43419675-DHF-Pada-Anak

Please download to get full document.

View again

of 29
6 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
dhf
Document Share
Document Transcript
  1 BAB I   PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Penyakit Ginjal Kronik telah menjadi masalah kesehatan serius di dunia. Diperkirakan hingga tahun 2015 data WHO dengan kenaikan dan tingkat persentase dari tahun 2009 sampai tahun 2011 sebanyak 36 juta orang warga dunia meninggal dunia akibat penyakit ginjal kronik. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit gagal ginjal kronik menduduki peringkat ke 12 tertinggi angka kematian (Smeltzer dan Bare, 2011). Berdasarkan survey yang dilakukan di negara maju, angka penderita gangguan ginjal cukup tinggi. Di Amerika Serikat misalnya angka kejadian  penyakit gagal ginjal meningkat tajam dalam 10 tahun. Tahun 2011 terjadi 166.000 kasus. GGT (gagal ginjal tahap akhir) dan pada tahun 2012 menjadi 372.000 kasus. Angka ini diperkirakan, masih akan terus, naik pada tahun 2015 jumlahnya diperkirakan lebih dari 650.000 kasus. Selain diatas, sekitar 6 juta hingga 20 juta individu di Amerika diperkirakan mengalami GGK (gagal ginjal kronis) tahap awal (Smeltzer dan Bare, 2011). Penyakit ginjal kronik merupakan penyakit yang saat ini jumlahnya sangat meningkat, dari survey yang dilakukan oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PNEFRI) pada tahun 2011, prevalensi gagal ginjal kronik di Indonesia sekitar 12,5% yang berarti terdapat 18 juta orang dewasa di Indonesia menderita penyakit gagal ginjal kronik. Berdasarkan Pusat data dan informasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PDPERSI) menyatakan jumlah  penderita gagal ginjal kronik diperkirakan sekitar 50 orang per satu juta  penduduk (Smeltzer dan Bare, 2011). Penyakit Ginjal Kronik adalah Gangguan fungsi ginjal yang menahun  bersifat progresif dan irreversibel. Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah (Smeltzer dan Bare, 2011).  2 Masalah lain yang timbul yaitu ginjal tidak mampu untuk mengkonsentrasikan atau mengencerkan urine secara normal, respon ginjal yang sesuai terhadap perubahan masukan cairan dan elektrolit sehari-hari tidak terjadi (Smeltzer dan Bare, 2011). Masalah yang kompleks bisa timbul pada gagal ginjal kronik jika tidak tertangani dengan baik dan tepat yaitu masalah berbagai sistem tubuh diantaranya adalah kelainan system kardiovaskuler, imunologis, pulmoner, muskuloskeletal, integumen, persyarafan dan masih banyak lagi yang lain. Selain timbul berbagai masalah pada system tubuh, juga dapat timbul  berbagai komplikasi yang sering berakhir pada kematian (Muttaqin, 2011). Adanya perubahan fungsi struktur sistem perkemihann yang bersifat kronis dan adanya dialisis akan menyebabkan penderita mengalami gangguan  pada gambaran diri. Lamanya perawatan dan biaya perawatan serta  pengobatan menyebabkan klien mengalami kecemasan, gangguan konsep diri dan gangguan peran pada keluarga (Muttaqin, 2011). B.   Rumus Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dirumuskan  permasalahannya yaitu, bagaimana menerapkan pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gagal Ginjal Kronik di Rawat Inap Penyakit Dalam C.   Tujuan Studi Kasus 1.   Tujuan Umum Untuk menerapkan Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Gagal Ginjal Kronik 2.   Tujuan Khusus a)   Mampu melakukan pengkajian asuhan keperawatan pada klien dengan gagal ginjal kronik  3  b)   Mampu menentukan diagnosa keperawatan pada klien dengan gagal ginjal kronik Mampu menerapkan rencana asuhan keperawatan pada klien dengan gagal ginjal kronik c)   Mampu melaksanakan rencana keperawatan pada klien dengan gagal ginjal kronik.   d)   Mampu melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan yang dilaksanakan rencana keperawatan pada klien dengan gagal ginjal kronik e)   Mampu melakukan dokumentasi keperawatan terhadap asuhan keperawatan yang sudah dievaluasi pada klien dengan gagal ginjal kronik  4 BAB II TINJAUAN TEORITIS A.   Pengertian Gagal ginjal adalah ginjal kehilangan kemampuan untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan makanan normal. Gagal ginjal biasanya dibagi menjadi dua kategori yaitu kronik dan akut (Nurarif & Kusuma, 2013). Gagal ginjal kronik atau penyakit ginjal tahap akhir adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat progresif dan irreversibel. Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah (Smeltzer dan Bare, 2011). Gagal ginjal kronis adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan  penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan cukup lanjut. Hal ini terjadi bila laju filtrasi glomerator kurang dari 50ml/menit (Nurarif & Kusuma, 2013). Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah penurunan fungsi ginjal yang  bersifat persisten dan irreversible. Sedangkan gangguan fungsi ginjal yaitu  penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan dalam kategori ringan, sedang dan berat (Arief Mansjoer, 2007).  B.   Anatomi Dan Fisiologi  1.   Anatomi Ginjal Sistem perkemihan merupakan suatu rangkaian organ yang terdiri dari ginjal, ureter, vesika urinaria, dan uretra. Ginjal yang terus menerus menghasilkan urine, dan berbagai saluran dan reservoir yang dibutuhkan untuk membawa urine keluar tubuh (Syaifuddin, 2010). Ginjal merupakan organ berbentuk seperti kacang yang terletak di kedua sisi kolumna vertebralis. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dibandingkan ginjal kiri karena tertekan ke bawah oleh hati. Kutub atasnya
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks