13. Bab II.pdf

Please download to get full document.

View again

of 32
7 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Download 13. Bab II.pdf
Document Share
Document Transcript
   7 BAB II KAJIAN PUSTAKA A.   Pliometrik 1.   Pengertian Pliometrik Kata  plyometric  berasal dari kata Yunani  plythyeln yang berarti untuk meningkatkan atau membangkitkan, atau dapat pula diartikan dari kata “plio” dan “metric” yang artinya more & measure, respectively yang artinya  penguluran (Radcliffe and Farentinos, 1985: 1). Istilah  plyometric  yang diterapkan untuk latihan berasal dari Eropa yang dikenal pertama kali sebagai latihan loncat (Donald A   Chu, 1992: 1). Pliometrik adalah salah satu metode untuk mengembangkan eksplosif  power  , yang merupakan komponen penting dalam pencapaian prestasi sebagian besar atlet (Radcliffe and Farentinos, 1985: 1). Prinsip metode latihan pliometrik adalah otot selalu berkontraksi baik pada saat memanjang ( eccentric ) maupun memendek ( concentric ). latihan pliometrik bermanfaat untuk meningkatkan reaksi syaraf otot, eksplosif  , kecepatan dan kemampuan untuk membangkitkan gaya (tenaga) ke arah tertentu. Latihan pliometrik menunjukkan karakteristik kekuatan penuh dari kontraksi otot dengan respon yang sangat cepat, beban dinamis ( dynamic loading  ) atau penguluran otot yang sangat rumit (Radcliffe and Farentinos, 1985: 111). Menurut Chu (2000: 6) pliometrik mempunyai keuntungan, memanfaatkan gaya dan kecepatan yang dicapai dengan percepatan berat  badan melawan gravitasi, hal ini menyebabkan gaya kecepatan dalam latihan  8  pliometrik merangsang berbagai aktivitas olahraga seperti meloncat, berlari dan melempar lebih sering dibandingkan dengan latihan beban atau dapat dikatakan lebih dinamis atau eksplosive.  Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa latihan  pliometrik adalah bentuk latihan explosive power   dengan karakteristik menggunakan kontraksi otot yang sangat kuat dan cepat, yaitu otot selalu  berkontraksi baik saat memanjang ( eccentric ) maupun saat memendek ( concentric ) dalam waktu cepat, sehingga selama bekerja otot tidak ada waktu relaksasi. Latihan pliometrik akan mendapatkan hasil yang baik jika dilakukan dengan sempurna dan intensitas tinggi. Latihan yang intensif yaitu proses latihan harus semakin berat dengan cara menambah beban kerja, jumlah repetisi gerakan dan intensitas gerak. Proses latihan demikian disebut outer load  . Outer load   diatur dengan program latihan yang dikontrol oleh para  pelatih dan atletnya sendiri. Dalam menyusun program latihan yang menggunakan outer load maka harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut (Nossek, 1995: 17): 1. Jenis-jenis latihan yang bervariasi 2. Volume beban 3. Densitas beban 4. Durasi beban Dalam melakukan latihan tidak hanya memperhatikan otot load   saja tetapi juga harus memperhatikan masalah inner load. Inner load   tampak pada  9  bentuk perubahan-perubahan atau yang diekspresikan sebagai adaptasi dari suatu organisme terhadap outer load (Nossek, 1995: 16). Adapun perubahan adaptasi tersebut diantaranya adalah: 1)   Morfologis (  structural  ): seperti otot-otot lebih besar dan volume jantung lebih besar. 2)   Fisiologis dan biokimia (  fungsional  ): seperti sirkulasi darah lebih baik, kapasitas vital paru-paru lebih tinggi dan proses metabolisme lebih efektif. 3)   Psikologis: seperti adaptasi terhadap situasi-situasi ketegangan dalam latihan dan pertandingan, konsentrasi pada tugas-tugas olahraga yang  berbeda dan penanggulangan frustasi.   Spesialisasi merupakan bagian pokok yang diminta untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. Untuk dapat berprestasi seseorang harus memilih satu cabang olahraga yang akan ditekuni. Spesialisasi yang dimaksud adalah latihan yang khusus dalam satu cabang olahraga, yang mengarah pada perubahan-perubahan morfologi  dan  fungsional   yang dikaitkan dengan spesifikasi satu cabang olahraga. Dalam latihan pliometrik spesialisasi yang harus diterapkan yaitu: a.   Kekhususan Kelompok Otot yang Dilatih Dalam latihan pliometrik pengelompokannya berdasarkan fungsi anatomi dan hubungannya dengan gerakan yang akan dilakukan, sehingga  pada saat latihan berdasarkan otot yang terlibat dan bagaimana hubungannya dengan gerakan yang akan dilakukan dalam olahraga. Berdasarkan kelompok otot yang dilatih dapat dibedakan menjadi tiga  10 yaitu: kelompok otot anggota gerak bagian bawah, kelompok otot anggota gerak bagian tengah dan kelompok otot anggota gerak bagian atas. Tiga kategori tersebut secara fungsional saling berhubungan dan merupakan  bagian dari  power chain  (rangkaian  power  ) manusia. b.   Kekhususan Energi Utama yang Digunakan Pliometrik merupakan gerakan yang sangat cepat dan kuat, yaitu gerakan yang sangat eksplosif. Dengan demikian perlu energi ATP-PC yang bisa memenuhi, walaupun tidak lepas dari sistem energi yang lainnya. c.   Kekhususan Pada Pola Gerak Latihan Pola gerak dalam latihan pliometrik sangat khusus, tetapi mempunyai  spectrum  yang luas dalam kegiatan olahraga. Gerakan pliometrik sebagian  besar mengikuti konsep  power chain dan sebagian besar latihan khusus melibatkan otot bawah, karena gerakan pada kelompok otot ini benar- benar mempunyai keterlibatan yang sangat besar dalam semua gerakan olahraga. Pengorganisasian latihan pliometrik mengikuti konsep rangkaian  power  . Sebagian besar latihan adalah khusus gerakan tungkai dan pinggul, karena kelompok otot ini merupakan pusat  power   gerakan olahraga. 2.   Bentuk-Bentuk Latihan Pliometrik Terdapat bermacam-macam bentuk latihan pliometrik. Menurut Radcliffe dan Farentinos (1985: 109) bentuk latihan pliometrik dapat meningkatkan explosive power dengan pembagian latihan untuk
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks