4.914,74 279,67 BIRD DAILY IHSG MNC36. (MNC Research Division) Senin, 25 April ,65 (+0,24%) +1,07 (+0,38%) BIRDMsec

Please download to get full document.

View again

of 5
7 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
(MNC Research Division) Senin, MARKET COMMENT IHSG berhasil menutup perdagangan di zona positif dengan penguatan 0,24% atau 11,64 poin ke level 4.914,73 asing disertai foreign net buy senilai Rp
Document Share
Document Transcript
(MNC Research Division) Senin, MARKET COMMENT IHSG berhasil menutup perdagangan di zona positif dengan penguatan 0,24% atau 11,64 poin ke level 4.914,73 asing disertai foreign net buy senilai Rp 339,57 miliar. Penguatan IHSG akhir pekan lalu sejalan dengan tren positif pasca indeks menyentuh level tertinggi. TODAY RECOMMENDATION IHSG 4.914,74 +11,65 (+0,24%) MNC36 279,67 +1,07 (+0,38%) Volume 4,91 Value 5,39 Market Cap Average PE 11,7 Average PBV 2,0 High Low (Yearly) USD/IDR GLOBAL MARKET (21/04) INDONESIA STOCK EXCHANGE IHSG Daily Range USD/IDR Daily Range Indices Point +/- % DJIA ,75 +21,23 +0,12 NASDAQ 4.906,23-39,66-0,80 NIKKEI , ,87 +1,20 HSEI ,04-155,21-0,72 STI 2.940,43-20,35-0,69 COMMODITIES PRICE (21/04) (+0,38%) Komoditas Price +/- % Nymex/barrel 43,75 +0,55 +1,27 Batubara US/ton 45,65 +0,10 +0,22 Emas US/oz 1.233,70-20,30-1,62 Nikel US/ton 9.050,00-10,00-0,11 Timah US/ton , ,00 +1,75 Copper US/ pound 2,26-0,0005-0,02 CPO RM/ Mton 2.690,00-45,00-1,65 Di tengah kejatuhan saham Microsoft -7,17% (kejatuhan terburuk sejak 27 Januari 2015), Google -5%, Facebook - 2,5% dan Amazon -1,66%, DJIA berhasil di tutup naik tipis +21,23 poin (+0,12%) seiring kembali naiknya saham berbasis energi setelah harga minyak kembali naik. Dengan kenaikan pada hari Jumat, selama seminggu DJIA naik sebesar+0,59%. Minggu ini market disungguhi data ekonomi yang cukup berat seperti: FOMC Meeting, real GDP Q1, Durable goods, S&P/Case-Shiller, Personal income dan Chicago PMI serta rilis LK Q1/2016 sekitar 70 emiten seperti: Halliburton, Apple, P&G, Facebook, Boeing, Amazon.com, Viacom, ConocoPhillips, ExxonMobil, Chevron. Setelah sepekan lalu IHSG menguat +91,17 poin (+1,89%) diiringi net buy asing Rp 1,4 triliun, sehingga dalam Rupiah return YTD IHSG naik +321,73 poin (+7%), sedangkan dalam USD return IHSG menguat +11,6%, disertai net buy asing YTD mencapai Rp +6,34 triliun, Senin ini diperkirakan IHSG bergerak flat cenderung menguat terbatas merujuk naiknya DJIA +0,12%, Oil +1,27% dan Tin +1,75% di tengah kejatuhan EIDO -0,04%, Gold -1,62%, Nickel -0,11% dan CPO -1,65%. Perkembangan emiten terbaru dari PT Vale Indonesia (INCO) dimana sepanjang Q1/2016 membukukan penurunan produksi nikel sebesar -3% menjadi MT. Hal tersebut mengindikasikan baru tercapai 21,12% dari target total produksi 2016 sebesar MT yang turun -1,45% dari realisasi produksi 2015 sebesar MT. BUY: BBRI, TLKM, UNVR, BSDE, GGRM, BBTN, CTRA, ICBP BOW: JPFA, ADHI, WSKT, JSMR, SMGR, BBNI, PTPP, UNTR, TOTL, AKRA, ASII, INTP MARKET MOVERS (25/04) Rupiah, Senin melemah di level Rp (08.00 AM) Indeks Nikkei, Senin melemah 122 poin (08.00 AM) DJIA, Senin menguat 21 poin (08.00 AM) Follow us on: BIRDMsec Bird Msec 1 COMPANY LATEST PT Indika Energy Tbk (INDY). Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$ 40,7 juta pada tahun ini. Nilai belanja modal itu lebih kecil dari realisasi belanja modal pada tahun lalu yang sebesar US$ 58,7 juta. Serapan anggaran belanja modal tahun lalu yang sebesar 85,9% dari alokasi anggaran awal yang senilai US$ 68,6 juta. Porsi belanja modal paling besar tetap akan disalurkan untuk PT Petrosea Tbk (PTRO) mencapai US$ 27,4 juta. PT Mitrabahtera Sagara Sejati (MBSS) mendapat alokasi US$ 6,1 juta, Kideco Jaya Agung mendapat alokasi belanja US$ 2,7 juta, dan untuk perseroan sendiri sebesar US$ 4,7 juta. Perseroan menargetkan volume batubara Kideco bisa mencapai 32 juta ton, turun dibandingkan realisasi tahun 2015 lalu yang sebesar 39,8 juta ton. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Perseroan akan membagikan dividen tahun 2015 senilai Rp 9,29 triliun atau setara 60% dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp 15,49 triliun. Sementara sisanya Rp 6,2 triliun atau 40% laba bersih 2015 ditetapkan sebagai laba ditahan. Perseroan akan membagikan dividen tunai Rp 7,74 triliun atau Rp 78,86 per saham dan dividen spesial Rp 1,55 triliun setara Rp 15,77 per saham. Perseroan meraih pendapatan konsolidasi Rp 102,47 triliun, tumbuh 14,2% yoy. Pencapaian kinerja ditopang segmen data, internet dan IT service di luar SMS, yang tumbuh 37,5% yoy dan menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan. Kontribusi segmen ini setara 32% total pendapatan. Tahun lalu, Telkomsel menyumbang 57% pendapatan dengan 152,6 juta pelanggan di 2015, tumbuh 8,6% yoy. Tahun ini, perseroan mengalokasikan capex setara 22%-25% pendapatan, senilai Rp 22,54-Rp 25,62 triliun. Sumber capex berasal dari kas internal dan akan digunakan untuk mengembangkan bisnis seluler, termasuk jaringan 3G/4G maupun IndiHome Fiber dan broadband berbasis optik. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan tumbuh 16,6% yoy menjadi Rp 27,54 triliun. EBITDA naik 18,8% yoy ke Rp 14,66 triliun dan laba bersih meningkat 20,2% yoy menjadi Rp 4,59 triliun. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). Sepanjang tahun 2015, perseroan mencatat kenaikan volume penjualan 22% yoy menjadi 1,54 juta ton. Pendapatan melonjak 20% yoy menjadi Rp 1,46 triliun. Pemicu kenaikan ini adalah selesainya proses perawatan dan overhaul mesin-mesin pabrik. Tahun ini manajemen menargetkan produksi 1,75 juta ton. Dengan volume produksi dan penjualan tersebut, perseroan menargetkan pendapatan tahun ini Rp 1,7 triliun atau lebih tinggi 16,44% yoy dibandingkan realisasi penjualan Perseroan juga menyelesaikan pembangunan pabrik Baturaja II untuk meningkatkan volume dengan target penyelesaian semester kedua Pabrik baru ini memiliki kapasitas 1,85 juta ton. Untuk pabrik Baturaja II, perseroan berinvestasi Rp 3,32 triliun. Sebagian dana atau Rp 2,4 triliun berasal dari belanja modal tahun PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI). Laba tahun berjalan tahun 2015 sebesar Rp 193,32 miliar. Sedangkan pada tahun 2014, mengalami kerugian sebesar Rp 62,46 miliar. Penjualan bersih pada tahun 2015 sebesar Rp 2,26 triliun atau naik 134% yoy dari tahun 2014 sebanyak Rp 965,81 miliar. Penjualan didapat dari pihak berelasi atau ekspor. Penjualan melalui pihak ketiga-lokal melalui PT Anugerah Pharmindo Lestari sebagai distributor utama untuk penjualan lokal mengalami penurunan pada tahun 2015 sebesar Rp 291,29 miliar dari tahun 2014 yang sebesar Rp 363,08 miliar. Sementara total asetnya pada tahun 2015 sebesar Rp 1,51 triliun, naik dari tahun 2014 sebesar 1,32 triliun. PT XL Axiata Tbk (EXCL). Perseroan mencetak laba bersih senilai Rp 169,26 miliar pada kuartal I-2016 atau membaik dibandingkan periode sama tahun lalu yang membukukan rugi bersih Rp 758,07 miliar. Pendapatan naik tipis sekitar 2,3% dari Rp 5,48 triliun menjadi Rp 5,61 triliun. Keberhasilan perseroan memperoleh laba bersih ini didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat keuntungan selisih kurs perseroan mencapai Rp 471,86 miliar pada kuartal I-2016, bandingkan dengan periode sama tahun lalu dengan rugi kurs Rp 1,01 triliun. Laba usaha perseroan naik dari Rp 176,95 miliar menjadi Rp 375,49 miliar. Pertumbuhan pendapatan perseroan didorong kenaikan pendapatan penggunaan layanan utama, yakni suara, SMS, data dan value added service sebesar 5%, serta dari pencapaian kinerja untuk layanan data dengan pertumbuhan 23% pada kuartal I-2016, dibandingkan kuartal IV Sepanjang kuartal I-2016, perseroan membangun base transceiver station (BTS) 4G dengan cakupan hingga 36 kota di Indonesia. Perseroan juga membangun sekitar BTS 3G guna meningkatkan kualitas dan cakupan layanan data. Hingga akhir Maret 2016, perseroan telah memiliki sebanyak BTS. Perseroan mencatatkan traffic layanan data tumbuh 94% dengan total pengguna mencapai 22,8 juta atau 54% dari total pelanggan. Hingga akhir Maret 2016, laju penetrasi pengguna smartphone mencapai 48% dari total penetrasi. Pengguna smartphone di XL mengalami pertumbuhan sebesar 19% yoy atau mencapai sebesar 20,5 juta pengguna. 2 World Indices Comparison 2016 Year-to-Date Growth Domestic 3666 (Miliar Rp) 2064 Foreign UK 1.38% -1.16% USA India 2.15% % China -7.68% Japan S. Korea 2.76% -2.04% Hong Kong Singapore 2.00% Malaysia 1.50% Indonesia 7.00% % % % -5.00% 0.00% 5.00% 10.00% 22/04/2016 IDX Foreign Net Trading Year 2016 IDX Foreign Net Trading Net 339,6 Net 6.344,4 ECONOMIC CALENDER EURO : German Ifo Business Climate USA : New Home Sales USA : Durable Goods Orders USA : CB Consumer Confidence Monday 25 Tuesday 26 CORPORATE ACTION PTIS : RUPS UNTR : RUPS ADRO : Cash Dividend Cum Date CINT : Cash Dividend Cum Date TRIS : Cash Dividend Cum Date LPGI : Public Expose ACST : Cash Dividend Cum Date DPUM : Public Expose MARI : Public Expose EURO : M3 Money Supply England : Prelim GDP USA : Pending Home Sales USA : Crude Oil Inventories Wednesday 27 ADHI : RUPS BTEK : RUPS ASII : RUPS DSSA : RUPS AGRO : Cash Dividend Cum Date ASGR : Cash Dividend Cum Date HDFA : Cash Dividend Cum Date PPRO : Cash Dividend Cum Date USA : FOMC Statement USA : Federal Funds Rate Japan : Household Spending Japan : Monetary Policy Statement EURO : Spanish & German Unemployment Rate USA : Advance GDP USA : unemployment Claims EURO : CPI Flash Estimate EURO : German Retail Sales USA : Chicago PMI USA : Core PCE Price Index Thursday 28 Friday 29 AKRA : RUPS BTEL : RUPS BBKP : RUPS BDMN : RUPS ELSA : RUPS IATA : Public Expose WIKA : RUPS INDY : Public Expose BTPN : RUPS DEWA : RUPS PTPP : RUPS BBRM : Public Expose 3 TRADING SUMMARY TOP TRADING VOLUME TOP TRADING VALUE TOP GAINERS TOP LOSERS Code (Mill.Sh) % Code (Bill.Rp) % Code Change % Code Change % ELSA ,9 TLKM ,5 AGRO 39 34,5 VICO ,0 SUGI 256 5,2 BBRI 460 8,5 HDFA 35 24,1 CKRA -9-10,0 INDY 223 4,5 ELSA 292 5,4 SAFE 20 21,1 ICON -24-9,9 MYRX 202 4,1 PGAS 273 5,1 IPOL 18 20,0 LCGP -42-9,8 BKSL 198 4,0 ASII 212 3,9 INDY 52 14,8 ARII -39-9,8 DAILY TECHNICAL RECOMMENDATION CODE CLOSE CHG S R REC CODE CLOSE CHG S R REC INDUSTRI DASAR DAN KIMIA INTP BOW SMGR BOW PERDAGANGAN, JASA DAN INVESTASI ACES BOW AKRA BOW EMTK BOW MIKA BOW PROPERTI DAN REAL ESTATE BSDE BUY CTRA BUY DUTI BOW LPKR BOW PTPP BOW PWON BUY WIKA BUY WSKT BOW INFRASTRUKTUR JSMR BOW TBIG BOW TLKM BUY TOWR BUY KEUANGAN BBCA BUY BBNI BOW BBRI BUY BBTN BUY BMRI BUY ANEKA INDUSTRI ASII BOW PERKEBUNAN AALI BOW SSMS BUY BARANG KONSUMSI GGRM BUY ICBP BUY KLBF BOW INDF BUY MYOR BUY ULTJ BOW UNVR BUY COMPANY GROUP BHIT BOW BMTR BOW MNCN BOW BABP BOW BCAP BOW IATA BOW KPIG BUY MSKY BOW 4 Research Edwin J. Sebayang mining, energy, company groups Head of research ext Victoria Venny telecommunication, tower ext Gilang A. Dhirobroto construction, property ext Yosua Zisokhi plantation, poultry, cement ext Rr. Nurulita Harwaningrum banking ext MNC Securities MNC Financial Center Lt Jl. Kebon Sirih No Jakarta P F Disclaimer This research report has been issued by PT MNC Securities It may not be reproduced or further distributed or published, in whole or in part, for any purpose. PT MNC Securities has based this document on information obtained from sources it believes to be reliable but which it has not independently verified; PT MNC Securities makes no guarantee, representation or warranty and accepts no responsibility to liability as to its accuracy or completeness. Expression of opinion herein are those of the research department only and are subject to change without notice. This document is not and should not be construed as an offer or the solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any investment. PT MNC Securities and its affiliates and/or their offices, directors and employees may own or have positions in any investment mentioned herein or any investment related thereto and may from time to time add to or dispose of any such investment. PT MNC Securities and its affiliates may act as market maker or have assumed an underwriting position in the securities of companies discusses herein (or investment related thereto) and may sell them to or buy them from customers on a principal basis and may also perform or seek to perform investment banking or underwriting services for or relating to those companies. 5
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x