ditemukan adanya 2 kelompok subgenotype yang berbeda pada virus dengue 1. c. Detection of dengue virus in ten minutes using reverse transcription combinase polymerase amplification assays, oleh A. Abd El Wahed, Mansoura University, Department of Virology , Mansoura/EG. Pada presentasi ini dijelaskan mengenai pengembangan metode reverse transcription recombinase polymerase amplification (RT-RPA) untuk mendetksi virus dengue 1 hingga 4. Pengembangan pemeriksaan ini menggunakan standar RNA region 3’ nontranslated virus dengue 1 hingga 4. Pemeriksaan sensitivitas assay dilakukan dengan melakukan pengenceran serial terhadap RNA standard. Pemeriksaan spesifisitas assay dilakukan dengan menggunakan panel virus untuk diagnosis dengue yang hasilnya akan dibandingan dengan metode real-time RT-PCR. Untuk menguji penggunaan assay tersebut pada investigasi wabah di lapangan, maka RT-RPA mobile unit dioperasikan di Kedougou, Senegal. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa RT-RPS memerlukan waktu yang lebih cepat (3-10) menit dengan sensitivitas 100 RNA molekul pada virus dengue 1 hingga 3, dan RNA molekul pada virus dengue 4. Tidak ditemukan cross reaktifitas  terhadap virus lain yang menyebabkan gejala klinis yang mirip dengan gejala klinis yang disebabkan oleh virus dengue. Perbandingan RT-RPA dengan realtime RT-PCR menunjukan sensitifitas sebesar 96%. Akan tetapi pada presentasi ini tidak dijelaksan prinsip RT-RPA dikarenakan keterbatasan waktu presentasi. 3. Plenary II: Treatment of neglected infectious diseases oleh U. Amazigo; WHO, NG   Pada presentasi ini, disampaikan bahwa community-directed treatment (CDT) yang diimplementasikan pada masyarakat, dapat meningkatkan intervensi kesehatan pada populasi di desa terpencil pada negara-negara miskin. CDT melibatkan anggota masyarakat untuk mengantarkan obat-obatan dan juga melakukan pengobatan di daerah endemic penyakit di Afrika. Pada tahun 1997, jumlah penduduk yang menerima pengobatan ivermectin dari pelayanan kesehatan hanya kurang dari 1,5 juta. Dengan diimplementasikannya CDT maka di tahun 2011, terdapat sebanyak 556.000 distributors yang berasal dari masyarakat dan telah dilatih oleh tenaga kesehatan dan NGO, dapat mendistribusikan dan melakukan pemberian ivermectin kepada 80 juta orang di 16 negara di Afrika. Hal ini menunjukan bahwa strategi yang didasarkan pada CDT dapat mengontrol dan mengeliminasi penyakit menular. CDT saat ini juga diimplementasikan pada pemberian antifilaria dan pengobatan lain dalam rangka control dan eliminasi neglected tropical diseases.   4. Symposium: Dengue: A Global Challenge Pada sesi ini terdiri dari beberapa presentasi yaitu: a. Etioepidemiology of dengue in Latin America   oleh   B. Zambrano; Sanofi Pasteur, Clinical Development, Montivideo/UY Pada presentasi ini disampikan penyebaran virus dengue di Amerika laitn, dimana  Amerika latin merupakan daerah yang endemis dengue yang mengalami peningkatan pelaporan kasus selama 30 tahun terakhir. Ke-4 serotype virus dengue bersirkulasi di seluruh region amerika latin dimana terdapat 2 serotype yang bersirkulasi bersamaan di Venezuela dan Colombia. Berdasakan data yang diterima, terlihat pola epidemic yang muncul dengan rentang waktu 3-5 tahun dengan peningkatan jumlah laporan kasus selama 5 tahun terakhir. Terdapat pola musiman dimana umumnya kasus yang dilaporkan berhubungan dengan musim penghujan di kebanyakan negara. Pada 10 tahun terakhir, kasus dengan gejala yang berat ditemukan pada anak-anak. Hingga 15 November 2013, PAHO (Pan American Health Organization), terdapat lebih dari 2 juta kasus dengue yang dilaporkan dan 32.270 kasus merupakan kasus yang berat dengan rata-rata incidence rate 404,35 dari 100.000 orang, dan 1.175 kasus kematian dengan CFR 0,05. Faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan jumlah kasus dengue adalah pertumbuhan populasi, tidak terencananya urbanisasi, peningkatan kemiskinan, perpindahan populasi (migrasi, turis), dan perubahan cuaca. Negara-negara di amerika latin terus melakukan upaya terkait pencegahan dan control terhadap dengue, akan tetapi pendekatan lain seperti pengembangan vaksin dengue merupakan salah satu strategi yang perlu dikembangkan. b. Prevention of dengue vaccines in the pipeline oleh L. C. Rey; Federal University of Ceara, Mother and Child Health and Instituto de Biomedicina, Fortaleza CE/BR Tema presentasi adalah tentang vaksinasi yang merupakan strategi penting dalam pencegahan virus dengue. Vaksin monovalent terhadap dengue telah dikembangkan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks