434-1263-1-SM

Please download to get full document.

View again

of 6
6 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
khug
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  Jurnal Analis Kesehatan: Volume2, No.2,September2013276 Gambaran Aktifitas Enzim SGOT dan SGPT Pada Penderita DemamBerdarah DenguediRSUDDr. Hi. Abdoel Moeloek Bandar Lampung Nurminha Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan KemenkesTanjungkarang Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot atau nyerisendi yang disertai lekopeni, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diathesis hemoragic. Peningkatan enzimtransaminase serta hepatomegali merupakan tanda yang sering ada pada penderita DBD. Hal ini memperkuatdugaan bahwa hati merupakan tempat replikasi virus yang utama. Pada DBD keterlibatan hati merupakan tandakhas bahwa penyakit ini akan menjadi fatal. Enzim transaminasedigunakan untuk mengukur level enzim hati,yaitu SGOT dan SGPT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktifitas enzim SGOT danSGPT pada penderita DBD. Penelitian ini bersifat deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak35pasien yang dirawat di RSUD dr, Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Pengambilan sampel dilakukan secarapurposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Mei  –  Juli 2013. Hasil penelitian didapatkan rata-rataaktifitas enzim SGOT pada penderita DBD derajat I adalah 124,95 U/L, DBD II adalah 87,5 U/L, dan padaDBD derajat III adalah 89,6 U/L. Sedangkan rata-rata aktifitas enzim SGPT pada penderita DBD derajat I adalah45,72 U/L, DBD derajat II adalah 59,3 U/L dan DBD derajat III adalah 110 U/L. Kesimpulan bahwa aktifitasenzim SGOT dan aktifitas enzim SGPT pada penderita DBD derajat I, II dan III diatas normal. Kata kunci: DBD, SGOT, SGPT Description Of SGOT And SGPT Enzyme Activities In Patients On DengueHemorrhagic Fever (DHF) Of Dr. Hi.Abdul Moeloek HospitalBandarLampung Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease infection with clinical manifestations of dengue fever, muscleaches or joint pain accompanied lekopeni, rash, lymphadenopathy, thrombocytopenia and hemoragic diathesis.Increased transaminase enzymes and hepatomegaly is a sign that is often obtained in patients with DHF. Thisreinforces the notion that the liver is the main place of viral replication. In DBD liver involvement is a typicalsign that the disease will be fatal. Enzymes SGOT and SGPT are used to measure the levels of liver enzymesThis study is to describe the activity of enzymes SGOT and SGPT enzyme activity in patients with DHF. This isa descriptive study. The number of samples in this study were35 patients who were treated in dr, Hi. AbdulMoeloek Lampung Province. Sampling was done by purposive sampling. The study was conducted in May-July2013. The results showed an average activity of the enzyme SGOT in patients with DHF grade I was 124.95 U/ L, DHF II was 87.5 U / L, and DHF grade III was 89.6 U / L. While the average activity of the enzyme SGPT inDHF grade I was 45.72 U / L, DHF Grade II was 59.3 U / L and DHF grade III was 110 U / L. Conclusion thatthe enzyme activity of SGOT and SGPTin patients with DHF grade I, II and III above normal. Keywords: DHF, SGOT, SGPT Korespondensi: Nurminha,S.Pd.,M.Sc, Jurusan Analis Kesehatan, Politeknik Kesehatan KemenkesTanjungkarang, Jalan Soekarno-HattaNo.1 Hajimena Bandar Lampung,  mobile 0821850633737,  e-mail nurminha31@yahoo.com  Nurminha: Gambaran Aktifitas Enzim SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue277 Jurnal Analis Kesehatan: Volume2, No.2,September2013 Pendahuluan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)merupakan salah satu masalah kesehatanmasyarakat di Indonesia pada umumnya dan diPropinsi Lampung pada khususnya, yang jumlahpenderitanya cenderung meningkat danpenyebarannya semakin luas serta berpotensimenimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Halini sejalan dengan meningkatnya mobilitas dankepadatan penduduk. 1 DBD adalah penyakit infeksi yangdisebabkan oleh virus dengue yang termasuk dalam genus Flavivirus dan terdiri dari 4serotipe virus yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3,dan DEN-4. Penyakit DBD pertama kaliditemukan di Surabaya pada tahun 1968, akantetapi konfirmasi virologis baru didapat padatahun 1972. Sejak saat itu penyakit DBDmenyebar ke berbagai daerah, sehingga sampaitahun 1980 seluruh propinsi di Indonesiakecuali Timor Timur telah terjangkit penyakitDBD. Sejak pertama kali ditemukan, jumlahkasus menunjukan kecenderungan meningkatbaik dalam jumlah maupun luaswilayah yangterjangkit dan sec1ara sporadis selalu terjadiKLB setiap tahun. KLB DBD terbesar terjadipada tahun 1998, dengan  Incidence Rate (IR) =35,19 per 100.000 penduduk dengan CaseFatality Rate (CFR) sebesar 2 %. 2 Di Kota Bandar Lampung pada tahun2005IR DBD 50.10/100.000 penduduk, melonjak drSGOTis tahun 2006 yaitu sebesar109.8/100.000 penduduk atau sebanyak 892kasus, melonjak lagi 235.5/100.000 penduduk tahun 2007 atau 1.992 kasus, 138.8/100.000penduduk tahun 2008, 734 kasus atau88/100.000 penduduk tahun 2009. Pada tahun2010 terdapat 779 kasus atau 91.42/100.000penduduk dan pada tahun 2011 terdapat 406kasus atau 45.25/100.000 penduduk. KejadianDBD pada tahun 2005 mempunyai CFR 1,9%,tahun 2006 menurun menjadi 1,2% danmenurun kembali menjadi 0,75% tahun 2007,tetapi meningkat lagi pada tahun 2008 yaitu1,5%, turun menjadi 1,01% tahun 2009. 1 DiProvinsi Lampung pada akhir tahun 2011sampai awal tahun 2012 terjadi wabah DBDhampir di seluruh Kabupaten. Berdasarkan datadari Dinas KesehatanProvinsi Lampung padatahun 2011 di Kota Bandar Lampung terdapat763 kasus DBD dengan  Inceden Rate (IR) =91,42 dan Case Fatality Rate (CFR) sebesar2,1%. Faktor  –  faktor yang mempengaruhipeningkatan dan penyebaran kasus DBD sangatkompleks, yaitu pertumbuhan penduduk yangtinggi, urbanisasi yang tidak terencana dantidak terkendali,tidak adanya kontrol vektornyamuk yang efektif di daerah endemis, danpeningkatan sarana transportasi. Sedangkanfaktor morbiditas dan mortalitas infeksi virusdengue dipengaruhi oleh berbagai faktor antaralain : imunitas penjamu, kepadatan vektornyamuk, transmisi virus dengue, keganasan(virulensi) virus dengue, dan keadaan geografissetempat. 3 Diagnosis DBD ditegakkanberdasarkan kriteria WHO tahun 1997, yaitukriteria klinis meliputi : demam tinggimendadak tanpa sebab yang jelas danberlangsung terus menerus selama 2  –  7 hari,terdapat manifestasi perdarahan, pembesaranhati, syok dan kriteria laboratoris yaitutrombositopenia (jumlah trombosit<100.000/µl) dan hemokonsentrasi (hematokritmeningkat >20 %). 3 Manifestasi klinis infeksi virus Denguediklasifikasikan menjadi demam dengue (DD),DBD (derajat 1,derajat I, derajat III dan derajatIV). Klasifikasi tersebut dapat diuraikan sebagaiberikut yaitu: Demam Dengue (DD)ditandaidemam disertai 2 atau lebuh tanda-tanda sakitkepala, nyeri retro orbital, mialgia, atralgia.Laboratories ditandai dengan leukopenia,trombositopenia, tanpa bukti kebocoran plasma.DBD derajat I ditandai demam disertai 2atau lebih tanda-tanda sakit kepala, nyeri retroorbital, mialgia, atralgia, dengan uji tourniquet  positif. Laboratories ditandai denganleukopenia (<100.000/µl) disertai kebocoranplasma. DBD derajat II manifestasi klinis samadengan DBD derajat I disertai perdarahanspontan. Laboratories ditandai dengantrombositopenia (<100.000/µl) disetai buktikebocoran plasma. DBD derajat III manifestasisama dengan DBD derajat II disertai denganperdarahan kegagalan sirkulasi (kulit terasalembab, dingin dan gelisah). Laboratoriesditandai dengan trombositopenia (<100.000/µl)disertai bukti kebocoran plasma. DBD derajatIV ditandai syok berat disertai dengan tekanandarah dan nadi tidak terukur. Laboratoriesditandai dengan trombositopenia (<100.000/µl)disertai bukti kebocoran plasma. DBD derajatIV disebut juga demam syok sindrome (DSS). 4  Nurminha: Gambaran Aktifitas Enzim SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue Jurnal Analis Kesehatan: Volume2, No.2,September2013278 Virus denguemasuk kedalam tubuhmanusia lewat gigitan nyamuk   Aedes aegypti atau  Aedes albopictus. Didalam tubuh manusia,virus berkembang biak dalam systemretikuloendotelial (RES), dengan target utamaadalah antigen presenting cells , dimana padaumumnya berupa monosit atau makrofag jaringan seperti sel kupffer hepar, endotelpembuluh darah, nodus limfaticus, sumsumtulang,serta paru-paru yang selanjutnya diikutidengan viremiayang berlangsung 5-7 hari. 4 Ada dua teori yang digunakan untuk menjelaskan perubahan pathogenesis pada DBDyaitu : pertama hipotesis infeksi sekunder ( thesecondary heterologous infection) dimana teoriini menyatakan bahwa apabila seseorangmendapat infeksi primer dengan satu jenisvirus, akan terjadi proses kekebalan terhadapinfeksi jenis virus tersebut untuk jangka waktuyang lama,jika orang tersebut mendapat infeksisekunder dengan jenis serotype virus yang lainmaka terjadi infeksi virus yang berat. 4 Pathogenesis terjadinya syok berdasarkanhipotesis the secondary heterologous infection adalah sebagai akibat infeksi skunder oleh tipevirus dengue yang berlainan pada seorangpasien, respon antibodi anamnestik yang akanterjadi dalam waktu beberapa harimengakibatkan proliferasi dan transformasilimposit dengan menghasilkan titer tinggiantibody IgG anti dengue. Disamping itureplikasi virus dengue terjadi juga dalamlimfosit yang bertransformasi dengan akibatterdapatnya virus dalam jumlah banyak. Hal iniakan mengakibatkan terbentuknya viruskompleks antigen-antibodi ( virus antibodycomplex ) yang selanjutnya akan mengakibatkanaktivasi sistem komplemen. Pelepasan C3a danC5a akibat aktivasi C3 dan C5 menyebabkanpeningkatan permeabilitas dinding pembuluhdarah dan merembesnya plasma dari ruang intravascular  ke ruang ekstravaskular  .Perembesan plasma ini terbukti dengan adanyapeningkatan kadar hematokrit, penurunan kadarnatrium, dan terdapat cairan di dalam ronggaserosa (efusi pleura dan asites). Syokyang tidak ditanggulangi secara adekuat akanmenyebabkan asidosis dan anoksia yang dapatberakibat fatal, oleh karena itu pengobatan syok sangat penting guna mencegah kematian. 4 Hati merupakan salah satu target organvirus dengue. Saat hepatosit terinfeksiolehvirus dengue, virus akan menganggu sintesaRNA dan protein sel, yang kemudian akanmengakibatkan cidera secara langsung padahepatosit. Virus Dengue merupakanmicroorganisma intraseluler yang memerlukanasam nukleat untuk bereplikasi, sehinggamengganggu sintesa protein sel target danmengakibatkan kerusakan serta kematian sel.Virus dengue juga dapat mengakibatkan ciderasel secara tidak langsung melalui gen virus itusendiri, reaksi inflamasi dan respon imun host.Selain hepatosit, dengue juga menyerang sellain seperti sel darah merah, sel otot, sel otot jantung, ginjal dan otak. Respon imun yangterjadi pada infeksi virus dengue yang dapatmenyebabkan cidera sel adalah respon imunseluler dan humoral. Reaksi pertahanan tubuhnon spesifik juga dapat mengakibatkan ciderapada hepatosit. 2 Virus dengue yang ganas berpotensimenyerang sel retikuloendotelial system termasuk organ hepar dan sel endotel, akibatnyahati meradang, membengkak, dan faal hatiterganggu dan berlanjut dengan kejadianperdarahan yang hebat disertai kesadaranmenurun dan menunjukan manifestasiensefalopati. 4 Pada pasien yang terinfeksi virus denguesering juga ditemukan adanya keterlibatanorgan salah satunya adalah hepar, yang jugamerupakan organ target virus dengue. Serotipevirus dengue 1,2 dan 3 telah diisolasi daripasien yang meninggal karena gagal hati,dengan infeksi dengue primer maupun sekunder. Beberapa penelitian telah membuktikanadanya keterlibatan hati selama infeksi virusdengue. Analisis secara  Immunohistochemistry dari bagian hati pada beberapa kasus infeksidengue yang fatal menunjukan adanya antigenvirus di dalam hepatosit, sel kupffer dan atau disel endotel hati. 5 Pada cidera sel timbul proses yang dapatmemberikan manifestasi penyakit pada tingkatseluler, salah satunya terjadi kebocoran enzimhati. Enzim yang dihasilkan oleh sel hati(hepatosit) yaitu transaminase. Peningkatanserum transaminase serta hepatomegalimerupakan tanda yang sering didapat padapenderita. Hal ini memperkuat dugaan bahwahati merupakan tempat replikasi virus yangutama. Pada DBD keterlibatan hati merupakantanda yang khas bahwa penyakit ini akanmenjadi fatal. 6 Serum transaminase dalam halini SGOT dan SGPT walaupun bukan satu-  Nurminha: Gambaran Aktifitas Enzim SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue279 Jurnal Analis Kesehatan: Volume2, No.2,September2013 satunya petanda fungsi hati namunkeberadannya seringkali digunakan sebagai screening enzyme , merupakan parameter dasaruntuk suatu diagnosa dan  follow up terhadapgangguan fungsi hati. Kadar SGOT dan SGPTdapat digunakan sebagai indikator awal yangmenunjukan adanya keterlibatan hati padapenyakit ini. 6 SGOT adalah enzim mitokondriayang banyak ditemukan dalam jantung, hati,otot tubuh dan ginjal. Nilainya tinggi bilaterjadi kerusakan sel yang akut. SGPT adalahenzim sitosol, jumlah absolutnya kurang dariSGOT, tetapi jumlahnya lebih banyak dihatidibanding dalam jantung dan otot tubuh.Peninggiannya lebih khas untuk kerusakanhati. 7 Metode Jenis penelitian yang digunakan adalahDeskriptif,, dengan variable penelitian aktifitasenzim SGOT dan aktifitas enzim SGPT.Populasi Penelitian ini adalah 55orangpenderita DBD yang dirawat di RSU. Dr. Hi.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Sampelpenelitian adalah 35 orang penderita DBD yangmemenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampelsecara purposive. Kriteria inklusi adalah semuapenderita DBD dengan trombositopenia danDengue Blood Positif. Kriteria eksklusi adalahpenderita typus, malaria, penyakit hati danpenyakit jantung. Lokasi penelitian dilakukandi RSU. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampungdan pemeriksaan dilakukan di laboratoriumPatologi Klinik RSU. Dr.Hi.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Waktu penelitian padabulan Mei  –  Juli 2013.Pengumpulan datapada penelitian ini yaitu data rekam medikhasilpemeriksaan IgM dan IgG anti dengue diRSUD dr.Hi. Abdul Moeloek. Dan data darihasilpemeriksaan SGOTdan SGPT terhadapserum sampel. Analisa data menggunakanunivariat. Hasil Berdasarkan hasil penelitian yang telahdilakukan pada bulan Mei sampai dengan Julitahun 2013 kepada 35 pasien Demam BerdarahDengue yang dirawat di RSUD dr. Hi. AbdulMoeloekdidapatkan hasil sebagai berikut: 1. Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Responden berdasarkanumur yang dirawat di RSUD dr. H. AbdulMoeloek Provinsi Lampung Umur(th)JumlahRespondenPersentase(%) 5-1011-1516-2021-2526-30 ≥30 55874614,214,222,620,511,417,1 Jumlah35100 Dari hasil penelitian terhadap 35 sampelkelompok umur tersebesar adalah 16-20 tahun(22, 6%) dan kelompok umur terkecil 26-30tahun (11,4%). 2.Derajat Klinis DBD Tabel 2. Distribusi RespondenDerajat KlinisDBD yang dirawat di RSUD dr. H. AbdulMoeloek Provinsi Lampung DerajatKlinis DBDJumlahRespondenPersentase(%) IIIIII2210362,928,68,5 Jumlah35100 Data padatabel 2menunjukkan bahwa dari35 pasien DBD yang dirawat di RSUDdr.Hi.Abdul Moeloek didapatkan pasien DBDDerajat Klinis I sebanyak 22 orang (62,9%),pasien DBD Derajat Klinis II sebanyak 10orang (28,6%) dan pasien DBD Derajat KlinisIII (DSS) sebanyak 3 orang(8,5%).
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks