191613-ID-studi-kasus-kesulitan-belajar-siswa-yang.pdf

Please download to get full document.

View again

of 13
7 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Download 191613-ID-studi-kasus-kesulitan-belajar-siswa-yang.pdf
Document Share
Document Transcript
  STUDI KASUS KESULITAN BELAJAR SISWA YANG TINGGAL KELAS ARTIKEL PENELITIAN OLEH: YUSMIATI NIM F26111031 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2016   STUDI KASUS KESULITAN BELAJAR SISWA YANG TINGGAL KELAS SMP NEGERI 13 PONTIANAK ARTIKEL PENELITIAN YUSMIATI NIM F26111031 Disetujui, Pembimbing I Pembimbing II Prof. Dr. H. M. Asrori, M.Pd Dra. Abas Yusuf, M.Sc NIP.196105271985031008 NIP.195503211983031005 Mengetahui, Dekan FKIP KetuaJurusan IP Dr. H. Martono, M.Pd Dr. Hj. Fadilah, M.Pd NIP. 196803161994031014 NIP. 19560211985032004  STUDI KASUS KESULITAN BELAJAR SISWA YANG TINGGAL KELAS DI KELAS VIII F SMP NEGERI 13 PONTIANAK Yusmiati, M. Asrori, Abas Yusuf Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNTAN, Pontianak Email: Yusmiatisyafii@yahoo.com Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan umum penelitian ini adalah: “Bagaimanakah membantu mengatasi siswa yang mempunyai kesulitan belajar siswa yang tinggal kelas di kelas VIII F SMP Negeri 13 Pontianak?”secara khusus  penelitian ini betujuan untuk memperoleh kejelasan tentang: 1. Jenis masalah kesulitan belajar yang dialami siswa yang tinggal kelas di kelas VIII F SMP  Negeri 13 Pontianak. 2. Faktor-faktor internal yang menyebabkan timbulnya kesulitan belajar yang di alami siswa yang tinggal kelas di kelas VIII F Selama siswa yang tinggal di kelas VIII F SMP Negeri 13 Pontianak. 3. Faktor-faktor eksternal yang menyebabkan timbulnya kesulitan belajar yang dialami siswa yang tinggal di kelas VIII F SMP Negeri 13 Pontianak. 4. Upayabantuan alternatif apa saja yang sesuai untuk mengatasi kesulitan belajar siswa yang tinggal kelas di kelas VIII F SMP Negeri 13 Pontianak. Kata Kunci: Studi Kasus, Kesulitan belajar Abstract: This study has the objective of this study was: How to help cope with students who have learning difficulties students staying in class VIII class F SMP  Negeri 13 Pontianak? This study specifically aims to gain clarity about: 1. Types of learning difficulties experienced problems students living in the class F class VIII SMP Negeri 13 Pontianak. 2. Faktor-internal factors that cause learning difficulties experienced students who stayed in class VIII class F For students staying in class VIII F SMP Negeri 13 Pontianak. 3. External factors that cause learning difficulties experienced by students who stayed in class VIII F SMP  Negeri 13 Pontianak. 4. Efforts to support any appropriate alternative to address students' learning difficulties who lived in class VIII class F SMP Negeri 13 Pontianak.  Keywords: Casestudies, Behavior, MathLesson iswa yang mengalami kesulitan belajar memiliki hambatan-hambatan sehingga menampakkan gejala-gejala yang bisa diamati oleh guru. Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan belajar yaitu antara lain: siswa menunjukan prestasi yang rendah yang kedudukannya di bawah rata-rata yang di capai oleh kelompoknya. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha dilakukan, lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar, menunjukan sikap yang kurang wajar seperti: acuh tak acuh, berpura-pura, membolos dalam satu hari dan datang terlambat ke sekolah. Agar siswa bisa naik kelas tentunya harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh sekolah masing-masing. S  Di SMP Negeri 13 Pontianak terdapat empat orang siswa yang tinggal kelas, dua diantaranya. Satu pindah dan yang satunya berhenti sekolah, sehingga pada saat ini tinggal dua orang siswa yang masih melanjutkan belajarnya di sekolah tersebut. Sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Burton (1952:622)  bahwa. (1) Siswa dikatakan gagal apabila dalam batas waktu tertentu yang  bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat  penguasaan ( level of mastery ) minimal dalam pelajaran tertentu seperti yang telah ditetapkan oleh orang dewasa atau guru. (2) Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak dapat mencapai prestasi yang semestinya, sedangkan dalam prediksi hal tersebut dapat ia raih dengan hasil yang memuaskan. (3) Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak berhasil mencapai tingkat pengusaaan (level of mastery) yang diperlukan sebagai prasyarat bagi kelanjutan pada tingkat pelajaran berikutnya. Kesulitan belajar tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi yang rendah (kelainan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non intelegensi.Menurut Ahmadi dan Supriyono (2001:75) mengemukakan macam-macam kesulitan belajar dapat dikelompokkan menjadi empat macam: a. Dilihat dari jenis kesulitan belajar: 1) Ada yang berat 2) Ada yang ringan b. Dilihat dari bidang studi yang pelajari 1) Ada yang sebagian bidang studi. 2) Ada yang keseluruhan bidang studi c. Dilihat dari sifat kesulitannya: 1) Dilihat dari segi sifatnya permanen atau menetap, 2) Ada yang sifatnya hanya sementara d. Dilihat dari segi faktor penyebabnya 1) Ada yang karena faktor intelegensi 2) Ada yang karena faktor non intelegensi. Gejala kesulitan belajar dapat diperlihatkan siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Gejala tersebut tampak pada saat mempersiapkan diri menerima pelajaran, selama proses belajar dan sesudah proses belajar  berlangsung.Menurut Lestari (2013:21) gejala-gejala kesulitan belajar sebagai  berikut: a. Gejala yang tampak pada saat mempersiapkan diri untuk menerima  pelajaran seperti datang terlambat, terlalu banyak bergerak, sering berpindah tempat, mencolek-colek teman lain, banyak bicara, menggerak gerakan badan, tidak sanggup memusatkan perhatian, acuh-tak acuh, malas dan segan mengikuti  pelajaran b. Gejala yang tampak selama proses belajar seperti kurang atau sulit memahami konsep-konsep baru, sering merasa sakit kepala, sakit perut dan  perasan tidak enak lainya, kurang peka, cepat lelah, sering melamun,sulit memusatkan perhatian yang agak lemah, kalau pada saat berbicara dan membaca, tidak bisa merespon dengan benar, selalu merasa bodoh dan kurang  berprestasi, sering mencontek dan sebagainya c. Gejala yang tepat sesudah mengikuti proses belajar seperti ceroboh dan meninggalkan alat-alat pelajaran  begitu saja, tidak memperdulikan lingkungannya, menyendiri, memusuhi teman atau siswa lain, serta tidak siap menghadapi ulangan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan munculnya kesulitan belajar seperti yang dikemukakan. Ahmadi dan Supriyono (2001:75) adalah sebagai  berikut a. Faktor Intern (faktor dari dalam diri manusia itu sendiri) 1) Faktor Psikogis 2)Faktor Fisiologis b. Faktor Ekstern (faktor dari luar manusia) meliputi: 1) Faktor-faktor non sosial. 2) Faktor-faktor sosial.
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks