434-1228-1-PB.pdf

Please download to get full document.

View again

of 5
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Download 434-1228-1-PB.pdf
Document Share
Document Transcript
   Majalah Ilmiah INTI, Volume 12, Nomor 2, Mei 2017 ISSN 2339-210X   261 IMPLEMENTASI METODE NWC DAN MODI DALAM PENGOPTIMALAN BIAYA PENDISTRIBUSIAN PUPUK (STUDI KASUS : PT. PERKEBUNAN RIMBA AYU) Mohd. Rifqi Lutfir Rahman.Hrp Mahasiswa Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun, Medan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model transportasi distribusi dengan Metode  Northwest Corner (NWC) dan Modified Distribution (MODI) dalam Optimalisasi masalah biaya transportasi pupuk ke wilayah medan dan sekitarnya. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara langsung (primer) dengan pihak yang terkait dengan bagian pemasaran khususnya bagian distribusi barang dan melalui dokumentasi data perusahaan yang berhubungan dengan biaya transportasi (sekunder) serta observasi langsung pada obyek penelitian.Penelitian ini menggunakan Metode  Northwest Corner (NWC) sebagai solusi awal, dan Modified Distribution (MODI )merupakan solusi akhir dalam meminimalisasi biaya transportasi dan distribusi. Kata Kunci:  PT. Rimba Ayu,Optimalisasi,Metode Northwest Corner(NWC) dan Modified Distribution (MODI) I.   PENDAHULUAN Pendistribusian barang atau jasa merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan sebuah instansi pemerintah ataupun perusahaan tertentu. Masalah transportasi merupakan masalah yang sering dihadapi dalam pendistribusian barang. Masalah lain yang sering dihadapi terkait distribusi adalah membuat keputusan mengenai rute yang dapat mengoptimakan jarak tempuh atau biaya  perjalanan, waktu tempuh, banyaknya kendaraan yang dioperasikan dan sumber daya lain yang tersedia. Mengirim barang dari satu tempat ke tempat lain memerlukan alat transportasi, baik alat transportasi yang dimiliki sendiri maupun menyewa, keduanya memerlukan biaya pengiriman. Besarnya  biaya pengiriman barang dipengaruhi dua variabel, yaitu jumlah barang yang akan dikirimkan dan biaya angkut per unit. II.   LANDASAN TEORI A.   Metode NWC ( North West Corner  ) Merupakan metode untuk menyusun  pengalokasian nilai awal sel ditetapkan pada sel yang beradadi ujung kiri atas table.Nilai sel awal tergantung pada kendala  –   kendala suplai dan demand untuk sel(Agus Sasmito Aribowo, 2008). Aturannya: 1.   Pengisian sel/kotak dimulai dari ujung kiri atas. 2.   Alokasi jumlah maksimum (terbesar) sesuai syarat sehingga layak untuk memenuhi  permintaan. 3.   Bergerak ke kotak sebelah kanan bila masih terdapat suplai yang cukup. Kalau tidak,  bergerak ke kotak di bawahnya sesuai demand  . Bergerak terus hingga suplai habis dan demand   terpenuhi. B.   Metode Modi (  Modified Distribution)   Menurut Fathiyyah (2012), Metode MODI merupakan perkembangan dari metode-metode sebelumnya, karena penentuan segi empat yang kosong yang bisa menghemat biaya dilakukan dengan prosedur yang lebih pasti dan tepat serta metode ini dapat mencapai hasil optimal yang lebih cepat. Cara untuk memilihnya digunakan persamaan : Ri+ Kj=Cij Keterangan : Ri = nilai baris ke i Kj = nilai kolom j Cij = biaya pengangkutan 1 satuan barang dari sumber i ke tujuan j. Langkah-langkah menghitungnya adalah sebagai  berikut: 1.   Membuat sebuah tabel transportasi yang menunjukkan hubungan antara kepastian  pabrik, kebutuhan tujuan, dan biaya transportasi dimana jumlah kebutuhan tiap-tiap tujuan diletakkan pada baris terakhir dan kapasitas tiap pabrik pada kolom terakhir. Sedangkan biaya pengangkutan diletakkan  pada segi empat kecil di pojok kiri atas 2.   Mengecek apakah total  supply dengan total demand sama , jika tidak sama maka tambahkan kolom “  Dummy ”. Apabila total demand >  supply maka tambahkan  supply semu dan sebaliknya, apabila d emand <  supply maka tambahkan nilai demand semu. 3.   Mengalokasikan produk dari sumber ke tujuandengan menggunakan pedoman Vogel’s Approximation Method (VAM). 4.   Tentukan nilai Ui untuk tiap baris dan Vj untuk tiap kolom dengan menggunakan hubungan :  262 Majalah Ilmiah INTI, Volume 12, Nomor 2, Mei 2017 ISSN 2339-210X   Cij= Ui+Vj untuk semua variabel basis dan tetap nilai nol untuk Ui (i=1,2,3,..,m dan j=1,2,3,..,n) . Dimana : Ui= indeks/nilai setiap baris Vj= indeks/nilai setiap kolom Cij= biaya angkut per satuan dari tempat asal (i) ke tempat tujuan (j) 5.   Hitung perubahan biaya (Cij) untuk setiap variabel non basis dengan menggunakan rumus Cij=Cij-Ui-Uj Dimana : Cij =nilai/indeks non basis. 6.   Tentukan sel yang akan masuk basis dengan memilih sel non basis yang memiliki nilai non  basis terbesar. Kemudian buat jalur tertutup untuk menentukan sel yang akan keluar basis dengan memilih jumlah unit terkecil dari sel yang bertanda negatif dan terbentuk sel baru. 7.   Jika terdapat nilai Cij negatif, maka solusi  belum optimal. Solusi optimum akan tercapai  bila Cij semuanya berharga positif (sel non  basis >=0) Jika tabel belum optimal, ulangi langkahlangkah di atas sampai diperoleh tabel optimal. III. ANALISA DAN PEMBAHASAN A.   Analisa Masalah Dalam membangun optimasi pendistribusian  pupuk dengan metode  North West Corner diperlukan data-data agar sistem dapat berjalan sesuai dengan harapan, data-data yang dibutuhkan untuk perancangan dan implementasi sistem ini adalah sebagai berikut: 1.   Data master kota. Merupakan input data dari kota atau tujuan (konsumen). Adapun data kota tujuan dapat dilihat  pada tabel dibawah ini : Tabel 1. Tabel Data Daerah Tujuan Gudang Biaya Distribusi/zak Serdang Bedagai Medan Deli Serdang Gudang 1 Rp. 6905 Rp. 5030 Rp. 5150 Gudang 2 Rp. 7000 Rp. 6000 Rp. 5500 Gudang 3 Rp. 6500 Rp. 5250 Rp. 5500 2.   Data master Gudang. Merupakan input data dari Gudang atau sumber. Adapun data gudang dapat dilihat pada tabel 2 Tabel 2. Gudang Penampungan Gudang Kapasitas Gudang/zak Gudang 1 32.435 Gudang 2 32.435 Gudang 3 32.435 Total 97.305 3.   Data permintaan. Merupakan input data permintaan dari masing-masing kota yang akan meminta atau memesan  barang. Adapun data permintaan pupuk dapat dilihat  pada tabel berikut ini: Tabel 3. Jumlah Permintaan Pupuk (bulan januari 2013) Daerah Jenis Pupuk/zak Urea Primaphose Mop Total Serdang Bedagai 7.164 10.200 9.922 27.286 Medan 10.130 13.235 11.332 34.697 Deli Serdang 8.467 14.190 12.484 35.321 Total Permintaan 97.305 Tabel 4. Kebutuhan dan Kapasitas dalam matrik transportasi Pupuk / Daerah Serdang Bedagai Medan Deli Serdang Kapasitas Gudang 1 6905 5030 5150 32435 Gudang 2 7000 6000 5500 32435 Gudang 3 6500 5250 5500 32435 Kebutuhan 27287   34697   35321   97305   Table diatas menjelaskan lokasi tujuan yang akan dikirim dari PT. Perkebunan Rimba Ayu ke kota tujuan sesuai dengan kiriman barang. Ditabel tersebut terdapat juga jenis pupuk yang akan dikirim Urea, Primaphose,Mop dengan harga  pengiriman/zak yang sudah ditentukan didalam table tersebut dengan kebutuhan dan kapasitas yang sesuai. Aturan penyelesaian: Langkah 1 : penuhi kebutuhan kota tujuan serdang  bedagai (27287) sesuai dengan kebutuhan yang ada. Karna jumlah kapasitas kebutuhan sudah sesuai maka sel nilai kebutuhan selajutnya  bergerak ke cell kanan bawah. Langkah 2 : penuhi kebutuhan kota tujuan medan (34697) sesuai dengan kebutuhan yang ada. Karna jumlah kapasitas kebutuhan sudah sesuai maka sel nilai kebutuhan selajutnya bergerak ke cell kanan bawah. Langkah 3 : penuhi kebutuhan kota tujuan Deli serdang (35321) sesuai dengan kebutuhan yang ada. Karna jumlah kapasitas kebutuhan sudah sesuai maka sel nilai kebutuhan selajutnya  bergerak ke cell kanan bawah. Tabel 5. Langkah 1 NWC Pupuk / Daerah Serdang Bedagai Medan Deli Serdang Kapasitas Gudang 1 6905 5030 5150 32435  263 Majalah Ilmiah INTI, Volume 12, Nomor 2, Mei 2017 ISSN 2339-210X   Pupuk / Daerah Serdang Bedagai Medan Deli Serdang Kapasitas 27287 Gudang 2 7000 0 5500 6000 32435 Gudang 3 6500 0 5250 5500 32435 ebutuhan 27287   34697   35321   97305   Prinsipnya, sebelum kebutuhan Serdang Bedagai untuk pupuk urea‘beres’ jangan memenuhi kebutuhan Serdang Bedagai untuk  pupukPrimaphose,dan seterusnya. Sebelum kapasitas gudang 1 habis, jangan gunakan kapasitas dariPabrik 2, dan seterusnya. Langkah 1 : Penuhi kebutuhan serdang bedagai (27287) dengan kapasitas dari Gudang 1 (32435, sisa 5148) Tabel 6. Langkah 2 NWC Pupuk / Daerah Serdang Bedagai Medan Deli Serdang Kapasitas Gudang 1 6905 27287 5030 5148 5150 32435 Gudang 2 5030 0 5500 6000 32435 Gudang 3 6500 0 5250 5500 32435 Kebutuhan 27287   34697   35321   97305   Langkah 2 : Lanjutkan dengan memenuhi Serdang Bedagai untuk pupuk Primaphose(34697) dengan sisa kapasitas gudang 1 (yang sebelumnya/pada langkah 1 masih sisa 5148)masih kurang 29549. Tabel 7. Langkah 3 NWC Pupuk / Daerah Serdang Bedagai Medan Deli Serdang Kapasitas Gudang 1 6905 27287 5030 5148 5150 32435 Gudang 2 5030 0 5500 29549 6000 32435 Gudang 3 6500 0 5250 5500 32435 ebutuhan 27287   34697   35321   97305   Langkah 3 : Karena kebutuhan kab. Serdang Bedagai untuk pupukPrimaphose sudah ‘beres’, gunakan sisa kapasitas gudang 2 untuk memenuhi kebutuhan kota medan yang masih kurang 2886 untuk pupuk MOP dengan kapasitas yang tersisa di gudang 2 Tabel 8. Langkah 4 NWC Pupuk / Daerah Serdang Bedagai Medan Deli Serdang Kapasitas Gudang 1 6905 27287 5030 5148 5150 32435 Gudang 2 5030 0 5500 29549 6000 2886 32435 Gudang 3 6500 0 5250 5500 32435 Kebutuhan 27287   34697   35321   97305   Langkah 4 : Karena kebutuhan kota medan untuk  pupukMop sudah ‘beres’, gunakan sisa kapasitas gudang 2 untuk memenuhi kebutuhan kab. Deli serdang yang masih kurang 32435 untuk pupuk MOP dengan kapasitas yang tersisa di gudang 3 Tabel 9. Langkah 5 NWC Pupuk / Daerah Serdang Bedagai Medan Deli Serdang Kapasitas Gudang 1 6905 27287 5030 5148 5150 32435 Gudang 2 7000 5500 29549 6000 2886 32435 Gudang 3 6500 5250 5150 32435 32435 Kebutuhan 27287   34697   35321   97305   Langkah 5 : Karena kebutuhan kota medan untuk  pupukMop sudah ‘beres’, gunakan sisa kapasitas gudang 3 untuk memenuhi kebutuhan kab. Deli serdang yang masih kurang 32435 untuk pupuk MOP dengan kapasitas yang tersisa di gudang 3 Untuk menghitung biaya digunakan rumus : Z = ( H 1 *K  1 ) +( H 2 *K  2 ) + … + ( Hn*Kn)  Keterangan : Z = Total harga Hn = Harga pupuk yang sudah ditentukan Kn = Kebutuhan pupk yang sudah ditentukan Maka biaya total pengiriman Z = ( H 1 *K  1 ) +( H 1 *K  2 ) + ( H 2 *K  2 ) +( H 2 *K  3 ) ++( H 3 *K  3 ) = (6905*27287) + (5030*5148) + (5500*29549)+ (6000*2886)+ (5150*32435) = (188.416.735) + (2.605.540) + (162.519.500) + (17.316.000) + (167.040.250) = 537.897.629 Analisa Model Modi (Solusi Akhir) Metode MODI (modified distribution) merupakan pengembangan dari metode stepping stone. Karena penentuan segi empat kosong yang  bisa menghemat biaya yang dilakukan dengan  prosedur yang lebih pasti dan tepat, serta metode ini dapat mencapai hasil optimal lebih cepat. Cara untuk memilihnya digunakan R  i  + K   j = C ij . R  i adalah nilai  baris i, K   j adalah nilai kolom j dan C ij adalah biaya  pengangkutan satu satuan barang dari sumber i ke tujuan j. Tahap 1 Mencari nilai baris dan kolom. Rumus : R + K = C , dimana R adalah baris, K adalah kolom dan C adalah biaya. Tabel 10 Iterasi 1  264 Majalah Ilmiah INTI, Volume 12, Nomor 2, Mei 2017 ISSN 2339-210X   a.   B 1  + K  1  = C 1 X 1   → B 1  + 0 = 6905 →B 1 = 6905  b.   B 1  + K  2  = C 2 X 1   → 6905 + K  2  = 5030 →K  2 = -1875 c.   B 2  + K  2  = C 2 X 2   → B 2  + (-1875) = 5500 →B 2 = 7375 d.   B 2  + K  3  = C 3 X 2   → 7375 + K  3  = 6000 →K  3 = -1375 e.   B 3  + K  3  = C 3 X 3   → B 3  + (-1375) = 5150 →B 3 = 6525 Keterangan : K = Kolom B = Baris Tahap 2 Mencari angka indeks. Rumus : C - R - K, dimana C adalah biaya, R adalah baris, dan K adalah kolom Tabel 11. Index Iterasi 1 1.   C1X1 = 6905 x 27287 = 188.416.735 2.   C 2 X 1  = 5030 x 5148 = 25.894.440 3.   C 2 X 2  = 5500 x 29549 = 162.519.500 4.   C 3 X 2  = 6000 x 2886 = 17.316.000 5.   C 3 X 3  = 5150 x32435 = 167.040.250 Total = 561.186.925 a.   C 3 X 1 = 5150  –   6905  –   (-1375) = -380  b.   C 1 X 2 = 7000  –   7375  –   0 = -375 c.   C 1 X 3 = 6500  –   6525  –   (-1375) = 1350 d.   C 2 X 3 = 5250  –   6525  –   (-1375) = 100 Karena masih ada nilai negatif, berarti solusi ini  belum optimal. Menentukan titik tolak perubahan  pada nilai yang negatif. Perubahan dimulai pada kotak yang mempunyai nilai negatif karena akan dapat mengurangi jumlah beban. IV.   IMPLEMENTASI Implementasi dari sistem yang dirancang, menggunakan antar muka pengolahan data dari  pengujian. Form utama berisi menu-menu untuk memanggil form-form yang lain. 1.   Tampilan form menu utama   Gambar 1. Form Menu 2.   Form Data Daerah Gambar 2. Form Daerah 3. Form Data Gudang Gambar 3. Form Gudang 4.   Form Data Hasil Gambar 4. Form Hasil
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks