13. BAB II metabolisme glukosa.pdf

Please download to get full document.

View again

of 15
8 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Download 13. BAB II metabolisme glukosa.pdf
Document Share
Document Transcript
  5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.   Glukosa darah Glukosa darah merupakan gula yang terdapat dalam darah yang berasal dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen dihati dan diotot rangka. Glukosa darah berfungsi sebagi penyedia energi tubuh dan jaringan- jaringan dalam tubuh (Widyastuti, 2011). Kadar glukosa juga dipengaruhi  berbagai faktor dan hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas, sehingga hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah (Ekawati, 2012).   Glukosa darah dibagi menjadi dua yaitu hiperglikemia dan hipoglikemia. Hiperglikemia bisa terjadi karena asupan karbohidrat dan glukosa yang  berlebihan. Beberapa tanda dan gejala dari hiperglikemia yaitu peningkatan rasa haus, nyeri kepala, sulit konsentrasi, pengelihatan kabur, peningkatan frekuensi  berkemih, letih, lemah, penurunan berat badan. Sedangkan hipoglikemia juga bisa terjadi karena asupan karbohidrat dan glukosa kurang. Beberapa tanda dan gejala dari hipoglikemia yaitu gangguan kesadaran, gangguan penglihatan, gangguan daya ingat, berkeringat, tremor, palpitasi, takikardia, gelisah, pucat, kedinginan, gugup, rasa lapar (M.Mufti dkk, 2015).   Kadar glukosa darah dalam keadaan normal berkisar antara 70-110 mg/dl.  Nilai normal kadar glukosa dalam serum dan plasma adalah 75-115 mg/dl, kadar gula 2 jam postprandial ≤ 140 mg/dl, dan kadar gula darah sewaktu ≤ 140 mg/dl (Widyastuti, 2011).   http://repository.unimus.ac.id  6 B.   Macam-macam glukosa darah a.   Glukosa darah sewaktu Glukosa darah sewaktu merupakan pemeriksaan kadar glukosa darah yang dilakukan setiap hari tanpa memperhatikan makanan yang dimakan dan kondisi tubuh orang tersebut.  b.   Glukosa darah puasa Glukosa darah puasa merupakan pemeriksaan kadar glukosa darah yang dilakukan setelah pasien puasa selama 8-10 jam. c.   Glukosa 2 jam setelah makan Glukosa 2 jam setelah makan merupakan pemeriksaan kadar glukosa darah yang dilakukan 2 jam dihitung setelah pasien selesai makan (M.Mufti dkk, 2015). C.   Metabolisme Metabolisme merupakan proses reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh mak hluk hidup. Proses yang melibatkan banyak enzim didalamnya, sehingga terjadi  penukaran bahan dan energi. Dibawah ini metabolisme yang mempengaruhi kadar glukosa darah yang terjadi didalam tubuh yaitu : (Widyastuti, 2011).   a.   Metabolisme karbohidrat Karbohidrat dalam makanan diubah menjadi glukosa, galaktosa, dan fruktosa disaluran cerna. Monosakarida diserap usus, masuk kedalam darah, dan berpindah ke jaringan dimana zat itu dimetabolis. Setelah dibawa kedalam sel, glukosa mengalami fosforilasi oleh heksokinase menjadi glukosa 6-fosfat. Glukosa 6- http://repository.unimus.ac.id  7 fosfat kemudian masuk kesejumlah jalur metabolik. Tiga jalur yang terdapat jenis sel yaitu glikolisis, jalus pentosa fosfat, dan sintesis glikogen. Jaringan, fruktosa dan galaktosa diubah menjadi zat antara metabolisme glukosa. Dengan demikian nasib gula-gula ini sejajar dengan nasib yang dialami glukosa. Glukosa 6-fosfat adalah jalur glikolisis yang merupakan sumber ATP untuk semua jenis sel. Sel yang tidak memiliki mitikondria tidak dapat mengoksidasi  bahan bakar lain. Sel tersebut menghasilkan ATP dan glikolisis aerobik. Sel yang memiliki mitikondria mengoksidasi glukosa menjadi CO 2  dan H 2 O melalui glikolisis dan siklus asam trikarboksilat. Glukosa 6-fosfat juga mengoksidasi melalui jalur pentosa fosfat yang menghasilkan NADPH. Glukosa 6-fosfat juga diubah menjadi UDP glukosa yang memunyai banyak fungsi dalam sel. Nasib utama UDP glukosa adalah sintesis glikogen (polimer untuk menyimpan glukosa). Sel memiliki glikogen sebagai  pemasok glukosa, simpanan terbesar glikogen adalah otot dan hati. Glikogen di otot digunakan untuk memghasilkan ATP selama kontraksi otot. Glikogen hati digunkan untuk mempertahankan kadar glukosa darah (Marks dkk, 2000).  b.   Metabolisme glukosa Glukosa darah diserap oleh dinding usus masuk aliran darah lalu masuk hati dan disintesis menghasilkan glikogen. Glikogen dioksidasi menjadi CO 2  dan H 2 O atau dilepas dibawa aliran darah ke dalam sel tubuh yang memerlukan. Glukosa darah dari sirkulasi ke dalam sel tidak terjadi penumpukan glukosa di dalam aliran glukosa darah. Kadar glukosa dikendalikan hormon yang dihasilkan oleh sel beta lengerhans  dari pancreas yaitu hormon insulin. http://repository.unimus.ac.id  8 Hormon insulin yang tersedia kurang dari kebutuhan maka glukosa menumpuk dalam sirkulasi darah sehingga darah akan meningkat dan jika kadar glukosa tinggi melebihi ambang ginjal maka glukosa darah akan keluar bersama urine (Munjariyani, 2009). D.   Faktor yang mempengaruhi glukosa darah 1.   Pola hidup pasien dapat mempengaruhi glukosa darah. a.   Diet Pemeriksaan glukosa dan trigliserida makan dan minuman mepengaruhi hasil  pemeriksaan.  b.   Obat Pemberian obat dilakukan secara oral maupun yang lain akan menyebabkan terjadi respon tubuh terhadap obat tersebut. c.   Merokok Merokok terjadi perubahan cepat dan lambat kadar zat yang diperiksa. Perubahan cepat dalam 1 jam dengan 1  –   5 batang perubahan yang terjadi asam lemak, epinefrin, gliserol bebas, aldosterol dan kortisol meningkat. Perubahan lambat terjadi pada lipoprotein, aktivitas enzim, hormon, vitamin dan logam berat. d.   Aktivitas fisik Kehilangan cairan yang diakibatkan karena keringat dan perubahan kadar hormon akan mengakibatkan kadar yang besar pada gula darah di arteri dan vena. http://repository.unimus.ac.id
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks