43413db0f72dddb76d188344ae063bc5

Please download to get full document.

View again

of 14
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Hsksn
Document Share
Document Transcript
    TATALAKSANA ANESTESIA DAN REANIMASI   PADA PEMBEDAHAN BATU GINJAL DAN ATAU URETER Oleh: Agung Ary Sutawinata dr. I Made Agus Kresna Sucandra,SpAn.KIC   BAGIAN/SMF ILMU ANESTESIADAN TERAPI INTENSIF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA/ RSUP SANGLAH 2017      DAFTAR ISI   HALAMAN DEPAN .............................................................................................i DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii I.   Batasan  ...........................................................................................................1 II.   Masalah  ..........................................................................................................2 III.   Penatalaksanaan  ............................................................................................4 3.1   Evaluasi ............................................................................................3 3.2   Persiapan Praoperatif ........................................................................5 3.3   Premedikasi ......................................................................................7 3.4   Pilihan Anestesia ..............................................................................7 3.5   Pemeliharaan Selama Anestesia .......................................................9 3.6   Pemantauan Selama Anestesia .........................................................9 3.7   Terapi Cairan ....................................................................................10 3.8   Pemulihan .........................................................................................10 3.9   Pasca Anestesiaa ...............................................................................11 DAFTAR PUSTA     I. Batasan Pada saat volume urin yang dihasilkan rendah, maka akan mengakibatkan peningkatan saturasi antara urin, oksalat dan kristal sehingga menyebabkan terjadinya pembentukan batu. Normalnya urin memiliki cairan kimia yang mencegah terbentuknya kristal, namun inhibitor ini tidak selalu  berpengaruh pada semua orang. Batu ginjal mengandung kalsium yang dikombinasi dengan oksalat dan fosfat lain, yang dimana kandungan ini terdapat  pada diet manusia sehari-hari yang penting untuk membentuk tulang dan otot. Pembentukan batu ginjal tidak selalu diketahui sebabnya, dimana beberapa makanan dapat menyebabkan pembentukan batu. Selain hal tersebut, infeksi saluran kemih (ISK), penyakit ginjal seperti penyakit ginjal kistik  dan berbagai  penyakit metabolik seperti hiperparatiroid juga dapat menyebabkan  pembentukan batu. Disamping itu pada 70% orang dengan asidosis renal tubular dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Penyakit metabolik seperti kistinuria dan hiperoksaluria juga sering menyebabkan penyakit batu ginjal. Penyakit batu pada saluran kemih, atau biasa disebut urolithiasis dibagi  berdasarkan lokasi batu tersebut antara lain nefrolitiasis (ginjal), ureterolitiasis (ureter), dan sistolitiasis (kandung kemih). Insiden nephrolithiasis meningkat tiap tahunnya. Umumnya prevalensi nephrolithiasis 10% pada pria dan 5% pada wanita, serta 50% pasien mengalami kekambuhan tiap 5 tahun. 1 Beberapa terapi yang digunakan pada urolithiasis adalah endourologi dan pembedahan. Teknik endourologi yang digunakan ada dua untuk batu ginjal dan ureter ada dua yaitu  prosedur  Percutaneus Nephrolithotomy  (PCNL), urethero-renoscopy (URS). Tindakan pembedahan yaitu menggunakan operasi pielolitotomi dan ureterolitotomi. Indikasi dilakukannya operasi pembedahan antara lain adalah komposisi batu yang kompleks, gagalnya terapi ESWL dan atau PNL, atau URS, abnormalitas anatomi intrarenal (stenosis infundibular, striktur, obstruksi pada  persimpangan ureteropelvis), obesitas morbid, deformitas skeletal (kontraktur dan deformitas pinggang dan pergelangan kaki), 1  2  penyakit komorbid, sesuai dengan pilihan pasien seiring dengan gagalnya  prosedur invasif minimal (pasien memilih untuk melakukan lagu satu  prosedur daripada harus melakukan PNL atau URS berkali-kali), posisi batu  pada ginjal yang ektopik dimana akses perkutan dan ESWL mustahil dicapai. 2 Pada batu di dalam ginjal yang lebih besar seperti batu staghorn   dan batu ureter proximal yang biasanya resisten dengan  Extracorporeal Shock Wave  Lithotripsy  (ESWL) menggunakan teknik endourologi PCNL. PCNL merupakan tindakan invasif yang bertujuan mengangkat batu ginjal dengan akses perkutan untuk mencapai sistem pelviokalises menggunakan neproskopi. Pada teknik Uretero-renoskopi (URS) menggunakan ureteroskopi untuk mendiagnosis sekaligus terapi pada batu ureter. Ketika akan dilakukan PCNL dan URS, pasien diposisikan lateral ekstensi atau tengkurap. Pada kedua prosedur ini diperlukan insisi berupa luka tusuk. Lama  prosedur PCNL dan URS dikerjakan sekitar 2-3 jam dengan perdarahan minimal dan skor nyeri 3. Operasi pielolitotomi dan ureterolitotomi digunakan untuk mengambil batu ginjal dan ureter. Pasien dengan teknik ini  biasanya diposisikan lateral fleksi atau tengkurap. Dengan posisi lateral fleksi maka ureter atas dan pelvis ginjal terlihat. Batunya akan teraba dan kemudian insisi dapat dilakukan di ureter tepat di posisi batu berada. Durasi operasinya sekitar 1-2 jam dengan perdarahan yang terjadi ringan sampai sedang dan skor nyeri 10. 3  II.   Masalah Anestesi dan Reanimasi Pada saat dilakukan PCNL dapat terjadi volume irigasi yang besar, sehingga besar kemungkinan untuk kehilangan darah yang tidak bisa diperkirakan, yang berakibat perubahan keadaan hemodinamik menjadi tidak stabil. Pada saat dilakukan PCNL sekitar 5%-14% pasien memerlukan transfusi darah. Pneumothorax merupakan salah satu komplikasi yang cukup  jarang terjadi akibat tindakan PCNL. Komplikasi ini terjadi tergantung dari  pendekatan yang digunakan saat memasukkan neproskopi. 1  Insiden gagal ginjal akut mencapai 5% pada seluruh pasien yang dirawat di rumah sakit dan 8% pada pasien kritis. Gagal ginjal akut
Similar documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks