10880-20898-1-PB

Please download to get full document.

View again

of 22
2 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Description:
Document Share
Document Transcript
  DAFTAR ISI 1.Kemandegan CSR dan Kontribusinyaterhadap Perluasan Konflik Agrariadi Kawasan Hutan Register 45 Mesuji Dwi Wulan Pujiriyani, Oki Hajiansyah Wahab 101-1152.Penerapan Corporate Social Responsibility  pada Media SosialStudi Kasus Program Corporate Social Responsibility “Klik Hati” PT Merck Indonesia Faridha Rahmaningsih 116-1293.Manajemen Konflik Berbasis KomunitasStudi Kasus Community Oriented Policing  (COP)di Malioboro Yogyakarta  Muhammad Zuhdan 130-1434.Jalan Panjang Penyelesaian Konflik Kasus Lumpur Lapindo  Anis Farida 144-1625. Karst : Ditambang atau DilestarikanKonflik Sosial Rencana Pembangunan Pabrik Semendi Kabupaten Pati Jawa Tengah Suharko 163-1796.Tanggung jawab Sosial Korporasi dan Hak-Hak MasyarakatHukum Adat  Afrizal 180-1917.Kesejahteraan Rumah Tangga dalam Pengaruh WanitaKepala Rumah Tangga  Agung Priyo Utomo, Rini Rahani 192-206 Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikISSN 1410-4946Volume 17, Nomor 2, November 2013 (101-206) i  144  Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Vol. 17, Nomor 2, November 2013 Jalan Panjang Penyelesaian KonflikKasus Lumpur LapindoAnis Farida   ã  Abstract This study aims to understand the map of conflict and the evolving dynamics of Lapindo mudflow casesettlement. The study was conducted in two villages, namely Siring and Renokenongo, Porong subdis-trict, Sidoarjo, EastJava, using a qualitative approach. Data was collected throughin-depth interviews,observation, documentation and focus group discussion. The results showed that the conflict can bedivided into vertical and horizontal conflicts. In the vertical conflict, communities faced government andLapindo Brantas. While horizontal conflicts, it showed a layer conflicts, consisting of the conflict be-tween family members, neighbors, RT/RW, villagers, and between Lapindo mudflow victims vs nonvictimsresidents. Simplification of Lapindo conflict management based on there placement of material aspects,have potentially to create a new problems in the future. Keywords: map of conflict; Lapindo; elite domination. Abstrak Studi ini bertujuan untuk memahami peta konflik dan dinamika yang berkembang padapenyelesaian kasus lumpur Lapindo. Studi dilaksanakan di desa Siring dan Renokenongo,Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dokumentasidan kelompok diskusi terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadidapat dipilah dalam konflik vertikal dan horizontal. Pada konflik vertikal masyarakatkorban berhadapan dengan Lapindo Brantas dan pemerintah. Sementara secara hori-zontal, terjadi konflik berlapis, terdiri dari konflik antar anggota keluarga, tetangga, RT/RW, desa, dan antara warga korban lumpur Lapindo vs warga bukan korban.Penyederhanaan pengelolaan konflik Lapindo yang didasarkan pada penggantian aspekmateri semata, berpotensi menimbulkan permasalahan baru di kemudian hari. Kata kunci : peta konflik; Lapindo; dominasi elit. Pendahuluan Peristiwa semburan lumpur di beberapadesa dan kecamatan di kabupaten Sidoarjo,telah tujuh tahun berlalu, tepatnya bermulapada tanggal 29 Mei 2006. Besarnya jumlahlumpur yang dimuntahkan telahmenenggelamkan sebagian kawasanPorong. Berdasarkan data yang dirilis BPLS(2013) fakta di lapangan menunjukkan bahwa semburan lumpur secara bertahap ã Dosen Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabayae-mail: faridasby@yahoo.com    Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikVolume 17, Nomor 2, November 2013 (144-162)ISSN 1410-4946  145 telah menggenangi 12 desa yang terletak di3 kecamatan yaitu Porong, Tanggulangin,dan Jabon. Semburan lumpur dalam kurunwaktu tujuh tahun telah menggenangikawasan seluas 601 ha, dengan perincian10.641 KK (kurang lebih 39.700 jiwa) haruskehilangan tempat tinggal, 11.241 bangunan dan 362 ha sawah tenggelam.Lumpur juga memutus ruas jalan tolPorong-Gempol, yang merupakan jalurutama transportasi yang menghubungkanSurabaya dengan kota Sidoarjo, Malang,dan Pasuruan.Penutupan jalan tol Porong-Gempol iniselama beberapa tahun telahmengakibatkan kemacetan yang luar biasadi jalan raya Porong. Jarak tempuhSurabaya-Malang sebelum munculnyasemburan lumpur dapat ditempuh dalamwaktu 90 menit. Pasca terjadinya semburanwaktu yang dibutuhkan lebih lama yaitulebih dari 2 jam, bahkan hingga mencapai6 jam pada kondisi tertentu. Kondisidemikian tentunya menganggu mobilitasmanusia maupun barang yang melintasikawasan tersebut. Untuk mengantisipasimasalah tersebut dibuka jalur alternatifmelalui jalan penghubung dalam desa,dengan memanfaatkan jasa pemandu yangdibayar sesuai kesepakatan. Alternatifdemikian hanya bisa diambil olehkendaraan pribadi. Sedangkan untukkendaraan penumpang maupun kendaraanpengangkut berbadan besar, lebihcenderung memutar ke arah barat melaluiKrian dan Mojosari.Pemicu semburan lumpur masihdiperdebatkan (Davieset al., 2007, 2008;Manga, 2007; Mazzini et al., 2007; Tingayet al., 2008). Terdapat dua hipotesis pemicusemburan lumpur panas yang dirilis olehBadan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo2013 (BPLS), yaitu hipotesis undergroundblow out dari sumur eksplorasi Banjarpanji1 dan hipotesis remobilisasi zona bertekanantinggi ( overpressured zone ) melalui bidangsesar Watukosek berarah timur laut-baratdaya yang tereaktifikasi oleh kenaikanaktivitas tektonik dan gempa. Jadi pendapatyang pertama, pemicunya akibatkecelakaan teknologi yang dilakukan olehperusahaan pengeboran minyak LapindoBrantas (Davies, 2007 2008). Kedua, bencana ini dipicu oleh peristiwa alam ditempat lain, yaitu adanya gempa diYogyakarta (Mazzini, et al., 2007).Perbandingan kedua hipotesis tersebutdiringkaskan dalam tabel di bawah ini. Tabel 1.Kontroversi Penyebab Semburan Lumpur  Jalan Panjang Penyelesaian Konflik Kasus Lumpur Lapindo  146  Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Vol. 17, Nomor 2, November 2013
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks