1. Afresa Amanda NIM H1E Lianatul Munjiah NIM H1E Maria Septia Memorini NIM H1E M. Rinaldy Kusuma SY NIM H1E PDF

Please download to get full document.

View again

of 52
43 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENGANTAR EPIDEMIOLOGI STUDI KASUS TENTANG PENYAKIT TYPOID DI RSUD BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Asuhan Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah,Amd.Hyp,ST,.M.Kes Disusun Oleh 1. Afresa Amanda NIM H1E Lianatul
Document Share
Document Transcript
PENGANTAR EPIDEMIOLOGI STUDI KASUS TENTANG PENYAKIT TYPOID DI RSUD BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Asuhan Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah,Amd.Hyp,ST,.M.Kes Disusun Oleh 1. Afresa Amanda NIM H1E Lianatul Munjiah NIM H1E Maria Septia Memorini NIM H1E M. Rinaldy Kusuma SY NIM H1E UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK LINGKUNGAN 2015 أ Prof. Dr. H. SutartoHadi, M.Si, M.Sc Rektor Universitas Lambung Mangkurat Nip Dr-IngYulianFirmana Arifin, ST., MT. Dekan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Nip Dr. RonyRiduan, ST., MT. Kepala Program Studi Teknik Lingkungan Nip Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, Dipl.hyp, ST., M.Kes Dosen Mata Kuliah Epidemiologi Nova Annisa, S.Si.Ms Dosen Mata Kuliah Epidemiologi Nip Afresa Amanda Lianatul Munjiah Maria Septia Memorini H1E H1E H1E M. Rinaldy Kusuma SY H1E HALAMAN PENGESAHAN Judul Tugas Besar : STUDI KASUS TENTANG PENYAKIT TYPOID DI RSUDBANJARBARU KALIMANTAN SELATAN NamaMahasiswa : Afresa Amanda Lianatul Munjiah Maria Septia Memorini M. Rinaldy Kusuma SY Nomor Induk Mahasiswa : H1E H1E H1E H1E Program Studi : Teknik Lingkungan Peminatan : Epidemiologi Disahkan Oleh DosenPembimbing DosenPembimbing Prof. Dr.QomariyatusS, Amd, Hyp.,ST.,Mkes Nip Nova Annisa, S.Si.Ms iii KATA PENGANTAR Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada umat-nya. Atas berkat-nya pula penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah yang berjudul Pengantar Epidemiologi ini tepat pada waktunya. Adapun penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Epidemiologi. Tersusunnya tugas ini, tidak terlepas dari dukungan dan bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak, sehingga dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih, kepada : 1. Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa dan dukungan dalam pengerjaan makalah ini. 2. Bapak Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc selaku Rektor Universitas Lambung Mangkurat. 3. Bapak Dr. Ing. Yulian Firmana Arifin, ST. MT selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.. 4. Bapak Dr. Rony Ridwan ST.MT selaku kepala prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. 5. Ibu Dr. Hj. Endah Labati Silapurna, MH, Kes selaku direktur dan seluruh staf Rumah Sakit Umum Daerah Banjarbaru. 6. Ibu Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah,Amd.Hyp,ST,.M.Kes dan Nova Annisa, S.Si.Ms selaku dosen mata kuliah epidemiologi 7. Semua Pihak yang telah membantu Penulisan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih mempunyai kekurangan. Oleh karena itu, kami selaku tim penulis sekaligus penyusun mengharapkan kritik, saran, bimbingan serta nasihat yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Besar harapan kami semoga makalah ini bermanfaat bagi kami tersendiri serta bagi pembaca dalam meningkatkan pengetahuan dan prestasi belajar. Banjarbaru, November 2015 Penyusun i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR BAGAN... v DAFTAR GAMBAR... vi DAFTAR GRAFIK... vii DAFTAR LAMPIRAN... viii RINGKASAN... ix BAB I... 1 PENDAHULUAN Pendahuluan Rumusan Masalah Tujuan Manfaat Metode Penelitian... 3 BAB II... 4 TINJAUAN PUSTAKA Definisi dan Arti Epidemiologi Konsep Epidemiologi Definisi Dari Penyakit Demam Typoid Konsep Terjadinya Demam Typoid BAB HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pembahasan BAB IV PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN LAMPIRAN 1. Dokumentasi Lapangan ii LAMPIRAN 2. Soal INDEKS iii DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Perbedaan Antara Epidemiologi Deskriptif Dan Analitik... 7 Tabel Besar Penyakit Yang Banyak Diderita Pasien RSUD Banjarbaru iv DAFTAR BAGAN Bagan 2.2 Klasifikasi Penyakit... 8 v DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Wawancara Dengan Keluarga Pasien Gambar 2 Wawancara Dengan Pasien Penderita TypoidBapak Ariko Gambar 3 Observasi Data Di RSUD Banjarbaru dengan Bapak Apid Widiarta, Amd, Pk vi DAFTAR GRAFIK Grafik 3. 1 Tingkat Penderita Penyakit demam Typoid Di RSUD Banjarbaru vii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Dokumentasi Lapangan Lampiran 2. Soal viii RINGKASAN Epidemiologi merupakan ilmu yang mempelajari hal hal yang berhubungan dengan masyarakat. Di dalam kesehatan ilmu Epidemiologi sangatlah penting karena didalamnya terdapat peran dan tindakan yang harus dilakukan untuk pencegahan masalah kesehatan tersebut. Evironmental epidemiology atau epidemiologi lingkungan mempelajari dampak potensial dari perubahan lingkungan secara global terhadap kesehatan masyarakat. Epidemiologi mempelajari tentang timbulnya suatu peyakit atau fenomena kesehatan,penyebab timbulnya penyakit,faktor yang memengaruhi, bagaimana penyebarannya dan penanggulangannya. Epidemiologi demam typoid yang mencakup tentang frekuensi, distribusi dan determinan penyakit berdasarkan atribut & variabel menurut segitiga epidemiologi (orang, Tempat, danwaktu). Pasien penderita typoid yang menjalani rawat inap di RSUD Banjarbaru selalu ada setiap bulan dan merupakan penyakit dengan jumlah penderita terbanyak jika di jumlahkan dibandingkan dengan penyakit lain yang berhubungan dengan lingkungan selang waktu januari sampai dengan agustus ix BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan Lingkungan yang bersih adalah lingkungan yang sehat, karena lingkungan merupakan suatu tempat yang umumya terdapat berbagai jenis populasi maka dengan berbagai perbedaan cara hidup akan menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyebaran penyakit. Dengan menerapkan konsep epidemiologi yang merupakan salah satu disiplin ilmu dalam ilmu kesehatan, maka suatu masalah kesehatan dapat diketahui penyebab dan penanggulangannya. Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari berbagai faktor dan kondisi yang mempengaruhi suatu kejadian dan penyebaran keadaan sehat, sakit, kerusakan jaringan, kelumpuhan, serta kematian pada masyarakat. Dalam perkembangannya, epidemiologi telah banyak berkecimpung dalam penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Epidemiologi mempelajari determinan, distribusi dan frekuensi suatu penyakit dan masalah-masalah kesehatan lainnya (Slamet, 2011). Berdasarkan data dari rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Banjarbaru pada tahun 2015 (Januari-Agustus) menunjukkan bahwa kasus demam typhoid menduduki peringkat pertama dari sepuluh besar jenis penyakit pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Banjarbaru. Total kasus demam typhoid mencapai 413 penderita yang terdiri dari 188 laki-laki dan 225 perempuan, serta tidak ada penderita demam typhoid yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Banjarbaru. Demam typhoid masih merupakan penyakit endemik di Indonesia. Penyakit ini termasuk penyakit menular yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 1962 tentang wabah. Kelompok penyakit menular ini dapat menyerang banyak orang sehingga dapat menimbulkan wabah. (Widodo, 2012). Berbagai macam penyakit infeksi bakteri yang ada di wilayah Indonesia menjadi permasalahan terbesar yang diderita oleh masyarakat terutama penyakit demam typoid. Permasalahan penyakit ini juga dirasakan oleh masyarakat sekitar Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Dan berdasarkan data kasus yang diperoleh dari rekam medik di RSUD Banjarbaru masalah penyakit terbesar dengan jumlah penderita tertinggi selama 8 bulan terakhir yaitu diantara bulan januari - agustus pada tahun 2015 adalah penyakit demam typoid, sehingga penulis tertarik untuk lebih mendalami dan mengidentifikasi 1 tentang epidemiologi demam typoid tersebut. Demam typhoid merupakan infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan adanya pengaruh dari lingkungan yang kotor dan tingkat perilaku hidup bersih sehat sangat kurang. Oleh karena itu dalam makalah ini penulis membahas tentang epidemiologi demam typoid yang mencakup tentang frekuensi, distribusi dan determinan penyakit berdasarkan atribut & variabel menurut segitiga epidemiologi (orang, Tempat, dan Waktu).Untuk mengatasi permasalahan tersebut secara lebih mendalam yang terkait dengan epidemiologi penyakit demam typoid maka dapat digunakan suatu studi epidemiologi yaitu menggunakan studi pendekatan epidemiologi deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan masalah kesehatan yang terdapat di dalam masyarakat serta bagaimana penanggulangannya untuk masalah suatu penyakit (Slamet,2011). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang makalah ini, maka penulis merumuskan beberapa masalah sebagai berikut : 1. Apakah definisi dari epidemiologi? 2. Bagaimana kosep dari epidemiologi? 3. Apa itu definisi dari penyakit demam typoid? 4. Bagaimana konsep terjadinya penyakit demam typoid? 5. Apa saja upaya pencegahan yang efektif untuk memberantas penyakit demam typoid di lingkungan masyarakat? 1.3 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu: 1. Untuk mengetahui definisi dari epidemiologi. 2. Untuk mengetahui bagaimana konsep dari epidemiologi. 3. Untuk mengetahui definisi dari penyakit demam typoid. 4. Untuk mengetahui konsep terjadinya penyakit demam typoid. 5. Untuk mengetahui upaya pencegahan yang efektif untuk memberantas penyakit demam typoid di lingkungan masyarakat. 1.4 Manfaat Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah yang berjudul yaitu sebagai berikut: 2 1. Manfaat bagi Penulis Adanya penulisan makalah ini, membuat penulis mendapat pengalaman dan ilmu pengetahuan tentang epidemiologi demam typoid. 2. Manfaat Umum Makalah ini dapat dijadikan bahan referensi dan sumber informasi bagi pembaca, terutama bagi kalangan pelajar dan yang lainnya. Pembaca juga mendapatkan informasi yang berhubungan dengan judul makalah ini. 1.5 Metode Penelitian Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Banjarbaru pada tanggal 16 November Metode penelitian yang dilaksanakan adalah studi kasus epidemiologi secara deskriptif dengan tujuan menggambarkan masalah kesehatan atau fenomena kesehatan yang terjadi di lingkungan masyarakat secara umum. Metode ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data dengan teknik dokumen dan wawancara. Teknik dokumen adalah teknik pengumpulan data yang di dapatkan dari data rekam medik (Januari-Agustus) 2015 Rumah Sakit Umum Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia. Wawancara dilakukan oleh peneliti dengan tujuan melengkapi data-data yang diperoleh dari proses observasi. Sebagai semboyan wawancara yaitu what, why, when, who, dan where ini yang dijadikan pedoman dalam wawancara penelitian ini. Berikut pengajuan pertanyaan yang berkaitan dengan epidemiologi deskriptif. Pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut : A. Siapa yang terkena? B. Bilamana hal tersebut terjadi? C. Bagaimana terjadinya? D. Di mana kejadian tersebut? E. Berapa jumlah orang yang terkena? F. Bagaimana penyebarannya? G. Bagaimana ciri-ciri orang yang terkena? 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi dan Arti Epidemiologi Penelitian - penelitian epidemiologiyang banyak dilakukan di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit menular masihmerupakan penyebab kematian yang penting di Indonesia. Kurangnya sarana airbersih, sempitnya lahan tempat tinggal keluarga, kebiasaan makan dengan tanganyang tidak dicuci lebih dulu, pemakaian ulang daun-daun dan pembungkusmakanan yang sudah dibuang ke tempat sampah, sayur-sayur yang dimakanmentah, penggunaan air sungai untuk berbagai kebutuhan hidup (mandi, mencucibahan makanan, mencuci pakaian, berkumur, gosok gigi, yang juga digunakan sebagai kakus), dan penggunaan tinja untuk pupuk sayuran, meningkatkan penyebaran penyakit menular yang menyerang sistem pencernaan (Soedarto, 2009: 2). Demam tifoid atau thypus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran cerna dan gangguan kesadaran. Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus (Akhsin Zulkoni, 2010: 42). Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella typhosa dan hanya didapatkan pada manusia. Penularan penyakit ini hampir selalu terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.kata epidemiologi berasal dari bahasa yunani, epi berarti pada/tentang, demos berarti penduduk, dan logos berarti ilmu (Wahyudin, 2009). Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari berbagai faktor dan kondisi yang memengaruhi suatu kejadian dan penyebaran keadaan sehat, sakit, kerusakan jaringan, kelumpuhan, serta kematian pada masyarakat.beberapa pengamat epidemiologi mengemukakan beberapa definisi, yakni sebagai berikut : John Snow yang pada tahun menyelidiki timbulnya kolera di London yang pada kesimpulannya mengaitkannya dengan timbulnya air kotor.edwin Chadwick pada tahun 1842 meyelidiki angka kematian pada berbagai golongan umur penduduk di Liverpool Inggris sehubungan dengan keadaan sanitasi yang buruk pada saat dimulainya gencaran industrialisasi. Dari pengamatannya diungkapkan bahwa lebih dari separuh balita golongan pekerja meninggal.prof. Windslow sebagai seorang tokoh kesehatan masyarakat yang merumuskan definisi Public Health, menekankan dasar ilmu ini pada lingkungan fisik yang ia sebut kemudian sebagai sanitation untuk dikembangkan selanjutnya dalam ilmu baru terkait, yaitu preventive medicine. H.R. Leavell dan E.G.C. Clark medefiniskan 4 epidemiologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari berbgai faktor dan kondisi yang memengaruhi suatu kejadian dan penyebaran keadaan sehat, sakit, kerusakan jaringan, kelumpuhan serta kematian pada masyarakat.(slamet, 2011). Epidemiologi jika ditinjau dari berbagai aspek berdasarkan tujuannya memiliki pengertian sebagai berikut, yaitu : 1. Aspek Akademik Epidemiologi diartikan sebagai analisis data kesehatan, sosial ekonomi, dan kecenderungan yang terjadi untuk mengadakan identifikasi dan interpretasi perubahan keadaan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi di masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu. 2. Aspek praktis Epidemiologi diartikan sebagaiilmu yang ditujukan pada upaya pencegahan penyebaran penyakit yang menimpa individu, kelompok, atau masyarakat umum. Penyebab penyakit tidak harus diketahui secara pasti, diutamakan pada cara penularan, infektivitas, menghindari agen yang diduga sebagai penyebab, toksin atau lingkungan, dan membentuk kekebalan untuk menjami kesehatan masyarakat. 3. Aspek klinis Epidemiologi diartikan sebagai usaha untuk mendeteksi secara dini perubahaninsidensi atau prevalensi melalui penemuan klinis atau laboratoris pada awal kejadian atau timbulnya penyakit baru. 4. Aspek administratif Epidemiologi diartikan sebagai suatu usaha untuk mengetahui status kesehatan masyarakat disuatu wilayah atau negara agar dapat diberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Eko, 2003). Epidemiologi pada umumnya mempelajari bagaimana timbulnya suatu peyakit atau fenomena kesehatan yang terjadi disuatu lingkungan masyarakat, selanjutnya diperlukan data data yang menjadi penyebab maupun faktor timbulnya fenomena yang terjadi dimasyarakat tersebut. Setelah mengetahui penyebab maupun faktor, perlu juga diketahui bagaimana cara fenomena kesehatan tersebut dapat menyebar dilingkungan. Cara yang selanjutnya perlu dilakukan adalah bagaimana cara memecahkan permasalahan tersebut dengan pendekatan teknologi atau sosialisasi tentang pencegahan fenomena kesehatan yang terjadi. Timbulnya suatu penyakit ataupun fenomena kesehatan di suatu lingkungan masyarakat biasanya dikaitkan dengan apakah faktor agent dalam keseimbangan gordon yang 5 menyangkut trias agent host dan environment memenuhi stadar keseimbangan atau ada faktor lain yang merusak kesetimbangan gordon tersebut. Masalah pemecahan ataupun penanggulangan nantinya berkaitan dengan sub bahasan lebih lajut terhadap berbagai pemberantasan penyakit atau Communicable Disease Cotrole (CDC). Pokok pokok pengertian epidemiologi banyak bergeser dari pengertian awal epidemiologi yang ditujukan semula terhadap penyakit infeksi menular.. Terhadap perbedaan antara epidemiologi tradisional dengan epidemiologi modern.perubahan konsep epidemiologi berkembang sejalan dengan perkembangan the body of knowledge of health and disease atau pengetahuan tubuh, kesehatan dan penyakit serta perkembangan konsep sehat dan sakit itu sendiri. Semua epidemiologi hanya dikaitkan dengan peyakit infeksi yang menular. Namun kini dalam epidemiologi modern terdapat jangkauan yang makin luas. Didasarkan pada pergeseran pengertian epidemiologi, dapat diketahui bahwa hal- hal yang meliputi epidemiologi modern adalah sebagai berikut : 1. Jangkauan baik terhadap penyakit infeksi maupun nonifeksi menular dan yang bukan menular. 2. Jangkauan epidemiologi modern meliputi kondisi maupun fenomena kesehatan lain yang tidak berkaitan langsung dengan penyakit.untuk sasaran data penyakit, indikator yang diutamakan adalah meliputi morbidilitas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) 3. Kerangka disiplin menggunakan comprehensive approach, baik meliputi major disciplies maupun didukung oleh auxilliary disciplines. Menurut metodenya epidemiologi dibedakan sebagai epidemiologi deskriptif, analitik, dan epidemiologi lingkungan. Epidemiologi lingkungan sendiri merupakan metode yang timbul akibat adanya perkembangan iptek dan digolongkan sebagai metode baru. 6 Perbedaan antara epidemiologi deskriptif dan analitik dapat dikemukakan sebagai berikut: Tabel 2.1 Perbedaan antara epidemiologi deskriptif dan analitik Deskritif Analitik 1. Pemaparan data tentang mortalitas dan 1. Idem, meliputi keseluruhan data morbalitas penyakit dan data kondisi karakteristik deskriptif, ditambah kesehatan lain. 2. Pemaparan data dalam bentuk tabulasi yang tersusun secara statistis. karakteristik analitik pada butir-butir berikut. 2. Mengadakan berbagai penelitian menurut 3. Kompilasi data tabulasi menurut metode epidemiologi seperti kohort, case berbagai variabel: control, screening test, dan lai-lain. Man (groups of men) 3. Mengadakan analisis dan uji inferensial Place dari data yang teliti. Time 4. Melakukan analisis untuk mencari 4. Mengadakan analisis tabulasi tanpa uji korelasi sebab-akibat. inferensial dan tanpa membahas 5. Mengembangkan pengetahuan dan hubungan sebab-akibat. prosedur penanganan masalah letupan dan endemisitas penyakit dengan caracara yang baru dan lebih operasional. Sumber : Slamet, Dasar-Dasar Epidemiologi. 7 Bagan 2.2 Klasifikasi Penyakit Klasifikasi Penyakit (P) P.I MENULAR Contoh : - Dipteri - TBC - Typhus abdominalis - Hepatitis P. INFEKSI P.I NON MENULAR Contoh : - Tetanus - Streptococcen - Stafilococcen P.NON-INFEKSI (NI) - Nutritional disease -Nutritional related - P. Metabolisme - P. Geriatri - P. Alkoholisme - P. Karsinogenik - Trauma accidental - P. Kardiovaskular - P. Kejiwaan (stres) - P. Karena pecermaran Sumber : Slamet, Dasar-Dasar Epidemiologi. Epidemiologi memiliki berbagai macam bentuk studi guna membantu memahami tentang epidemiologi lebih mendalam dan menyelesaikan masalah-masalah terkait epidemiologi.studi epidemiologi dapat diklasifikasikan sebagai studi eksperimental ataupun studi observasi. Secara sederhana, studi epidemiologi menurut pembagiannya mempunyai arti sebagai berikut : 1. Epidemiologi deskriptif Epidemiologi deskriptif merupakan pembelajaran yang bertujuan untuk menggambarkan masalah kesehatan yang terdapat di dalam masyarakat dengan menentukan frekuensi, distribusi dan determinan penyakit berdasarkan atribut & variabel menurut segitiga epidemiologi (orang, Tempat, dan Waktu). Epidemiologi deskriptif umumnya dilaksanakan jika tersedia sedikit informasi yang diketahui mengenai kejadian, riwayat alamiah dan faktor yang berhubungan dengan penyakit. 2. Epidemiologi analitik Epidemologi Analitik merupakan penelitian yang bertujuan menjelaskan faktor-faktor resiko dan kausa penyakit, memprediksikan kejadian penyakit dan memberikan saran strategi 8 intervensi yang efektif untuk pengendalian penyakit. Epidemiologi analitik dibagi menjadi dua bagian yakni sebagai berikut : a. Non eksperimental: - Studi kohort - Studi kasus kontrol/case control study/studi retrospektif. - Studi ekologik. b. Eksperimental. Cross-Sectional Study (Studi Potong Lintang) merupakan studi yang mempelajari prevalensi, distribusi maupun hubungan penyakit dan paparan dengan mengamati status paparan, penyakit outcome l
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks