1 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l

Please download to get full document.

View again

of 50
7 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
1 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-nya-lah modul praktikum ini dapat kami selesaikan dengan
Document Share
Document Transcript
1 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-nya-lah modul praktikum ini dapat kami selesaikan dengan baik. Modul ini kami susun dengan tujuan membantu siapa saja yang berminat pada bidang Manajemen Operasional terutama bagi para mahasiswa/i yang mengikuti praktikum di Laboratorium Managemen Menengah. Untuk memudahkan penyelesaian masalah yang ada, modul ini juga dilengkapi dengan cara penggunaan aplikasi WINQSB sebagai software yang digunakan untuk mengurangi kesalahan penghitungan secara manual, dan mempertinggi keakuratan dalam memecahkan masalah yang ada. Dalam kesempatan ini, penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua kami, staff Laboratorium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma, juga para asisten senior dan rekan rekan asisten lainnya yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan modul ini. Akhir kata, penyusun menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam modul ini. Oleh karena itu kami memohon kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi perbaikan dalam penyusunan modul yang akan datang. Semoga modul ini dapat membantu semua pihak yang membacanya. Depok - Kalimalang, Juni 2015 TIM PENYUSUN LITBANG 2 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l DAFTAR ISI BAB 1 MANUFACTURING RESOURCE PLANNING Perencanaan Kebutuhan Material Lot Sizing... 7 BAB 2 FORECASTING (PERAMALAN) Kegunaan dan Peranan Peramalan Metode Peramalan Kesalahan Peramalan BAB 3 ANALISIS JARINGAN CPM TANPA PERCEPATAN Keuntungan Analisis Jaringan Simbol-simbol Jaringan Istilah-istilah Lain dalam Network Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Analisis Jaringan Dummy Activities Jalur Kritis (Critical Path) BAB 4 ANALISIS JARINGAN CPM DENGAN PERCEPATAN Informasi yang Dibutuhkan Biaya yang Diperhitungkan M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l 4 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l BAB I MANUFACTURING RESOURCE PLANNING Deskripsi Modul Untuk menjamin kebutuhan-kebutuhan konsumen akan produk yang diproduksi oleh perusahaan maka perusahaan perlu mengontrol persediaan yang ada agar siap menjawab kebutuhan konsumen setiap saat tepat pada waktunya, oleh karena itu perusahaan hendaklah menerapkan suatu sistem atau metode yang efektif guna merespon masalah-masalah yang ada. Salah satu cara untuk mengendalikan persediaan adalah dengan metode Material Requierment Planning (MRP). MRP merupakan teknik pendekatan yang bertujuan meningkatkan produktivitas perusahaan dengan cara menjadwalkan kebutuhan akan material dan komponen untuk membantu perusahaan dalam mengatasi kebutuhan minimum dari komponen-komponen yang kebutuhannya dependen dan menjamin tercapainya produksi akhir. Tujuan Modul Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami: 1. Pengendalian persediaan dengan menggunakan Metode MRP (metode Lot for Lot dan Economic Order Quantity (EOQ). 2. Memahami perhitungan menggunakan metode pada MRP Isi Pembelajaran: Menganalisis pengendalian Persediaan suatu perusahaan. Latihan 1: Menghitung Pengendalian Persediaan dengan menggunakan metode Lot for Lot dan Economic Order Quantity (EOQ) 5 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l Apa itu MRP? Material Requirement Planning (MRP) adalah suatu teknik yang digunakan untuk perencanaan dan pengendalian item barang (komponen) yang tergantung (dependent) pada item ditingkat (level) yang lebih tinggi. MRP pertama kali ditemukan oleh Joseph Orlicky dari J.I Case Company pada sekitar akan datang MRP akan berkembang terus. Keempat perkembangan MRP tersebut adalah: 1. Material Requirement Planning (MRP) adalah suatu teknik atau set prosedur yang sistematis dalam penentuan kuantitas serta waktu dalam proses pengendalian bahan terhadap komponen-komponen permintaan yang saling bergantung (Dependent Demand Item) 2. Material Requirement Planning II (MRP II) adalah perluasan dari MRP, lebih dari sekedar proses penentuan kebutuhan material. Fenomena ini melahirkan konsep baru yang disebut Perencanaan Sumber Daya Manufactur (MRP II) 3. Material Requirement Planning III (MRP III) adalah perluasan MRP dalam tingkat akurasi peramalan, permintaan, penggunaan secara tepat dan baik peramalan permintaan (Forecast Demand), sehingga dapat merubah Master Production Schedule (MPS) 4. Material Requirement Planning 9000 (MRP 9000) adalah perluasan MRP 1.1 Perencanaan Kebutuhan Material Logika Perencanaan Kebutuhan Material 1. Netting Proses mencari jumlah kebutuhan bersih dari komponen, yang didapat dengan mengurangi kebutuhan kotor dengan inventory yang ada dan penerimaan yang terjadi. 2. Lot Sizing Proses mendapatkan jumlah ukuran lot untuk memenuhi Net Requirement (NR) 3. Offsetting Proses menetapkan waktu kapan suatu order harus dilakukan (berhubungan dengan Lead Time) 4. Explosion Proses menghitung kebutuhan komponen-komponen yang mempunyai level di bawahnya (berikutnya 6 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l 1.2 Lot Sizing Suatu metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan jumlah order suatu material sehingga biaya inventory dapat diminimumkan. Penentuan Lot Sizing ini dipengaruhi oleh dua komponen biaya utama : Order Cost (kalau pemesanan ke supplier), Set Up Cost (kalau diproduksi sendiri) Holding Cost (biaya simpan) Beberapa teknik (metode) Lot Sizing : 1. Lot for Lot 2. Economic Order Quantity ( EOQ ) 3. Period Order Quantity ( POQ ) 4. Part Period Balancing ( PPB ) 5. Least Unit Cost ( LUC ) 6. Minimum Cost per Period atau Algoritma Silver Meal A. Lot For Lot Teknik penetapan ukuran lot dengan ini dilakukan atas dasar pesanan diskrit, di samping itu teknik ini merupakan cara paling sederhana dari semua teknik ukuran lot yang ada. Teknik ini hampir selalu melakukan perhitungan kembali terutama sekali apabila terjadi perubahan pada kebutuhan bersih. Penggunaan teknik ini bertujuan untuk meminimumkan ongkos simpan, sehingga dengan teknik ini ongkos simpan menjadi nol. Oleh karena itu sering sekali digunakan untuk item-item yang mempunyai harga/unit sangat mahal. Juga apabila dilihat dari pola kebutuhan yang mempunyai sifat diskontinyu atau tidak teratur, maka teknik L4L ini memiliki kemampuan yang baik. Di samping itu teknik ini sering digunakan pada sistem produksi manufaktur yang mempunyai sifat setup permanen pada proses produksinya. Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = Banyaknya melakukan pemesanan X Biaya Pesan setiap kali pesan 7 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l B. Economic Order Quantity (EOQ) Penetapan ukuran lot dengan teknik ini hampir tidak pernah dilupakan dalam lingkungan MRP karena teknik ini sangat popular sekali dalam sistem persediaan tradisional. Dalam teknik inipun besarnya ukuran lot adalah tetap. Namun perhitungannya sudah mencakup biaya-biaya pesan serta biaya-biaya simpan. Perumusan yang akan dipakai dalam teknik ini adalah sebagai berikut: D = Keterangan : total Net Requirement jumlah minggu x 52 EOQ = 2xDxSC HC D = Permintaan SC = Set up Cost HC = Holding Cost Contoh Soal Perusahaan Manufaktur Jeans hendak menentukan besarnya Lot, berikut adalah informasi yang dapat diperoleh: Harga perkomponen (Cost / component) Rp 10/unit Biaya pesan per pemesanan (Set Up Cost/ Order) Rp 30/pesan Biaya simpan per minggu (Holding Cost/ week) 10 % Biaya Pesan per Tahun (Holding Cost/Year) 0,4% Week Net Requirement Tentukan metode Lot Sizing bila alternatif teknik Lot Sizing yang akan digunakan adalah : 1. Lot For Lot (L4L) 2. Economic Order Quantity (EOQ) 8 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l Jawaban MANUFAKTUR JEANS 1. Lot For Lot (L4L) Biaya Simpan (HC) = Persediaan Akhir (End Inventory) X Biaya Simpan Perminggu (Holding Cost/ week) Biaya Simpan Per minggu = 10% X 10 Biaya Simpan (HC) = 0 x 1 = 1 = 0 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = Banyaknya melakukan pemesanan X Biaya pesan setiap kali pesan Pada minggu pertama hingga minggu ke-9 Product Quantity sama dengan Net Requirement, jadi pemesanan hanya dilakukan 1 kali. Minggu 1 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = 1 X 30 = 30 Minggu 2 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = 1 X 30 = 30 Minggu 3 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = 1 X 30 = 30 Minggu 4 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = 1 X 30 = 30 Minggu 5 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = 1 X 30 = 30 Minggu 6 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = 1 X 30 = 30 Minggu 7 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = 1 X 30 = 30 Minggu 8 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = 1 X 30 = 30 Minggu 9 Biaya Pesan Perpemesanan (SC) = 1 X 30 = 30 9 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l Maka Skedul MRP dengan Metode L4L adalah sebagai berikut: Week Total Net Product Holding Set Up End Inventory Requirement Quantity Cost Cost Inventory Cost (NR) (PQ) (HC) (SC) (TIC) Hasil perhitungan berdasarkan tabel menunjukan bila menggunakan metode L4L, Total Inventory Cost untuk 9 minggu sebesar Economic Order Quantity (EOQ) Permintaan tahunan berdasarkan kebutuhan 9 minggu D = total Net Requirement jumlah minggu x 52 EOQ = 2xDxSC HC D = x 52 = 3.206,67 unit EOQ = 2x3.206,67x30 2,08 Biaya pesan per pemesanan (SC) = 30 Biaya Simpan Tahunan = 0,4% x 10 x 52 = 2,08 = ,2 2,08 = 304, M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l Berdasarkan hasil perhitungan EOQ diperoleh 304, sehingga pemesanan pertama kali sebanyak 304 unit. Selanjutnya skedul pemesanan MRP dengan Lot Sizing EOQ adalah sebagai berikut : Week Net Requirement (NR) Product Quantity (PQ) End Inventory Holding Cost (HC) Set Up Cost (SC) Total Inventory Cost (TIC) , ,56 * , , , , , , , , , ,32** , , , , , ,48 Minggu 1 HC = 264 x 0,4% x 10 = 10,56 Minggu 2 HC = 214 x 0,4% x 10 = 8,56 Minggu 3 HC = 159 x 0,4% x 10 = 6,36 Minggu 4 HC = 99 x 0,4% x 10 = 3,96 Minggu 5 HC = 29 x 0,4% x 10 = 1,16 Minggu 6 HC = 268 x 0,4% x 10 = 10,72 Minggu 7 HC = 188 x 0,4% x 10 = 7,52 Minggu 8 HC = 138 x 0,4% x 10 = 5,52 Minggu 9 HC = 53 x 0,4% x 10 = 2,12 *Total Inventory Cost (TIC) Minggu ke 1 = HC + SC = 10, = 40,56 ** Total Inventory Cost (TIC) Minggu ke 6 = TIC minggu ke 5 + HC + SC = 60,6 + 10, = 71,32 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan, bahwa bila digunakan metode EOQ Total Inventory Cost (TIC) dihasilkan sebesar 86, M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l Soal Uji Kemampuan 1. Perusahaan Manufaktur Bandam hendak menentukan besarnya Lot. Berikut adalah informasi yang dapat diperoleh : Harga perkomponen (Cost/component) Rp 15/unit Biaya pesan per pemesanan (Set Up Cost/Order) Rp 30/pesan Biaya simpan per minggu (Holding Cost/week) 10 % Biaya Pesan per Tahun (Holding Cost/Year) 0,5% Week Net Requirement Tentukan metode Lot Sizing bila alternatif teknik Lot Sizing yang akan digunakan adalah : a. Lot For Lot (L4L) b. Economic Order Quantity (EOQ) 2. Perusahaan Manufaktur Namco hendak menentukan besarnya Lot. Berikut adalah informasi yang dapat diperoleh : Harga perkomponen (Cost/ component) Rp 20/unit Biaya pesan per pesanan (Set Up Cost/Order) Rp 40/pesan Biaya simpan per minggu (Holding Cost week) 10 % Biaya Pesan per Tahun (Holding Cost/Year) 0,4% Week Net Requirement Tentukan metode Lot Sizing bila alternatif teknik Lot Sizing yang akan digunakan adalah : a. Lot For Lot (L4L) b. Economic Order Quantity (EOQ) 3. Perusahaan Manufaktur Konami hendak menentukan besarnya Lot. Berikut adalah informasi yang dapat diperoleh : Harga perkomponen (Cost/component) Rp 30/unit Biaya pesan per pesanan (Set Up Cost/Order) Rp 60/pesan Biaya simpan per minggu (Holding Cost/week) 10% Biaya Pesan per Tahun (Holding Cost/Year) 0,6% 12 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l Week Net Requirement Tentukan metode Lot Sizing bila alternatif teknik Lot Sizing yang akan digunakan adalah : a. Lot For Lot (L4L) b. Economic Order Quantity (EOQ) 4. Perusahaan Manufaktur Azura hendak menentukan besarnya Lot. Berikut adalah informasi yang dapat diperoleh : Harga perkomponen (Cost/component) Rp 25/unit Biaya pesan per pesanan (Set Up Cost/Order) Rp 50/pesan Biaya simpan per minggu (Holding Cost/week) 10 % Biaya Pesan per Tahun (Holding Cost/Year) 0,5% Week Net Requirement Tentukan metode Lot Sizing bila alternatif teknik Lot Sizing yang akan digunakan adalah : a. Lot For Lot (L4L) b. Economic Order Quantity (EOQ) 5. Perusahaan Manufaktur Wedges hendak menentukan besarnya Lot. Berikut adalah informasi yang dapat diperoleh : Harga perkomponen (Cost/component) Rp 30/unit Biaya pesan per pesanan (Set Up Cost/Order) Rp 40/pesan Biaya simpan per minggu (Holding Cost/week) 10 % Biaya Pesan per Tahun (Holding Cost/Year) 0,3% Week Net Requirement Tentukan metode Lot Sizing bila alternatif teknik Lot Sizing yang akan digunakan adalah : a. Lot For Lot (L4L) b. Economic Order Quantity (EOQ) 13 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l 14 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l BAB II FORECASTING (PERAMALAN) Deskripsi Modul Dalam perencanaan di suatu instansi baik itu pemerintah maupun swasta, peramalan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Di mana baik maupun buruknya ramalan dapat mempengaruhi seluruh bagian instansi, karena waktu tenggang untuk pengambilan keputusan dapat berkisar dari beberapa tahun. Peramalan merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien untuk memperkirakan kejadian di masa depan. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan data masa lalu dan menempatkannya ke masa yang akan datang dengan suatu bentuk model matematis. Tujuan Modul Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami : 1. Konsep Forecasting (sejarah, dan pengertian) 2. Mampu memperkirakan apa yang akan terjadi di masa datang berdasar variabel atau kemungkinan yang ada 3. Memahami perhitungan menggunakan metode pada forecasting 4. Mampu menggunakan aplikasi software dalam proses peramalan Isi Pembelajaran 1 : Pengertian Pembelajaran 2 : Kegunaan dan Peranan Forecasting Pembelajaran 3 : Metode Peramalan 15 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l APA ITU FORECASTING? Forecasting diartikan sebagai seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan atau dapat juga diartikan segala aktivitas bisnis yang memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tepat. Peramalan merupakan dugaan terhadap permintaan yang akan datang berdasarkan pada beberapa variabel peramal, biasanya berdasarkan data deret waktu historis dan menggunakan teknik-teknik peramalan yang bersifat formal maupun informal (Gasperz, 1998). Metode peramalan akan membantu dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap tingkah laku atau pola dari data yang lalu, sehingga dapat memberikan cara pemikiran, pengerjaan dan pemecahan yang sistematis dan pragmatis, serta memberikan tingkat keyakinan yang lebih besar atas ketepatan hasil ramalan yang dibuat. 2.1 Kegunaan dan Peranan Peramalan Kegiatan peramalan merupakan bagian integral dari pengambilan keputusan manajemen. Peramalan mengurangi ketergantungan pada hal-hal yang belum pasti (intuitif). Peramalan memiliki sifat saling ketergantungan antar divisi atau bagian. Kesalahan dalam proyeksi penjualan akan mempengaruhi pada ramalan anggaran, pengeluaran operasi, arus kas, persediaan, dan sebagainya. Adapun dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam proses peramalan yang akurat dan bermanfaat (Makridakis, 1999) : 1. Pengumpulan data yang relevan berupa informasi yang dapat menghasilkan peramalan yang akurat. 2. Pemilihan teknik peramalan yang tepat yang akan memanfaatkan informasi data yang diperoleh semaksimal mungkin. Dalam perencanaan di suatu instansi baik itu pemerintah maupun swasta, peramalan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Di mana baik maupun buruknya ramalan dapat mempengaruhi seluruh bagian instansi, karena waktu tenggang untuk pengambilan keputusan dapat berkisar dari beberapa tahun. Peramalan merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien. Beberapa sumber data yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan adalah : 1. Pendapat konsumen 2. Pendapat langganan / customer 3. Catatan / pendapat distribusi 16 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l 4. Catatan penjual dari perusahaan yang bersangkutan Selain itu, kegunaan dan peranan peramalan dalam ekonomi bisnis adalah : 1. Untuk mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan di masa lalu serta melihat sejauh mana pengaruh di masa yang akan datang. 2. Peramalan diperlukan karena adanya time-lag atau delay antara saat suatu kebijakan perusahaan ditetapkan dengan saat implementasi. 3. Dengan adanya peramalan maka dapat dipersiapkan program dan tindakan perusahan untuk mengantisipasi keadaan di masa yang datang, sehingga resiko kegagalan dapat diminimumkan. 4. Peramalan merupakan dasar penyusunan bisnis pada suatu perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektifitas suatu rencana bisnis. 5. Peramalan juga digunakan dalam decision making karena hasil peramalan merupakan informasi yang mendasari keputusan para manajer perusahaan dalam berbagai tingkatan manajemen perusahaan. 2.2 Metode Peramalan Metode peramalan ada tiga yaitu : 1. Metode Qualitative atau metode judgemental, yaitu peramalan yang menggunakan pusat data kualitatif, hasilnya bergantung pada orang yang menyusunnya, seperti peramalan dengan metode Delphi dan metode s-curve past. 2. Metode Quantitative Time Series atau metode ekstrapolative, digunakan jika datanya time series. 3. Metode Quantitative Causal atau metode eksplanatory, digunakan jika datanya crosssectional. Metode kausalitas ini menggunakan model regresi. Metode peramalan data time series terdiri dari metode : 1. Naive forecasting 2. Rata-rata kumulatif 3. Single Moving Average (SMA) 4. Double Moving Average (DMA) 5. Single Exponential Smoothing (SES) 17 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l A. Moving Average ( Rata-Rata Bergerak/MA) Adalah suatu metode peramalan dengan mengkombinasikan data dari beberapa periode terbaru/terakhir. Metode ini pada dasarnya bertujuan membuat data yang berfluktuatif menjadi data yang relatif stabil (kurang berfluktuatif) sehingga fluktuasi dari pola data menjadi halus dan relatif merata. Kelebihan metode ini adalah dapat diterapkan pada data jenis apapun juga baik yang sesuai dengan kurva matematik ataupun tidak. Namun kekurangannya adalah tidak mempunyai persamaan untuk peramalan dan sebagai gantinya digunakan nilai rata-rata bergerak berakhir sebagai nilai ramalan untuk periode yang akan datang. MA = Penjualan nyata pada n periode terakhir Periode (n) yg digunakan dalam moving average Langkah-langkah peramalan dengan menggunakan metode Moving Average : 1. Menentukan banyaknya periode untuk mendapatkan harga rata-rata 2. Membuat tabel perhitungan 3. Menemukan nilai total bergerak 4. Menemukan nilai peramalan B. Weight Moving Average (Rata-Rata Tertimbang) WMA adalah suatu metode peramalan yang cara perhitungannya hampir sama dengan MA, hanya berbeda pada adanya penambahan bobot pada tiap data. Data terakhir yang termasuk dalam periode perhitungan rata-rata diberi bobot yang lebih besar. Dimana : Wt WMA = ( Wt *Xt ) + (Wt - 1*Xt -1 ) + (Wt - 2 *Xt -2 ) +.. = bobot terbesar Wt-1 = bobot terbesar kedua Wt-2 = bobot terbesar ketiga Xt = data periode terakhir Xt-1 = data satu periode sebelum periode terakhir Xt-2 = data dua periode sebelum periode terakhir 18 M a n a j e m e n O p e r a s i o n a l C. Exponential Smoothing (ES) Adalah suatu metode ramalan rata-rata bergerak yang melakukan penimbangan terhadap data masa lalu dengan cara exponential. Pada metode ini peramalan dilakukan dengan cara hasil ramalan periode terakhir ditambah porsi perbedaan atau tingkat kesalahan antara permintaan nyata periode terakhir dan peramalan periode terakhir. Ft = { Ft 1 + α (At 1 Ft 1 )} Dimana : Ft = ramalan untuk periode sekarang (1) Ft 1 = ramalan untuk periode sebelumnya (t 1) α = smoothing konstan (porsi perbedaan) At-1 = permintaan nyata periode sebelumnya 2.3 Kesalahan Peramalan Kesalahan peramalan mempunyai 2 unsur yang harus diperhatikan : 1. Perbedaan antara permintaan nyata dengan peramalan (error) 2. Arah kesalahan, yaitu apakah permintaan nyata berada di atas atau di bawah ramalan Ada suatu ukuran kesalahan yang umum digunakan yaitu Mean Absolute Deviasion (MAD), dimana ukuran ini
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x