40-152-1-PB

Please download to get full document.

View again

of 8
14 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
jurnal
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  447 H. Kamaluddin, Bimbingan dan Konseling Sekolah Bimbingan dan Konseling Sekolah H. KamaluddinEmail: pps.uhamka@yahoo.co.id, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Abstrak: Penyuluh memainkan peranan penting dalam sistem pendidikan dan mereka dianggap sebagaipsikolog sekolah. Penyuluhan harus mencangkup dan mempunyai sasaran untuk mengembangkan sertamemperluas potensi-potensi siswa. Mereka harus memiliki kemampuan hubungan masyarakat hubunganmasyarakat yang bagus dan solusi alternative kepada para siswa. Penyuluh melaksanakan perencanaan,menjalankan program, pengawasan dan evaluasi serta melaksanakan tindak lanjut dalam kegiatanpenyuluhan. Penyuluhan juga bertanggung jawab dalam menginformasikan jalur-jalur karir kepada parasiswa. Penyuluhan bertindak sebagai penyelesaian masalah solver para siswa. Menteri Pendidikan telahmemberikan kebebasan penuh kepada penyuluhan untuk mengembangkan potensi siswa dan menyediakanbimbingan serta penyuluhan yang efektif. Kata kunci:   bimbingan dan konseling sekolah Abstract:  The counselor plays an important role in the education system. They are regarded as schoolpsychology. Counseling must possess and target to expand and develop the student’s potentials. Theymust posses good public relations and alternative solutions to students.The counselor conducts planning,carry out the programme, monitor and evaluate, and take further actions in their counseling activities.The counselor is also responsible to provide career path to the students. To conclude, the counselor actas a problem solver to the students. The Ministry of Education has given full freedom to the counselor todevelop the students’ potentials and provide effective guidance and counseling. Key words: school counceling and guidance Pendahuluan Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolahmerupakan usaha membantu peserta didik dalampengembangan kehidupan pribadi, kehidupansosial, kegiatan belajar, serta perencanaan danpengembangan karir. Pelayanan bimbingan dankonseling memfasilitasi pengembangan pesertadidik secara individual, kelompok, dan atau klasikal,sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat,perkembangan, kondisi, serta peluang-peluangyang dimiliki. Pelayanan ini juga membantumengatasi kelemahan dan hambatan sertamasalah yang dihadapi peserta didik.Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingandan konseling di sekolah bukan semata-mataterletak pada ada atau tidak adanya landasanhukum (perundang-undangan) atau ketentuandari atas, namun yang lebih penting adalahmenyangkut upaya memfasilitasi peserta didikyang selanjutnya disebut konseli, agar mampumengembangkan petensi dirinya atau mencapaitugas-tugas perkembangannya (menyangkutaspek fisik, emosi, intelektual, sosial dan moral-spiritual).Konseling sebagai seorang individu yangsedang berada dalam proses berkembang ataumenjadi ( on becoming ), yaitu berkembang ke arahkematangan atau kemandirian. Untuk mencapaikematangan tersebut, konseli memerlukanbimbingan karena mereka masih kurang memilikipemahaman atau wawasan tentang dirinya danlingkungannya, juga pengalaman yang menentu-kan arah kehidupannya. Di samping itu, terdapatsuatu keniscayaan bahwa proses perkembangankonseli tidak selalu berlangsung secara mulus,atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, prosesperkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alurlinier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan,dan nilai-nilai yang dianut.Permasalahan layanan bimbingan dan konse-ling di sekolah antara lain 1) Bagaimanakah peranbimbingan dan konseling di sekolah? dan 2) Bagai-mana cara meningkatkan mutu layanan bimbingandan konseling di sekolah?  448 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 4, Juli 2011 Berdasarkan rumusan masalah yang sudahdikemukakan di atas, maka tujuan kajian ini yaitumendapatkan data dan informasi tentang: 1)bagaimana peranan bimbingan dan konseling disekolah; dan 2) bagaimana cara meningkatkanmutu layanan bimbingan dan konseling di sekolah.Tujuan penulisan ini yaitu mensosialisasikanpenyuluhan bimbingan dan konseling sekolah. Kajian LiteraturPengertian Bimbingan dan Konseling Menurut Prayitno (2004), bimbingan dan konselingadalah pelayanan bantuan untuk peserta didik,baik secara perorangan maupun kelompok agarmandiri dan bisa berkembang secara optimal,dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupunkarier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatanpendukung berdaarkan norma-norma yangberlaku.Bimbingan dan konseling merupakan upayaproaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individumencapai tingkat perkembangan yang optimal,pengembangan perilaku yang efektif, pengem-bangan lingkungan, dan peningkatan fungsi ataumanfaat individu dalam lingkungannya. Semuaperubahan perilaku tersebut merupakan prosesperkembangan individu, yakni proses interaksiantara individu dengan lingkungan melaluiinteraksi yang sehat dan produktif. Bimbingan dankonseling memegang tugas dan tanggung jawabyang penting untuk mengembangkan lingkungan,membangun interaksi dinamis antara individudengan lingkungan, membelajarkan individu untukmengembangkan, merubah dan memperbaikiperilaku.Bimbingan dan konseling bukanlah kegiatanpembelajaran dalam konteks adegan mengajaryang layaknya dilakukan guru sebagai pembe-lajaran bidang studi, melainkan layanan ahli dalamkonteks memandirikan peserta didik.   (ABKIN,2007).Oleh karena itu, bimbingan dan konselingmerupakan layanan ahli oleh konselor (gurubimbingan dan konseling). Konselor adalah salahsatu kualifikasi pendidikan, yaitu tenagakependidikan, yaitu tenaga kependidikan yangmemiliki kekhususan pada bidang bimbingan dankonseling, yang berpartisipasi dalam menyeleng-garakan pendidikan. Fungsi, Prinsip dan Asas Bimbingan danKonseling Layanan bimbingan dan konseling di sekolahmemiliki peran yang sangat penting. Oleh karenaitu, sebelum kita membahas lebih jauh alangkahbaiknya kita mengetahui fungsi, prinsip, dan asasbimbingan dan konseling. Fungsi Bimbingan dan Konseling Uman Suherman yang dikutip oleh Sudrajat (2008)mengemukakan sepuluh fungsi bimbingan dankonseling, yaitu: 1) Fungsi Pemahaman, yaitufungsi bimbingan dan konseling membantu konseliagar memiliki pemahaman terhadap dirinya(potensinya) dan lingkungannya (pendidikan,pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkanpemahaman ini, konseli diharapkan mampumengembangkan potensi dirinya secara optimal,dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungansecara dinamis dan konstruktif; 2) Fungsi Preventif,yaitu fungsi yang berkaitan dengan upayakonselor untuk senantiasa mengantisipasiberbagai masalah yang mungkin terjadi danberupaya untuk mencegahnya, supaya tidakdialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselormemberikan bimbingan kepada konseli tentangcara menghindarkan diri dari perbuatan ataukegiatan yang membahayakan dirinya. Adapunteknik yang dapat digunakan adalah pelayananorientasi, informasi, dan bimbingan kelompok.Beberapa masalah yang perlu diinformasikankepada para konseli dalam rangka mencegahterjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan,diantaranya: bahayanya minuman keras,merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out  ,dan pergaulan bebas ( free sex  ); 3) FungsiPengembangan, yaitu fungsi bimbingan dankonseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupayauntuk menciptakan lingkungan belajar yangkondusif, yang memfasilitasi perkembangankonseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasahlainnya secara sinergi sebagai teamwork  berkolaborasi atau bekerjasama merencanakandan melaksanakan program bimbingan secarasistematis dan berkesinambungan dalam upaya  449 H. Kamaluddin, Bimbingan dan Konseling Sekolah membantu konseli mencapai tugas-tugasperkembangannya. Teknik bimbingan yang dapatdigunakan disini adalah pelayanan informasi,tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming ), home room , dan karyawisata; 4)Fungsi Penyembuhan  , yaitu fungsi bimbingan dankonseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitanerat dengan upaya pemberian bantuan kepadakonseli yang telah mengalami masalah, baikmenyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupunkarir. Teknik yang dapat digunakan adalahkonseling, dan remedial teaching ; 5) FungsiPenyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konselingdalam membantu konseli memilih kegiatanekstrakurikuler, jurusan atau program studi, danmemantapkan penguasaan karir atau jabatanyang sesuai dengan minat, bakat, keahlian danciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakanfungsi ini, konselor perlu bekerja sama denganpendidik lainnya di dalam maupun di luar lembagapendidikan; 6) Fungsi Adaptasi, yaitu fungsimembantu para pelaksana pendidikan, kepalaSekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guruuntuk menyesuaikan program pendidikanterhadap latar belakang pendidikan, minat,kemampuan, dan kebutuhan konseli. Denganmenggunakan informasi yang memadai mengenaikonseli, pembimbing/konselor dapat membantupara guru dalam memperlakukan konseli secaratepat, baik dalam memilih dan menyusun materiSekolah/Madrasah, memilih metode dan prosespembelajaran, maupun menyusun bahanpelajaran sesuai dengan kemampuan dankecepatan konseling; 7) Fungsi Penyesuaian, yaitufungsi bimbingan dan konseling dalam membantukonseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diridan lingkungannya secara dinamis dan konstruk-tif; 8) Fungsi Perbaikan  ,  yaitu fungsi bimbingandan konseling untuk membantu konseli sehinggadapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir,berperasaan dan bertindak (berkehendak).Konselor melakukan intervensi (memberikanperlakuan) terhadap konseli supaya memiliki polaberfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaanyang tepat sehingga dapat mengantarkan merekakepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif; 9) Fungsi Fasilitasi, memberikankemudahan kepada konseli dalam mencapaipertumbuhan dan perkembangan yang optimal,serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalamdiri konseli; dan 10) Fungsi Pemeliharaan, yaitufungsi bimbingan dan konseling untuk membantukonseli supaya dapat menjaga diri dan memper-tahankan situasi kondusif yang telah terciptadalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agarterhindar dari kondisi-kondisi yang akanmenyebabkan penurunan produktivitas diri.Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melaluiprogram-program yang menarik, rekreatif danfakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli.Fungsi yang dikemukakan di atas dapat disingkat sebagai berikut: 1) Fungsi pemahaman,yaitu fungsi membantu peserta memahami diri danlingkungan; 2) Fungsi Pencegahan, yaitu fungsiuntuk membantu peserta didik mampu mencegahatau menghindari diri dari berbagai permasalahanyang dapat menghambat perkembangan dirinya;3) Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untukmembantu peserta didik mengatasi masalah yangdidalamnya; 4) Fungsi Pemeliharaan danPengembangan, yaitu fungsi untuk membantupeserta didik memlihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya; 5) Fungsi Advokasi, yaitu fungsiuntuk membantu peserta didik memperolehpembelaan atas hak dan atau kepentingannyayang kurang mendapat perhatian. Prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandangsebagai pondasi atau landasan bagi pelayananbimbingan dan konseling. Prinsip-prinsip iniberasal dari konsep-konsep filosofis tentangkemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberianpelayanan bantuan atau bimbingan, baik diSekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah.Prinsip-prinsip tersebut yaitu bimbingan dankonseling: 1) diperuntukkan bagi semuakonseling. Prinsip ini berarti bahwa bimbingandiberikan kepada semua konseli atau konseli, baikyang tidak bermasalah maupun yang bermasalah;baik pria maupun wanita; baik anak-anak, remaja,maupun dewasa. Dalam hal ini pendekatan yangdigunakan dalam bimbingan lebih bersifatpreventif dan pengembangan dari padapenyembuhan (kuratif); dan lebih diutamakanteknik kelompok dari pada perseorangan  450 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 4, Juli 2011 (individual); 2) sebagai proses individuasi. Setiapkonseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya),dan melalui bimbingan konseli dibantu untukmemaksimalkan perkembangan keunikannyatersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yangmenjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli,meskipun pelayanan bimbingannya menggunakanteknik kelompok; 3) menekankan hal yang positif.Dalam kenyataan masih ada konseli yang memilikipersepsi yang negatif terhadap bimbingan, karenabimbingan dipandang sebagai satu cara yangmenekan aspirasi. Sangat berbeda denganpandangan tersebut, bimbingan sebenarnyamerupakan proses bantuan yang menekankankekuatan dan kesuksesan, karena bimbinganmerupakan cara untuk membangun pandanganyang positif terhadap diri sendiri, memberikandorongan, dan peluang untuk berkembang; 4)merupakan Usaha Bersama. Bimbingan bukanhanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Mereka bekerja sebagai teamwork; 5)pengambilan keputusan merupakan hal yangesensial dalam bimbingan dan konseling.bimbingan diarahkan untuk membantu konseliagar dapat melakukan pilihan dan mengambilkeputusan. Bimbingan mempunyai peranan untukmemberikan informasi dan nasihat kepada konseli,yang itu semua sangat penting baginya dalammengambil keputusan. Kehidupan konseli diarah-kan oleh tujuannya, dan bimbingan memfasilitasikonseli untuk mempertimbangkan, menyesuaikandiri, dan menyempurnakan tujuan melaluipengambilan keputusan yang tepat. Kemampuanuntuk membuat pilihan secara tepat bukankemampuan bawaan, tetapi kemampuan yangharus dikembangkan. Tujuan utama bimbinganadalah mengembangkan kemampuan konseliuntuk memecahkan masalahnya dan mengambilkeputusan; 5) berlangsung dalam Berbagai Setting (adegan) Kehidupan. Pemberian pelayananbimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga,perusahaan/industri, lembaga-lembagapemerintah/swasta, dan masyarakat padaumumnya. Bidang pelayanan bimbingan punbersifat multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi,sosial, pendidikan, dan pekerjaan.Prinsip-prinsip di atas dapat digambarkansebagai berikut. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayananbimbingan dan konseling sangat ditentukan olehdiwujudkannya asas-asas berikut, yaitu:Pertama, Asas kerahasiaan, yaitu asasbimbingan dan konseling yang menuntutdirahasiakanya segenap data dan keterangantentang konseli (konseli) yang menjadi sasaranpelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidakboleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain.Dalam hal ini guru pembimbing berkewajibanpenuh memelihara dan menjaga semua data danketerangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Kedua, Asas kesukarelaan, yaituasas bimbingan dan konseling yang menghendakiadanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli)mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yangdiperlukan baginya. Dalam hal ini guru pembimbingberkewajiban membina dan mengembangkankesukarelaan tersebut. Ketiga, Asas keterbukaan,yaitu asas bimbingan dan konseling yangmenghendaki agar konseli (konseli) yang menjadisasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dantidak berpura-pura, baik di dalam memberikanketerangan tentang dirinya sendiri maupun dalammenerima berbagai informasi dan materi dari luaryang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalamhal ini guru pembimbing berkewajiban mengem-bangkan keterbukaan konseli (konseli). Keter-bukaan ini amat terkait pada terselenggaranyaasas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan padadiri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Agar konseli dapat terbuka, gurupembimbing terlebih dahulu harus bersikapterbuka dan tidak berpura-pura. Keempat, Asaskegiatan, yaitu asas bimbingan dan konseling
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks