10828 ID Strategi Peningkatan Daya Saing Rumah Potong Ayam Pt Xyz

Please download to get full document.

View again

of 9
6 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
10828 ID Strategi Peningkatan Daya Saing Rumah Potong Ayam Pt Xyz
Document Share
Document Transcript
  Jurnal Manajemen & Agribisnis, Vol. 9 No. 2, Juli 2012   68 STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING RUMAH POTONG AYAM PT XYZArli *)1 , Arief Daryanto **) , dan Dudi S. Hendrawan ***) *) PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk Kantor Cabang Pembantu IPB, Jl. Raya Darmaga KM 9, Bogor 16680 **) Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 ***) Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis, Institut Pertanian Bogor Gedung MB IPB - Jl. Raya Pajajaran, Bogor 16151 ABSTRACT The objectives of this study were (1) analyzing the role of parties in the value chain that affect PT XYZ competitiveness, (2) identifying the RPA PT XYZ stakeholders’ key players, (3) analyzing internal and external (IE) factors that affects the competitiveness of RPA PT XYZ , (4) formulating strategic long term objectives and goals to increase the competitiveness of RPA PT XYZ , (5) analyzing strategies’ priorities and alternatives to improve the competitiveness of RPA PT XYZ . The method used in this study was descriptive analysis. The analysis tools used in this study were global value chain, stakeholders’ analysis, internal factor evaluation, external factor evaluation, IE Matrix, SWOT, and quantitative strategic planning matrix. Based on the results of global value chain analysis, stakeholders analysis, internal and external analysis, and the company’s visions and missions, the long term objectives are (a) to provide value added for customers, (b) to maximize business operation’s prot, (c) to increase stakeholders’ welfare, (d) to operate a sustainable business operation. Results on the IE Matrix and the SWOT analysis, the strategies that can be used to achieve the strategic long term objectives and goals are (a) to increase the effectiveness and the efciencies of the supply chain management; (b) to implement performance evaluation on employees and business  partners; (c) to strengthen the company’s image as a high quality domestic chicken-based food producer in  Indonesia; (d) to enhance researches and developments; (e) to build strategic alliances with external live chicken suppliers; (f) promote the importance of animal protein consumption to Indonesian society. Three  priority strategies resulted from QSPM analysis are create enhancing the effectiveness and efciency of the  supply chain, implementing performance evaluation on employees and business partners, and strengthen the company’s image as a high quality domestic chicken-based food company in Indonesia. Keywords: competitiveness, global value chain, poultry slaughterhouse, PT XYZ  ABSTRAK  Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis peran aktor-aktor di dalam rantai nilai Rumah Potong Ayam (RPA) PT XYZ yang berpengaruh terhadap daya saingnya, (2) menganalisis para pemain kunci dalam  stakeholders RPA PT XYZ , (3) menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal (IE) yang berpengaruh terhadap daya saing RPA PT XYZ , (4) memformulasikan tujuan dan sasaran jangka panjang strategik untuk meningkatkan daya saing RPA PT XYZ , (5) menganalisis alternatif dan prioritas strategi untuk meningkatkan daya saing RPA PT XYZ . Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Analisis yang digunakan adalah  global value chain, analisis stakeholder, internal factor evaluation, external factor evaluation, matriks IE, SWOT, dan quantitative strategic planning matrix. Hasil dari analisis global value chain, analisis stakeholders, analisis internal dan eksternal, dan visi-misi perusahaan, tujuan jangka panjang adalah (a) menyediakan nilai tambah bagi pelanggan, (b) memaksimalkan laba dari hasil operasi bisnis, (c) meningkatkan kesejahteraan  stakeholders, (d) melakukan kegiatan sustainable business. Hasil matriks IE dan analisis SWOT, strategi untuk mencapai sasaran dan tujuan jangka panjang strategik adalah (a) meningkatkan efektivitas dan esiensi manajemen rantai pasok; (b) mengimplementasikan evaluasi kinerja untuk pegawai dan partner bisnis; (c) memperkuat citra sebagai perusahaan domestik penghasil makanan olahan berbasis daging ayam berkualitas tinggi di Indonesia; (d) meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan; (e) membangun aliansi strategik dengan pemasok ayam hidup eksternal; (f) melakukan sosialisasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani kepada masyarakat Indonesia. Tiga strategi prioritas dari analisis QSPM adalah meningkatkan efektivitas dan esiensi rantai pasok, mengimplementasikan evaluasi kinerja untuk pegawai dan partner bisnis, dan memperkuat citra perusahaan sebagai perusahaan domestik penghasil makanan olahan berbasis daging ayam berkualitas tinggi di Indonesia. Kata kunci: daya saing, rantai nilai global, rumah potong ayam, PT XYZ  1 Alamat Korespondensi: Email: arli.prastowo@gmail.com  Jurnal Manajemen & Agribisnis, Vol. 9 No. 2, Juli 2012  69 PENDAHULUAN Komoditas ayam broiler merupakan primadona dalam sektor peternakan di Indonesia jika dibandingkan dengan komoditas peternakan lainnya. Sejak pertama kali ayam broiler diperkenalkan pada tahun 1980-an oleh pemangku kekuasaan di Indonesia terbukti dapat memberikan keuntungan yang cukup baik bagi  peternak dengan masa periode produksinya hanya sekitar 30 hari dapat langsung menikmati hasilnya. Bisnis ayam broiler merupakan bisnis yang harga outputnya dan harga inputnya sangat sensitif karena 65–70% komponen produksi ayam broiler merupakan  pakan ternak. Pakan ternak yang digunakan untuk memproduksi ayam broiler merupakan komponen  biaya terbesar. Hal tersebut disebabkan bahan baku  pakan berupa jagung dan bungkil kedelai yang masih tergantung pada impor sehingga memiliki ketergantungan terhadap harga komoditas jagung, dan  bungkil kedelai internasional. Oleh sebab itu, esiensi  biaya merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan oleh peternak baik dalam skala besar maupun skala kecil agar dapat meningkatkan pangsa pasarnya. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan esiensi biaya adalah dengan melakukan integrasi vertikal yang akan meningkatkan nilai tambah dan skala ekonomis. Integrasi vertikal bisnis ayam broiler ini dikenal sebagai V-IPB, yaitu vertical integrated poultry business  merupakan strategi yang ideal untuk diterapkan dalam bisnis ayam broiler karena memiliki sebuah keterpaduan yang kokoh dalam setiap usaha penciptaan nilai tambah dan kegunaan, baik itu kegunaan bentuk, waktu, tempat, dan kepemilikan dalam suatu sistem komoditas mulai dari input, produksi, pengolahan hasil, dan jasa pemasaran (Daryanto, 2009). Rumah Potong Ayam (RPA) PT XYZ merupakan salah satu perusahaan dalam industri ayam broiler yang memilih untuk fokus dalam satu komoditas, yaitu ayam  broiler dengan strategi integrasi vertikal dimulai dari  pembibitan  Day old chick   (DOC) nal stok, penetasan DOC nal stok, pabrik pembuatan tepung ikan, pakan ternak, peralatan ternak, peternakan produksi live bird   internal dan mitra, pemotongan ayam, pengolahan lebih lanjut, sampai kepada ritel dan akan membangun restoran. RPA merupakan salah satu unit bisnis yang dimiliki oleh PT XYZ, sebuah perusahaan ayam terintegrasi di Indonesia yang telah tercatat di bursa saham Indonesia. RPA PT XYZ merupakan RPA modern pertama yang didirikan di Indonesia dengan kapasitas produksi sampai dengan 80.000 ekor/hari dan merupakan RPA dengan kapasitas terbesar di Kabupaten Bogor.Investasi dan kondisi RPA PT XYZ yang belum  pernah mencatatkan laba bersih positif sejak tahun 2005–2010 menyebabkan manajemen RPA PT XYZ harus meningkatkan daya saingnya, agar tidak menjadi sebuah investasi yang terbuang percuma. Disisi lain RPA PT XYZ juga dihadapkan pada tantangan meningkatnya persaingan akibat ditandatanganinya  perjanjian perdagangan pasar bebas  Asean China Free Trade Area  (ACFTA) oleh pemerintah Indonesia dan meningkatnya perhatian masyarakat dunia terhadap  sustainability  dalam menjalankan bisnis. Adanya tantangan tersebut maka perlu dilakukan penelitian terkait analisis rantai nilai dan teori-teori manajemen strategi yang diharapkan dapat menghasilkan analisis strategi peningkatan daya saing RPA PT XYZ yang akan memberikan garis besar kepada perusahaan untuk meningkatkan daya saing perusahaan sehingga dapat mencatatkan laba bersih yang positif, memberikan kesejahteraan bagi  stakeholders -nya, dan menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap seimbang. Porter (1990) dalam Cho dan Moon (2003) yang membuat sebuah model yang disebut kerangka Diamond Porter dengan faktor-faktor yang memengaruhi daya saing adalah faktor, persaingan dan strategi bisnis, industri pendukung dan produk substitusi, dan kondisi  permintaan lokal serta peran pemerintah dan peluang. Keenam faktor-faktor tersebut dapat menggambarkan kondisi daya saing sebuah negara atau pun industri. Adapun daya saing pada tingkat perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan, mempertahankan, dan memperluas pangsa pasar dengan memperhatikan aspek-aspek keberlanjutan (  sustainability ). Isu  sustainability  yang dikemukakan oleh John Elkington (1988) dalam Swa (2010) menjadi isu penting pada masa sekarang ini, seperti sumber daya manusia, misalnya kesejahteraan buruh, kekerasan pada  buruh, pemerataan pembangunan, dan lain sebagainya; kondisi lingkungan misalnya pemanasan global,  pembalakan liar, banjir, dan sebagainya; dan kondisi  perekonomian baik ekonomi sebuah negara, propinsi, daerah, industri, maupun sebuah perusahaan.Penelitian ini bertujuan menganalisis peran aktor-aktor dalam rantai nilai daging ayam broiler RPA PT XYZ, menganalisis harapan  stakeholders  kunci RPA PT XYZ, menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi daya saing RPA PT XYZ, merumuskan tujuan jangka panjang dan sasaran strategis untuk meningkatkan daya saing RPA PT XYZ, merumuskan alternatif strategi dan menganalisis prioritas strategi  peningkatan daya saing RPA PT XYZ serta merumuskan implikasi manajerial bagi RPA PT XYZ.  Jurnal Manajemen & Agribisnis, Vol. 9 No. 2, Juli 2012   70 Penelitian yang terkait dengan peningkatan daya saing RPA telah dilakukan oleh Suhendra (2009) yang meneliti tentang penyusunan strategi rumah potong hewan agar dapat memenangkan persaingan dari ketatnya persaingan antara produk Rumah Potong Hewan (RPH) dengan produk impor yang lebih murah serta kurangnya aspek sanitasi, skala ekonomis, dan kualitas daging yang dihasilkan dari RPH. Metode  penelitian menggunakan adalah deskriptif dengan model studi kasus, pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling terhadap beberapa responden internal dan beberapa responden eksternal. Teknik  pengolahan data menggunakan teknik rentang kriteria, Matriks IFE-EFE, matriks I/E, Matriks TOWS, dan Matriks QSPM.Hanibal (2010) juga meneliti pada jenis perusahaan yang sama, yaitu rumah potong ayam di PT Prima Karya Persada mengenai kinerja rantai pasok yang dikerjakan oleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, yaitu mengumpulkan data dengan wawancara dengan pertanyaan terbuka dan mengumpulkan data kuesioner untuk kemudian diolah secara kuantitatif dengan menggunakan alat analisis  Importance Performance Analysis (IPA). Hasil yang didapatkan adalah kurangnya komunikasi antara  perusahaan dengan mitranya, kurang ketat dalam manajemen produksi, RPA belum memiliki kepala  produksi dan kepala gudang untuk saling mengontrol, koordinasi antara RPA dengan konsumen kurang baik, dan investasi perlu ditingkatkan untuk membangun fasilitas penunjang produksi seperti alat transportasi dan perbaikan kandang.Adapun ruang lingkup dari penelitian ini adalah formulasi strategi pada organisasi RPA PT XYZ sehingga faktor-faktor di luar RPA PT XYZ dianggap sebagai faktor-faktor eksternal. Strategi yang dihasilkan ditujukan kepada RPA PT XYZ, yaitu tahapan manajemen strategi yang dilakukan adalah sebuah formulasi sehingga implementasi dan evaluasi akan diserahkan kepada perusahaan; rantai nilai daging ayam merupakan rantai nilai daging ayam RPA PT XYZ; denisi operasional daya saing adalah kemampuan  perusahaan untuk mendapatkan, mempertahankan, dan memperluas pangsa pasar dengan memperhatikan aspek keberlanjutan; denisi operasional keberlanjutan adalah tiga pilar utama. METODE PENELITIAN Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka  berbagai sumber yang relevan. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara depth interview  dan kuesioner, observasi lapangan, dan studi kepustakaan.Penelitian ini merupakan studi kasus, dilakukan dengan  pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan contoh dilakukan dengan cara sengaja (  purposive sampling  ) . Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa responden yang bersangkutan memiliki pengalaman yang relevan dibidangnya. Responden yang akan dipilih terdiri dari responden internal dan responden eksternal. Penelitian ini menggunakan dua cara pengolahan dan analisis, yaitu analisis deskriptif dan analisis kuantitatif (analisis  stakeholders , IFE, EFE, dan QSPM). Analisis deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan rantai nilai, identikasi  stakeholders , identikasi faktor internal dan eksternal, visi dan misi dalam rangka merumuskan tujuan jangka panjang dan sasaran strategis RPA PT XYZ untuk kemudian diturunkan kepada strategi peningkatan daya saing. Analisis  stakeholders digunakan untuk menentukan harapan  pemain kunci, IFE, EFE, dan QSPM digunakan untuk menghitung skor faktor internal, eksternal, dan prioritas strategi. Kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.Dalam penelitian ini rantai nilai global, analisis  stakeholders,  dan analisis faktor-faktor internal dan eksternal merupakan analisa yang menggambarkan daya saing RPA PT XYZ. Analisis daya saing ini kemudian dirumuskan ke dalam tujuan jangka panjang dan sasaran strategik RPA PT XYZ dengan mengikuti arahan dari visi dan misi korporat PT XYZ. Tujuan  jangka panjang dan sasaran strategik RPA PT XYZ ditentukan sebagai garis besar untuk target-target yang ingin dicapai, alternatif strategi dibentuk dengan  bantuan matriks SWOT yang diarahkan oleh matriks I/E untuk strategi yang dapat diterapkan berdasarkan dari hasil IFE dan EFE (David, 2007). Alternatif strategi yang telah diperoleh tersebut akan kemudian dijadikan  prioritas strategi dengan menggunakan matriks QSPM sehingga pada akhir penelitian dapat diperoleh implikasi manajerial untuk menerapkan prioritas strategi yang telah diperoleh sebelumnya.  Jurnal Manajemen & Agribisnis, Vol. 9 No. 2, Juli 2012  71 HASIL Rantai Nilai Daging Ayam PT XYZ dan Peran Aktor-aktor Pada Rantai Rantai nilai daging ayam PT XYZ terdiri dari dua tahap, yaitu identikasi peta rantai nilai dan analisis  peran aktor pada rantai nilai daging ayam. Hasil observasi, studi kepustakaan, dan wawancara diperoleh  pemetaan rantai nilai serta peran aktor-aktor dalam rantai nilai. Pemetaan rantai nilai dapat dilihat pada Gambar 2. Aktor-aktor dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu aktor utama dan aktor pendukung. Jenis pengelolaan rantai nilai ini adalah perusahaan terintegrasi atau hierarki yang memiliki level koordinasi sangat tinggi karena terdapat kontrol manajemen pada aktivitas bisnis di setiap mata rantai. Akan tetapi, daging ayam merupakan produk hilir dari rantai nilai ayam broiler, sedangkan RPA hanya menerima hasil dari produk hulu rantai nilai, yaitu nal stok ayam  broiler hidup. Pada sektor hulu terdapat berbagai rantai nilai yang memengaruhi daya saing daging ayam hasil  produksi RPA PT XYZ.  Analisis Harapan  Stakeholders  Kunci RPA PT XYZ Harapan  stakeholders  kunci RPA PT XYZ (Tabel 1) diperoleh dari rangkaian analisis, yaitu proses identikasi, proses penilaian, dan analisis harapan  berdasarkan pengalaman responden yang terpilih dari internal perusahaan. Hasil analisis  stakeholders diperoleh tiga pemain kunci, yaitu manajemen korporat,  pembeli produk utama, dan belmart (unit bisnis yang  beroperasi pada tingkat ritel untuk melayani pelanggan akhir). Harapan dari ketiga pemain kunci tersebut dapat disimpulkan ke dalam tujuh harapan, yaitu peningkatan nilai perusahaan, kelangsungan dan pengembangan  bisnis di Indonesia, pemenuhan keinginan pasar baik dari aspek kuantitas dan kualitas, harga kompetitif,  peningkatan pelayanan, nilai tambah sosial untuk masyarakat dan pendidikan, dan dampak lingkungan yang rendah.Gambar 1. Kerangka pemikiran penelitian Analisis daya saing RPA PT XYZVisi dan misi korporatAnalisis harapanAnalisis peranPemetaan Identikasi Faktor-faktor eksternalFaktor-faktor internalAnalisa faktor-faktor internal dan eksternal RPA PT XYZRantai nilai global RPA PT XYZAnalisis  stakeholders RPA PT XYZTujuan jangka panjang dan sasaran strategik IFE – EFESWOTMatriks IEAlternatif strategiQSPMPrioritas strategiImplikasi manajerial Tabel 1. Harapan  stakeholders  kunci RPA PT XYZ Stakeholders ( key player  )HarapanManajemen korporatPeningkatan keuntungan dan nilai  perusahaanKelangsungan dan pengembangan  bisnis Pemenuhan keinginan pasar BelmartKeuntungan (harga kompetitif)Kuantitas dan kualitas produk terjaminProduk inovatif  Nilai tambah sosialPembeli produk utamaKeuntungan (harga kompetitif)Kuantitas dan kualitas produk terjaminPeningkatan pelayananDampak lingkungan yang rendah
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks