195273 ID Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemerik

Please download to get full document.

View again

of 6
40 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
hfjhfmj
Document Share
Document Transcript
   AISYAH: JURNA  Available online at PENGETAHUAN REPAYUDARA SENDI  Aka  Email  Penyakit kanker merupakan salah sat  pada wanita adalah kanker payudar deteksi dini yang dikenal dengan met  penelitian survey analitik dengan des kelas XI MA Al-Fatah Natar, sampel random sampling. Teknik analisis dat  Analisis univariat menunjukkan terdap  siswi kelas XI belum pernah melakuk  signifikan antara pengetahuan tentan value 0,016. Tenaga kesehatan diha khususnya deteksi dini kanker payudar Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, SA   THE ADOLESCENT KNO BREAST Cancer is one of the leading causes o  Efforts should be made to prevent bre research is an analytic survey resear  students of class XI MA Al-Fatah Na random sampling technique. Data an Univariate analysis showed 36 respon  grade XI students had never done S correlation between knowledge of Pe 0,016. Health workers are expected to of breast cancer continuously. Keywords: Knowledge, Behavior, SAD  How to Cite: Lubis, U. L. (2017). Pendengan Perilaku Sadari. PENDAHULUAN   Penyakit kanker merupakan  penyebab kematian utama di sel L ILMU KESEHATAN 2 (1) 2017, 81  – http://ejournal.stikesaisyah.ac.id/index.php/eja   MAJA PUTRI TENTANG PEMERI I (SADARI) DENGAN PERILAKU S   Utama Ladunni Lubis emi Kebidanan Alifa Pringsewu : unnilubis.olfianwari@gmail.com   ABSTRAK  penyebab utama kematian dan jenis kanker yang lebi . Perlu dilakukan upaya untuk pencegahan kanker p de SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Penelitia in cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adal diambil sebanyak 70 responden dengan menggunak  yang digunakan adalah univariat dan bivariat denga at 36 responden (51, 4%) pengetahuan cukup dan 56 r n SADARI. Uji statistik chi square menunjukkan ada  pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan per rapkan dapat memberikan penyuluhan tentang keseh  secara kontinyu. DARI LEDGE OF BREAST SELF-EXAMINATIO SELF-EXAMINATION BEHAVIOR  ABSTRACT death and the most common type of cancer in women i ast cancer through early detection known as the SADA ch with cross sectional design. The population in this ar, the sample was taken as much as 70 respondents lysis technique used is univariate and bivariate with dents (51, 4%) have sufficient knowledge and 56 respo  DARI. Chi square statistic test showed that there w eriksaan Payudara Sendiri  (SADARI) with behavioral  provide counseling about reproductive health, especiall ARI etahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara S  Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan.  2 (1), 81 – 86. salah satu ruh dunia. Salah satu penyakit kanke  banyak terjadi pada wanita  payudara yaitu tumor ganas y 86   SAAN DARI banyak terjadi  yudara melalui ini merupakan h seluruh siswi n teknik simple uji chi square.   esponden (80%) hubungan yang laku SADARI p atan reproduksi  N WITH  s breast cancer.  RI method. This  study were all by using simple chi square test. ndents (80%) of as a significant  ADARI p value early detection ndiri (SADARI) yang lebih dalah kanker ng tumbuh di   Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (1) 2017, –   82   Utama Ladunni Lubis Copyright © 2017, Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online   dalam jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara (Rukiyah, 2012). Menurut World Health Organization  (WHO,2012),   di Indonesia angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara menempati urutan ke-10 setelah kanker  paru, sedangkan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda, 2013)  prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330.000 orang. Data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung (2012) mencatat bahwa kasus kanker  payudara tahun 2012-2013 yang ditemukan sebanyak 906 kasus, dimana Lampung Barat sebanyak 103 (11,36%), Pringsewu 102 (11,25%), Way Kanan 98 (10,81%), Metro 94 (10,37%), Bandar Lampung 89 (9,71%), Lampung Selatan 89 (9,71%), Lampung Utara 81 (8,94%), Mesuji 79 (8,71%), Pesawaran 53 (5,85%), Tulang Bawang 51 (5,62%), Tulang Bawang Barat 50 (5,52%) dan Kabupaten Pesisir Barat 17 (1,88%). Kasus kanker payudara dari data RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung dalam 5 tahun terakhir mengalami  peningkatan, pada tahun 2011 sebanyak 258 pasien, pada tahun 2012 sebanyak 283 dan pada tahun 2013 meningkat tajam menjadi 792 pasien, pada tahun 2014 sebanyak 1.797 pasien dan tahun 2015 sebanyak 1.898 pasien. Faktor penyebabnya diduga karena  perubahan gaya hidup seperti kebiasaan makan makanan cepat saji, seringnya terpapar radiasi dari media elektronik dan  perubahan kondisi lingkungan (YKPJ, 2011). Penyebab lain tingginya angka kejadian kanker payudara ini adalah karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya dari kanker payudara, tanda-tanda dini, faktor risiko dan cara  penanggulangannya (Yayasan Kanker Indonesia, 2012). Mengingat adanya kecenderungan  peningkatan jumlah penderita kanker, maka  perlu dilakukan upaya untuk  pencegahannya, Kemenkes RI telah melaksanakan program deteksi dini kanker  payudara yang dikenal dengan metode SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Sadari adalah pemeriksaan payudara sendiri yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kanker dalam payudara wanita (Olfah, 2013).  American Cancer Society  (ACS/2011) menganjurkan bahwa sadari perlu dilakukan oleh wanita usia 20 tahun atau lebih setiap bulannya yaitu pada hari ke-7 atau ke-10 setelah selesai haid. Namun seiring berjalan waktu, penyakit ini mulai mengarah ke usia lebih muda, maka usia remaja (13-20 tahun) juga perlu untuk melakukan SADARI secara rutin sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 20 siswi MA Alfatah Natar, didapatkan bahwa 17 dari 20 remaja tersebut diantaranya sudah mengetahui tentang gambaran kanker payudara tetapi  belum mengetahui tentang cara melakukan SADARI METODE PENELITIAN   Rancangan penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional  . Variabel indepen yang diteliti adalah  pengetahuan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan variabel dependennya adalah perilaku SADARI. Penelitian ini dilaksanakan di MA AL-Fatah Natar Lampung Selatan pada Bulan April 2017.   Populasi yang digunakan dalam  penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Alfatah Natar sebanyak 85 siswi. Teknik sampling yang digunakan dalam  penelitian ini adalah  simple random  sampling.  Penelitian ini menggunakan data  primer dengan Instrumen yang digunakan adalah cheklist. Analisis data dengan univariat dan bivariat menggunaka chi  square .   Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (1) 2017, –   83   Utama Ladunni Lubis Copyright © 2017, Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)   HASIL DAN PEMBAHASAN   Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis data yang dilakukan, maka didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel. 1 Pengetahuan SADARI Pengetahuan Frekuensi % Kurang 32 45,7 Cukup 36 51,4 Baik 2 2,9 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel. 1 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berpengetahuan cukup yaitu sebesar 36 responden (51,4%). Tabel. 2 Perilaku SADARI Perilaku Frekuensi % Belum Pernah 56 80 Tidak Rutin 14 20 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel. 2 diketahui bahwa sebagian besar responden belum pernah melakukan pemeriksaan SADARI yaitu sebesar 56 responden (80%). Tabel. 3 Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku SADARI Pengetahuan Belum Pernah Tidak Rutin Total  p value N % n % n % Kurang 26 81,3 6 18,8 32 100 0,016 Cukup 30 83,3 6 16,7 36 100 Baik 0 0 2 100 2 100 Jumlah 56 80 14 20 70 100 Hasil analisis hubungan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI diperoleh bahwa ada sebanyak 2 responden yang  berpengetahuan baik tetapi tidak rutin melakukan SADARI, sedangkan sebanyak 26 responden (81,3%) berpengetahuan cukup yang belum pernah melakukan SADARI. Hasil uji statistik diperoleh nilai  p = 0,016 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara  pengetahuan dengan perilaku SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan siswi kelas XI MA Al-fatah Natar adalah cukup yaitu sebanyak 36 responden (51,4%). Tingkat  pengetahuan yang cukup ini disebabkan karena banyak faktor, diantaranya lingkungan, masih kurangnya informasi yang diterima oleh siswi tersebut baik dari  petugas kesehatan maupun dari media online serta usia karena hampir seluruh responden dalam penelitian ini adalah remaja (15-17 tahun) yang masih terbatas dalam mengakses informasi tentang SADARI baik dari internet, majalah, brosur ataupun sumber informasi lainnya. Hasil  penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rosyidah, 2011 yang menunjukkan bahwa dari 182 responen diketahui sebanyak 80 responden memiliki  pengetahuan yang cukup tentang SADARI. Deteksi dini dan peningkatan kewaspadaan disertai pengobatan yang sesuai pada kasus kanker payudara dipercaya dapat menurunkan jumlah kematian karena kanker payudara, tingginya kasus kanker  payudara yang disebabkan minimnya informasi dan rendahnya kesadaran wanita Indonesia untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker ini. Kemampuan dan  perilaku deteksi dini sebaiknya dimulai sejak masa remaja, dimana remaja adalah komunitas dengan rasa keingintahuan yang tinggi sehingga memberikan informasi sejak usia remaja sangat dibutuhkan. Untuk itu remaja putri harus diberikan informasi tentang SADARI sebagai suatu metode pemeriksaan payudara yang efektif untuk menemukan tumor sedini mungkin   Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (1) 2017, –   84   Utama Ladunni Lubis Copyright © 2017, Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online   serta diharapkan adanya peran tenaga kesehatan maupun pengurus Klinik Pesantren untuk memberikan  penyuluhan/pendidikan kesehatan secara  berkesinambungan dan menindaklanjuti  pemahaman materi yang diterima oleh sisiwi kelas XI di MA Al-Fatah Natar. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan  bahwa sebagian besar responden belum  pernah melakukan pemeriksaan SADARI yaitu sebesar 56 responden (80%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian  Nurhayati, 2013 didapatkan data bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 32 orang (61.8%) melakukan SADARI, dan sisanya sebanyak 20 orang (38,2%) responden tidak melakukan SADARI. Menurut Mulyani (2013), jenis pencegahan kanker payduara dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan bahkan bisa dilakukan sedari dini terutama oleh remaja  putri yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri. Perilaku SADARI untuk upaya  pencegahan dini kanker payudara telah dilakukan oleh sebagian besar responden yang melakukan SADARI namun tidak rutin setiap bulannya. Banyak alasan yang diungkapkan oleh responden diantaranya malas, tidak sempat, malu, belum tahu tentang teknik SADARI serta ada yang  beranggapan bahwa SADARI tidak penting untuk dilaksanakan. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square  dinyatakan bahwa terdapat Hubungan Pengetahuan Remaja Putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Perilaku SADARI pada siswi kelas XI MA Al-Fatah Natar Tahun 2017, nilai  p-value  sebesar 0,016 dan nilai  p = α < 0,05. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh  Nurhayati, 2013 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan responden dengan perilaku melakukan SADARI, nilai p- value 0,628 (p = α < 0, 05).   Menurut pendapat peneliti, tidak dilakukannya pemeriksaan SADARI secara rutin setiap bulan pada responden yang memiliki pengetahuan baik kemungkinan disebabkan minimnya pengalaman responden terhadap paparan kasus kanker  payudara seperti kemungkinan tidak ada anggota keluarga, kerabat atau orang lain yang pernah responden lihat mengalami kanker payudara. Pengalaman tersebut membentuk perasaan simpati, kecemasan maupun ketakutan sehingga menginduksi  perilaku melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Menurut Suryaningsih (2009), SADARI merupakan salah satu cara yang lebih mudah dan efisien untuk dapat mendeteksi kelainan payduara oleh diri sendiri. Sedangkan Permenkes (2015) menerangkan  bahwa waktu yang tepat untuk dilakukan  periksa payudara sendiri adalah satu minggu setelah selesai haid (pada hari ke 7 sampai dengan hari ke 10 setelah hari  pertama haid).  KESIMPULAN DAN SARAN   Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa  pengetahuan tentang Pemeriksaan SADARI  pada siswi kelas XI adalah cukup, sebagian  besar siswi kelas XI belum pernah melakukan SADARI dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang pemeriksaan  payudara sendiri (SADARI) dengan perilaku SADARI pada siswi Kelas XI MA Al-Fatah  Natar Tahun 2017.   Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti variabel lain yang berkaitan dengan perilaku SADARI dan menggunakan Uji Statistk yang lain.
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks