POTENSI MAHASISWA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MINAT PADA PROSES PEMBELAJARAN. Oleh: Razali Tahib

of 8
101 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
POTENSI MAHASISWA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MINAT PADA PROSES PEMBELAJARAN Oleh: Razali Tahib ABSTRACT That somebody enthusiasm to a mirror object from its behavior, and that enthusiasm is background by
Document Share
Document Transcript
POTENSI MAHASISWA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MINAT PADA PROSES PEMBELAJARAN Oleh: Razali Tahib ABSTRACT That somebody enthusiasm to a mirror object from its behavior, and that enthusiasm is background by somebody attention to certain enthusiasm object, that is attention, feel to like to know high, and requirement will determine in select to something popular object it. Hence for that, somebody enthusiasm of depend on attention, feel to like to know the, requirement and selection to chosen the popular activity it. Enthusiasm also represent basis for reach for the efficacy for somebody. If student somebody hanker to a eye learn, hence entire/all attention, feel to like to know, and student requirement to a eye learn of excelsior, so that excelsior will also result of learning which is reached for student from a eye learn followed. Kata Kunci: Potensi, Pembelajaran I. Pendahuluan Proses pembelajaran yang dilaksanakan dosen di hadapan mahasiswa yang tujuannya untuk tercapai hasil belajar, baik dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, maupun dalam pencapaian hasilnya akan dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya seperti yang dikemukakan oleh Sumadi Suryabrata bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar mahasiswa, seperti: (a) faktor-faktor yang berasal dari luar diri mahasiswa yaitu faktor-faktor sosial dan faktorfaktor non sosial, dan (b) faktor-faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa yaitu faktor-faktor fisiologis dan faktor-faktor psikologis. 1 Maka oleh karena itu keberhasilan belajar itu dipengaruhi oleh sesuatu yang berada dalam diri mahasiswa, dan sesuatu yang berasal dari luar mahasiswa, seperti tenaga pengajar. Berhubung proses internal ini tidak langsung beraksi, maka seorang tenaga pengajar harus mampu mengarahkan proses eksternal sedemikian rupa sehingga dapat mempengaruhi proses internal dalam diri mahasiswanya. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa berbagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor internal yaitu faktor-faktor yang berasal dari atau berada pada diri mahasiswa dan faktor eksternal yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri mahasiswanya. Salah satu faktor eksternal yang memiliki peranan yang cukup penting mempengaruhi hasil belajar adalah tenaga pengajar (dosen) menurut Cece Wijaya dan A. Tabrani Rusyan bahwa kegiatan pembelajaran di depan mahasiswa adalah perwujudan interaksi dalam proses komunikasi dan tenaga pengajar sebagai pemegang 1 Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rajawali, 1990), hlm kunci sangat menentukan terhadap pencapaian hasilan belajar. 2 Sedangkan pendapat Nana Syaodih Sukmadinata yang mana pelaksanaan (implementasi) kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas, kecakapan, keterampilan, kesanggupan dan ketekunan tenaga pengajar. 3 Jadi dapat ditegaskan bahwa sebaik-baiknya sebuah kurikulum, dalam penyampaian tujuan pembelajaran itu sangat tergantung kepada tenaga dosennya. Di luar faktor eksternal seperti kualitas tenaga pengajar (dosen), maka faktor internalpun seperti mahasiswa berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah mata pelajaran (mata kuliah), di antaranya adalah latar belakang kecerdasan, minat, kemampuan berpikir kreatif, disiplin dan kemampuan penalaran mahasiswa (mahasiswa). Terdapat beberapa cara untuk melihal tingkat pencapaian hasil belajar mata muliah seseorang mahasiswa, yaitu: (1) hasil belajar selama di lembaga pendidikan, dan (2) hasil belajar setelah lulus dari lembaga pendidikan. Sedang kriteria kualitas hasil belajar seseorang sewaktu menjadi peserta didik, seperti: (a) hasil belajar, (b) integritas, (c) jiwa ilmiah, dan (d) tanggung jawab profesional. Maka dengan demikian, bahwa dalam kenyataannya tidaklah mudah untuk mengukur terhadap integritas jiwa ilmiah dan tanggung jawab profesional, maka terpaksa tenaga pengajar puas dengan hasil belajar yang ada dalam bentuk indeks prestasi seseorang mahasiswa. II. Hasil Belajar Mahasiswa Pengertian belajar seperti yang dijelaskan Gagne dan Driscoll adalah perubahan kemampuan dan disposisi dari seseorang yang dapat dipertahankan dalam suatu waktu tertentu dan bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan. Macam-macam pertumbuhan yang dimaksud dalam belajar adalah mencakup perubahan tingkah laku setelah seseorang mendapat berbagai pengalaman dalam berbagai situasi belajar. Berdasarkan pengalaman-pengalaman itu akan menyebabkan proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang. 4 Sependapat dengan itu Gredler mengatakan bahwa belajar merupakan suatu proses seseorang dalam memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan dan sikap dan belajar itu tidak datang begitu saja, tetapi harus dilaksanakan dengan sengaja dalam waktu yang tertentu pula. 5 Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan kemampuan seseorang dan dapat dipertahankan dalam kurun waktu tertentu. Berbagai pertumbuhan yang terjadi dalam belajar itu, seperti perubahan tingkah laku setelah seseorang mahasiswa mendapat berbagai pengalaman pada berbagai situasi belajar itu sendiri, sehingga dari berbagai pengalaman itu akan menyebabkan proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang mahasiswa. 2 Cece Wijaya dan A. Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992), h. 5 3 Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum:Teori dan Praktek (Bandung:Remaja Rosdakarya, 1997), h Robert M. Gagne dan Merey Perkins Driscoll, Essential of Leaning for Instruction (Englewood Cliff. N.J: Prentice Hall, 1988), hlm Margareth E. Mell Gredler, Leaning and Instruction: Theory Into Practice, (New York : Maemillan, 1986), hlm Sedangkan belajar menurut Sukardi dan Maramis adalah perubahan perilaku mahasiswa secara bertahap, terarah melalui suatu proses terencana dan bertahap, sehingga mahasiswa pada akhir pembelajaran kelak mempunyai kemampuan atau keterampilan sesuai dengan apa yang dituju oleh sistem pembelajaran. 6 Kemudian menurut Sujana, belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan yang dimaksud adalah hasil dari proses yang ditunjukkan dalam berbagai bentuk berubahan dari aspek: (a) pengetahuan, pemahaman, sikap, minat, dan tingkah laku seseorang, dan (b) keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta pemahaman aspek lain yang terdapat pada seseorang peserta didik dalam belajar yang bersifat relatif menetap. 7 Maka dengan demikian dapat ditegaskan bahwa bahwa belajar akan terjadinya perubahan perilaku mahasiswa secara bertahap, terarah melalui suatu proses terencana dan bertahap, sehingga mahasiswa pada akhir proses belajarnya mendapatkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan apa yang telah ditargetkan dalam rencana pembelajaran. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka belajar pada dasarnya ditandai dengan: (1) perubahan terhadap perilaku, (2) diperolehnya lewat pengalaman, (3) hasilnya relatif menetap, (4) perubahannya berkaitan aspek fisik dan mental. Penyebab perubahan perilaku ini tidak diakibatkan oleh proses pertumbuhan yang sifatnya fisiologis. Maka untuk itu yang dimaksud belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang peserta didik yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu, seperti pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, sikap dan minat seseorang peserta didik dari pengalaman yang diterimanya dari lingkungan dimana terdapat situasi belajar terjadi. Menurut Brigg hasil belajar adalah seluruh kecakapan dan hasilnya yang diraih melalui proses pembelajaran di lembaga pendidikan dan ditetapkan dengan angka-angka yang diukur berdasarkan test hasil belajar. 8 Sedangkan Sukardli dan Maramis mengatakan bahwa mengukur adalah menerapkan alat ukur terhadap objek tertentu. Besaran-besaran angka yang diperoleh, barulah memperoleh makna apabila dibandingkan hasil pengukuran dengan suatu patokan tertentu. 9 Syamsuddin mengemukakan bahwa perbuatan dan hasil belajar ditentukan dalam bentuk: (a) pertambahan materi pengetahuan yang berupa fakta, (b) penguasaan bentuk psikomotorik, dan (c) Perbekalan dalam kaitannya dengan kepribadian seseorang mahasiswa E. Sukardi Dan W. F. Maramis, Penilaian Keberhasilan Belajar, (Surabaya: Airlangga University Press, 1996), hlm Nana Sujana, Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru, 1988), hlm Lislie J. Brigg, Instructional Design and Applications (Englewood, NJ: Educational Technologi Publication, Inc, 1979) hlm E. Sukardi Dan W. F. Maramis, Penilaian Keberhasilan Belajar, (Surabaya: Airlangga University Press, 1996), hlm Abin Syamsuddin, Pedoman Studi Psikologi Kepribadian, (Bandung: IKIP Negeri Bandung, 1990), hlm Pengukuran menurut Silvarius adalah suatu proses pemberian angka pada sesuatu atau seseorang berdasarkan aturan tertentu. 11 Terdapat empat fungsi pengukuran terhadap mahasiswa seperti yang ditetapkan Popham, yaitu: (1) untuk menentukan kelemahan dan kelebihan mahasiswa secara perorangan, (2) untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa yang memuaskan, dan (3) untuk mengumpulkan bukti dalam rangka menetapkan peringkat mahasiswa, dan (4) untuk memprediksi tentang keefektifan pembelajaran yang telah dilaksanakan. 12 Maka dengan demikian mengukur adalah menerapkan alat ukur terhadap objek tertentu. Besarnya angka yang didapatnya, barulah dikatakan bermakna jika dibandingkan hasil pengukuran dengan sesuatu patokan tertentu. Hasil belajar menurut Romiszowski dapat ditetapkan dalam tiga kategori, yaitu: kognitif, psikomotorik, dan afektif. Semua aspek tersebut dapat dikatakan sebagai keterampilan menerima informasi dan menyalurkan kepada pihak yang lain. 13 Dari pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah sebuah tujuan yang dicapai setelah mengalami pengalaman dalam kegiatan pembelajaran, sehingga prinsip-prinsip dari Taksonomi Bloom sangat bermanfaat dalam merancang berbagai tingkat tujuan pembelajaran. Maka dengan demikian hasil belajar mahasiswa dalam tulisan ini didasarkan pada konsep Taksonomi Bloom tersebut yang mengklasifikan hasil belajar di sekolah berdasarkan konsep taksonami bloom yang meliputi tiga ranah, yaitu: (1) kognitif, adalah yang berhubungan dengan kemampuan berfikir, (2) afektif, adalah yang berkenaan dengan minat, sikap dan perasaan, dan (3) psikomotorik, adalah yang berkaitan dengan kemampuan gerak. 14 Kemudian menurut Davies yang menyatakan bahwa tujuan khusus pendidikan/pembelajaran secara luas dapat dikelompokkan ke dalam salah-satu dari tiga kelompok tujuan seperti berikut ini, yaitu: (1) tujuan kognitif, adalah yang berhubungan dengan informasi dan pengatahuan, karena itu usaha untuk tercapainya tujuan kognitif adalah suatu kegiatan pokok program pendidikan dan pelatuhan, (2) tujuan afektif, adalah yang menekankan pada sikap dan nilai, perasaan san emisi, dan (3) tujuan psikomotorik, adalah yang berhubungan dengan keterampilan motorik, manipulasi benda, atau kegiatan yang memerlukan koordinasi saraf dan anggota badan. 15 Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil belajar yang diraih mahasiswa setelah mengalami pengalaman belajar dalam sebuah mata kuliah yang telah diikutinya. 11 Suke Silvarius, Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik (Jakarta: Grasindo, 1991), hlm W. James Popham, Classroom Assessment: What Teacher Need To Know (Boston: Allyn and Bacon, 1995), hlm Rowinszowski, Designing Intructional System Decision Making in Course Planning (New York, Nicholas Publishing, 1981) hlm W. S. Winkel, Psikologi Pembelajaran (Jakarta: Grasindo, 2004 ), hlm Ivor K. Davies, Pengelolaan Belajar (Jakarta: Rajawali, 1991), hlm III. Pengaruh Minat Terhadap Pencapaian Hasil Belajar Mahasiswa Minat menurut pendapat Skinner adalah suatu dorongan yang menunjukkan perhatian seseorang terhadap objek yang menarik, menyenangkan apabila seseorang memperhatikan suatu objek yang menyenangkan, maka akan berupaya dengan aktif untuk meraih objek tersebut. 16 Dengan demikian, seseorang baru dapat diketahui minatnya, apabila ia berkeinginan atau menyukai sesuatu objek atau minat seseorang dapat dibaca jika ia memperlihatkan rasa suka atau senangnya kepada suatu objek tersebut. Berkaitan dengan tinggi dan rendahnya minat seseorang terhadap suatu objek tertentu sangat berhubungan dengan yang membutuhkan objek tersebut. 17 Menurut Ahmadi berkaiatan dengan pentingnya minat mahasiswa dalam belajar, karena sesuatu mata kuliah dapat dipelajari dengan baik apabila ada pemusatan perhatian (niat) terhadap mata kuliah, dan minat merupakan salah satu faktor yang mungkin terjadinya konsentrasi itu terjadi. 18 Sejalan dengan itu, Hasaini dan Nur mengemukakan bahwa minat adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan seseorang. 19 Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa minat itu bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir, tetapi lahir dari pengalaman belajar mahasiswa, karena minat merupakan manifestasi dari hasil belajar yang lahir dari mahasiswa akibat interaksi minat yang ada dalam lingkungannya. Pada minat juga dapat mengalami perubahan sesuai dengan perubahan status, tanggung jawab, dan cara hidup seseorang mahasiswa. Dari Mulyasa menjelaskan bahwa minat adalah kecenderungan seseorang dalam mengerjakan sesuatu perbuatan, seperti minat untuk mempelajari sesuatu dalam hal membaca, menulis, atau berdiskusi. 20 Sedangkan Fajar menjelaskan bahwa situasi pembelajaran berlangsung efektif bila adanya minat dan perhatian mahasiswa dalam belajar. Dengan demikian, maka minat mahasiswa sangat besar pengaruhnya dalam belajar, karena dengan adanya minat mahasiswa akan mengerjakan sesuatu yang diminatinya. Begitu juga sebaliknya bagi mahasiswa yang tidak berminat, maka tidak akan melakukan sesuatu dalam kegiatan belajar. Dengan demikian setiap mahasiswa haruslah mempunyai minat dalam belajar dan tenaga pengajar (dosen) seharusnya berupaya untuk membangkitkan minat mahasiswanya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 21 Menurut Mulyasa bahwa kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu, yang kemudian dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar dalam mata kuliah tertentu dan itulah yang dimaksud dengan minat Charles E. Skinner, Educational Psychology (Toronto : Prentice Hal, 1976), hlm Thomas K. Crowl, Educational Psychology Window in Teaching (New York: Brown and Benchmark, 1996) hlm Abu Ahmadi, Teknik Belajar Yang Efektif, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), hlm Hasaini dan Nur, Himpunan Istilah Psikologi, (Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 1986), hlm E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep Karakteristik dan Implementasi (Bandung: Ramaja Rosda Karya, 2004), hlm Ernie Fajar, Portofolio dalam Pelajaran IPS (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), hlm E. Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), hlm Maka untuk itu, kegiatan pembelajaran terhadap suatu mata kuliah terkait sekali dengan masalah-masalah minat, motivasi dan tingkat kecemasan, agar dapat berhasil dalam belajar sesuatu mata kuliah tertentu, maka seseorang mahasiswa haruslah mempunyai terhadap mata kuliah tersebut, karena minat itu akan mempengaruhi dorongan (motivasi) mahasiswa untuk rajin dalam belajar. Berdasarkan uraian di atas, maka yang dimaksud minat peserta didik dalam belajar dalam tulisan ini adalah minat mahasiswa terhadap sebuah mata kuliah, karena mahasiswa tertarik terhadap sebuah mata kuliah sehingga ia akan belajar dengan mudah dan menyenangkan dalam kegiatan perkuliyahan yang diikikutinya. IV. Penutup Minat seseorang terhadap suatu objek tercermin dari perilakunya. Minat itu dilatarbelakangi oleh perhatian seseorang terhadap objek minat tertentu, seperti perhatian, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kebutuhan akan menentukan dalam menseleksi terhadap sesuatu objek yang disenanginya. Dengan demikian minat seseorang tergantung pada perhatian, rasa ingin tahu, kebutuhan dan seleksi untuk memilih kegiatan yang disenanginya. Minat juga merupakan elemen dalam meraih keberhasilan bagi seseorang. Apabila seseorang mahasiswa berminat terhadap sebuah mata kuliah, maka seluruh perhatian, rasa ingin tahu, dan kebutuhan mahasiswa terhadap sebuah mata kuliah akan semakin tinggi, sehingga akan semakin tinggi pula hasil belajar yang diraih mahasiswa dari sebuah mata kuliah yang diikutinya. Bahwa pengaruh minat mahasiswa dalam belajar sebuah mata kuliah itu positif terhadap pencapaian hasil belajar mahasiswa dalam sebuah mata kuliah. Semakin tinggi minat mahasiswa dalam belajar sebuah mata kuliah maka semakin tinggi pula hasil belajar sebuah mata kuliah diraihnya. Sebaliknya semakin rendah minat mahasiswa dalam belajar sebuah mata kuliah, maka semakin rendah pula hasil belajar sebuah mata kuliah yang dicapainya. 126 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, Abu, Teknik Belajar Yang Efektif. Jakarta: Rineka Cipta, Brigg, Lislie J., Instructional Design and Applications. Englewood, NJ: Educational Technology Publication, Inc, Crowl, Thomas K., Educational Psychology Window in Teaching. New York: Brown and Benchmark, Fajar, Ernie, Portofolio Dalam Pelajaran IPS. Bandung: Remaja Rosdakarya, Gagne, Robert M. dan Merey Perkins Driscoll, Essential of Leaning for Instruction. Englewood Cliff. N.J: Prentice Hall, Gredler, Margareth E. Mell, Leaning and Instruction: Theory Into Practice. New York : Maemillan, Hasaini dan Nur, Himpunan Istilah Psikologi. Jakarta: Mutiara Sumber Widya, Mulyasa, E., Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2004.,Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK. Bandung: Remaja Rosda Karya, Rooijakkers, Ad., Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Gramedia, Rowinszowski, Designing Intructional System Decision Making in Course Planning. New York, Nicholas Publishing, Skinner, Charles E., Educational Psychology. Toronto : Prentice Hal, Sujana, Nana, Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru, Sukardi, E. dan W. F. Maramis, Penilaian Keberhasilan Belajar. Surabaya: Airlangga University Press, Suryabrata, Sumadi, Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali, Syamsuddin, Abin, Pedoman Studi Psikologi Kepribadian. Bandung : IKIP Bandung, 128
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x