NORMA EMPIRIK TES POTENSI AKADEMIK (TPA) UNIVERSITAS JAMBI UNTUK KELOMPOK MAHAHASISWA

of 8
52 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
JURNAL PSIKOLOGI JAMBI p-issn : VOLUME 2, NO 2, OKTOBER 2017 e-issn : NORMA EMPIRIK TES POTENSI AKADEMIK (TPA) UNIVERSITAS JAMBI UNTUK KELOMPOK MAHAHASISWA EMPIRICAL NORM OF ACADEMIC APTITUDE
Document Share
Document Transcript
JURNAL PSIKOLOGI JAMBI p-issn : VOLUME 2, NO 2, OKTOBER 2017 e-issn : NORMA EMPIRIK TES POTENSI AKADEMIK (TPA) UNIVERSITAS JAMBI UNTUK KELOMPOK MAHAHASISWA EMPIRICAL NORM OF ACADEMIC APTITUDE TEST (TPA) OF UNIVERSITAS JAMBI FOR STUDENT Siti Raudhoh¹ Jelpa Periantalo 2 1 Departement of Psychology, Jambi University/ 2 Department of Psychoogy, Jambi University/ ABSTRACT INDTRODUCTION The purpose of research was to conduct standard norm of TPA Unja for university students. TPA used GMAT components: verbal, quantitative and abstract components. TPA was supported with content validity, construct validity, criterion related validity and high of reliability. METHOD Subjects of research were 86 university students from four department at Faculty of Medicine and Health Sciences-The University of Jambi. Norm used empirical norm based on normal distribution: stanine, percentile, z score, Wechsler and GMAT. Standard nine showed nine interval of normal distribution score. Percentile norm showed five degrees of percentile: P, P10, P1, P20,, P8, P90, and P9. RESULT Standard score showed five categories: very high, high, middle, low, and very low. Standardized norm Wechsler IQ with M=100 and S=1 showed seven categories. Standardize norm GMAT showed M=00 and S=0. TPA Unja had a norm to interpret of raw score for university students. CONCLUSION AND RECOMENDATION TPA Unja had empirical norm based on normal curve specific for university student. This norm can be used for any university student testing by TPA Unja. The next research to extend numbers of subjects and its variability. Norm group for high school students and graduated students should be made. Keywords: validity, norm, empirical, percentile, standardized Pendahuluan Periantalo (2013) melakukan konstruksi terhadap Tes Potensi Akademik Universitas Jambi. TPA tersebut didukung oleh validitas konstrak, validitas kriteria konkuren dan reliabilitas yang memuaskan. Validitas dan reliabilitas merupakan syarat utama dari suatu alat ukur yang baik (Azwar, 2012; Periantalo, 201; Urbina, 2004; Sumintoro & Widhiraso, 2014). Validitas diartikan sejauh mana alat ukur mampu mengungkap hal yang menjadi tujuan ukurnya. Reliabilitas berkaitan dengan keterpercayaan hasil ukur dari alat ukur tersebut. Selain itu, terdapat juga syarat alat ukur bersifat objektif, standardisasi dan praktis. Objektif diartikan bahwa aitem tersebut adalah adil dan bebas dari bias atribut yang melekat pada subjek. Standardidasi berkaitan dengan kesamaan bentuk buku, instruksi dan penilaian dari skor subjek. Praktis diartikan bahwa cara instruksi dan pemberikan skor yang mudah, bahan yang ringan, dan biaya pembuatan yang terjangkau. Berikut ini adalah beberapa contoh soal TPA yang merupakan kelompok soal verbal, kuantitatif, dan abstrak. 10 JURNAL PSIKOLOGI JAMBI Raudhoh, Periantalo Contoh Soal Verbal Nomor 11. (A) UDA (B) GATI (C) PATEM (D) PANDELA (E) RINTAHPEME (SUSUN DAN PILIHKAN KATA BERBEDA) Contoh Soal Kuantitatif Nomor 32. Jika x adalah bilangan positif, y = 3x-1, maka... (A) x y (B) x y (C) x = y (D) 2y x (E) x dan y tidak bisa ditentukan Contoh Soal Abstrak Nomor 42. A B C D E 1 1 TPA tersebut merupakan TPA yang seperti digunakan dalam kehidupan seharihari. TPA terdiri dari tiga komponen, yaitu: verbal, kuantitatif dan abstrak. TPA ini lebih dekat dengan PAPS UGM (Azwar, 2014; Periantalo, 201; Suryabrata, 201). TPA tersebut terdiri dari 60 soal, dimana setiap komponen memiliki 20 soal. Subjek diminta untuk memilih salah satu jawaban yang dari lima pilihan yang tersedia. Apabila jawaban tersebut benar, subjek mendapatkan skor 1. Apabila jawaban tersebut adalah salah atau tidak menjawab, subjek mendapatkan skor 0. Apabila subjek menjawab dengan benar semua jawaban, subjek mendapatkan skor mentah 60. Apabila subjek menjawab salah atau tidak menjawab semua soal, subjek mendapatkan skor 0. Skor yang dihasilkan adalah skor mentah yang belum memiliki arti sehingga ditranformasikan di dalam suatu penilaian. Terdapat dua metode dalam penelitian: penilaian berdasarkan kriteria dan peniliain berdasarkan norma (Ormrod, 2006; Periantalo, 2017; Supratiknya, 2014). Penilaian berdasarkan kriteria dimana skor tertentu sudah ditetapkan secara bersama oleh pihak terkait. Skor tersebut didasarkan atas kesepkatan antara orang yang terlibat. Kita misalkan saja adalah Nilai Ketuntasan Minimum pelajaran di sekolah. Setiap mata pelajaran memiliki nilai ketuntasasn masingmasing, yang mungkin berbeda di antara satu pelajaran dengan pelajaran yang lain. Setiap sekolah mungkin memiliki standar penilaian kriteria yang berbeda atas KKM tersebut. Sekolah unggulan, biasa dan pinggiran menerapkan standar yang tidak sama. Penilian tidak menggunakan data empirik, dan tidak menggunakan analisis statistik. Penilaian kedua berkaitan dengan norma yang didasarkan atas skor subjek dan membentuk kurva norma. Norma sendiri dibagi menjadi dua, yaitu: hipotetik dan empirik. Norma hipotetik didasarkan atas kurva normal, standar deviasi dan mean hipotetik skor yang dihasilkan, tanpa ada uji data empirik di lapangan. Norma empirik didasarkan atas penilaian data lapangan, menggunakan standar deviasi dan mean empirik. Norma empirik yang menggikuti pola kurva normal disebut sebagai norma standar skor/z skor. Norma ini kemudian JURNAL PSIKOLOGI JAMBI 11 Norma Empirik Tes Potensi Akademik (TPA) Universitas Jambi untuk Kelompok Mahahasiswa ditranformasikan ke skor standar. Selain metode standar skor, norma juga dapat terbentuk dalam persentil atau standard nine (Stanine). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat norma TPA berdasarkan data empirik di lapangan. Norma empirik ini khusus untuk kelompok mahasiswa. Norma tersebut terdiri dari Standard Nine (Stanine), Persentil, Standar Skor, Standardisasi IQ Wechsler, Standardisasi TPA. Uji validitas konstrak dengan konstrak yang relatif sama dan harus menunjukkan korelasi positif, karena memiliki kesamaan karakteristik teoritis. Uji validitas konstrak dilakukan dengan menguji tiga komponen TPA karena ketiga komponen tersebut merupakan konstrak linear yang mengungkap satu kesatuan konstrak, yaitu: TPA. Penalaran Verbal, kuantitatif dan abstrak secara bersama mengungkap satu kesatuan Tes Potensi Akademik. Ketiga komponen tersebut seirama mencapai satu tujuan ukur sehingga harus berkorelasi positif. Hal ini dapat dilihat dalam gambar 1. VERBAL (a) rac = (p=0.000) rab = 0.14 (p=0.000) p 0.01 N = 747 ABSTRAK (c) Gambar 1 Korelasi antar Komponen TPA KUANTITATIF (b) rbc= 0.34 (p=0.000) Uji korelasi menghasilkan hasil korelasi positif sedang diantara ketiga komponen TPA tersebut (0,4-0,6). Semakin tinggi skor subjek pada komponen verbal, semakin tinggi pula skor subjek pada komponen kuantitatif dan abstrak. Semakin rendah skor subjek pada komponen verbal, semakin rendah pula skor subjek pada komponen kuantitatif dan abstrak. Korelasi positif sedang adalah korelasi positif yang bagus karena ketiga komponen tersebut memiliki hubungan, tetapi hubungan tersebut lemah. Dengan demikian Tes Potensi Akademik didukung oleh validitas konvergen. Standard Progressive Matrices (SPM) menjadi kriteria dalam uji validitas konkuren karena SPM merupakan alat ukur kognitif potensial yang sudah terstandarisasi. TPA maupun SPM merupakan alat ukur kognitif potensial yang idealnya mereka satu sama lain memiliki hubungan positif. Uji korelasi menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,638. Semakin tinggi skor subjek pada TPA, semakin tinggi pula skor subjek pada SPM. Semakin rendah skor subjek pada TPA, semakin rendah pula skor subjek pada SPM. Koefisien determinasi dari alat ukur tersebut sebesar 0,406 menunjukkan kemampuan TPA dalam menjelaskan SPM sebesar 40% - begitu juga sebaliknya. 12 JURNAL PSIKOLOGI JAMBI Raudhoh, Periantalo Tabel 1. Komponen TPA Komponen Sub Komponen Deskripsi Jumlah Soal Total Padanan Kata Memilih kata yang setara makna dengan kata yang disedikana Lawan Kata Memilih kata yang berlawan dengan kata yang disediakan Verbal Melihat analagi dua kata yang memiliki hubungan 20 Analogi prinsip yang sama Menyusun huruf menjadi kata yang bermakna dan Susun Huruf mencari kata yang berbeda di antara lima pilihan tersebut Deret Angka Mengidentifikasi prinsip terjadi suatu angka dalam suatu urutan bilangan 6 Kuantitatif Aritmatika Menemukan jawaban terhadap masalah perhitungan sederhana Aljabar Mengidentifikasikan persamaan dan pertidaksamaan di antara beberapa variabel 20 Geometri Mengidentifasikan berbagai fakta berkaitan dengan informasi geometri 4 Serial 1 Melihat kelanjutan bentuk dari bentuk sebelumnya 8 Melihat perwakilan dari kata yang tersedia yang Diagram 7 Abstrak disimbolkan dari diagram 20 Simbol 2 Melihat kelanjutan bentuk dari bentuk sebelumnya dengan bentuk lebih kompleks TOTAL Tes Potensi akademik ini terdiri dari tiga komponen, setiap komponen memiliki sub komponen masing-masing. Setiap komponen memiliki jumlah soal yang sama yaitu: 30 sehingga jumlah soalnya totalnya sebanyak 60 soal. Setiap komponen memiliki subkomponen masing-masing, setiap subkomponen memiliki soal yang setara satu sama lain. Metode Instrumen penelitian dalam tes ini berupa Tes Potensi Akademik Unja itu sendiri. TPA terdiri dari 3 bagian pertanyaan dengan jumlah soal masing-masing sebanyak 20 dengan total 60 soal. Instrumen tersebut terdiri dari buku soal, lembar jawaban dan buku panduan. Subjek diminta untuk memilih salah satu dari lima pilihan jawaban yang benar. Jika benar diberi skor 1 dan jika salah atau tidak menjawab diberikan skor 0. Total dari setiap bagian tersebut akan dijumlahkan sehingga menghasilkan skor mentah. Skor mentah tersebutlah yang akan digunakan dalam pembuatan norma TPA. Responden dalam penelitian ini adalah terdiri ini dari 86 mahasiswa yang berasal dari empat program studi berbeda di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi yaitu Program Studi Kedokteran, Ilmu Keperawatan, Psikologi, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Seluruh subjek adalah mahasiswa baru yang lolos seleksi melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, dan jalur UMB. Teknik analisis Statistika yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan pembuatan norma alat ukur tersebut. Ada beberapa teknik Statistika yang digunakan, yaitu:, persentil, z skor, model Wechsler dan model TPA. Kelima jenis norma dari analisis statistik tersebut akan membuat suatu kurva normal. Dimana kurva yang berbentuk lonceng simetris, sisi kiri dan kanan adalah sama persis. Persentil akan melihat kedudukan relative subjek melalui suatu angka dalam suatu distribusi. Z skor merupakan transformasi skor mentah ke skor standar. Z skor tersebut dijadikan patokan dalam pembuatan norma Wechsler maupun TPA. Hasil Skor mentah berkaitan dengan benar salahnya jawaban subjek terhadap TPA Unja. Skor yang diukur adalah skor benar saja dari JURNAL PSIKOLOGI JAMBI 13 Norma Empirik Tes Potensi Akademik (TPA) Universitas Jambi untuk Kelompok Mahahasiswa setiap setiap bagian A (verbal), B (kuantitatif), dan C (abstrak). Di bawah ini dijelaskan tentang skor per bagian maupun secara keseluruhan. Tabel 2. Deskripsi Skor Mentah Subjek Penelitian Deskriptive Statistics TPA TPA Valid 86 Std. Deviation 8.4 Missing 0 Variance Mean 30.0 Range 4.00 Median 30.0 Minimum.000 Mode Maximum 0.00 Pembuatan Norma Persentil Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat mengenai jumlah subjek, tendensi sentral dan ukuran variabilitas dari data tersebu. Jumlah data yang dapat diolah adalah sebanyak 86 orang, jumlah data yang tidak dapat diolah adalah sebanyak 0 sehingga semua data yang ada dapat diolah. Mean atau nilai rata-rata adalah 30,0; Median atau nilai tengah adalah 30,0 serta modus atau data yang paling sering muncul adalah 30 juga. Ketiga ukuran tendesi sentral adalah berdekatan sehingga data tersebut terdistribusi secara normal. Jika melihat pada ukuran variabilitas, terdapat tiga hal yang bisa dilihat, yaitu: jarak sebaran, varians dan standar deviasi. Standar deviasi dari data tersebut adalah sebesar 8,4; varians dari data tersebut adalah 71 serta jarak sebaran sebesar 4. Nilai subjek tertinggi adalah 0 serta terendah adalah. Sama halnya dengan Standard Nine, norma persentil pun merupakan bagian dari kurva normal yang didasarkan atas data empirik di lapangan. Normal standard nine membagi seseorang seseorang ke dalam Sembilan bagian. Persentil akan membagi seseorang dari persentil 0 sampai dengan 100. Dalam kenyataan bahwa persentil yang digunakan adalah persentil setiap kelipatan sampai dengan 9 serta ditambah dengan persentil 99. Data tersebut merupakan data bentuk norma persentil yang bergerak dari 0 sampai dengan 100. Tabel 3. Persentil Skor Mentah TPA Persentil Skor Klasifikasi 99 48, , Sangat Tinggi Tinggi Sedang , Rendah Sangat Rendah JURNAL PSIKOLOGI JAMBI Raudhoh, Periantalo Adapun jenjang persentil yang digunakan adalah sebesar, sehingga setiap kelipatan lima digunakan. Kemudian persentil tersebut dibagi lagi menjadi bagian. Persentil 80 ke atas adalah kategori sangat tinggi dengan nilainya 20%. Persentil 60 sampai dengan 80 berkategorikan tinggi dengan nilai persentase 20%. Persentil 40 sampai dengan 60 berkategorikan sedang dengan nilai persentase 20%. Persentil 20 sampai 40 dengan berkategorikan rendah dengan persentase senilai 20%. Sementara untuk dua puluh persentil ke bawah berkategorikan sangat rendah. Hal ini dapat dilihat tabel 3. Kesimpulan Tes Potensi Akademik Unja memiliki norma empirik atas dasar kurva normal khusus untuk kelompok mahasiswa. Standard Nine (Stanine) terbagi ke dalam sembilan standar. TPA Unja memiliki standar persentil dengan kelipatan serta dibagi menjadi lima kategori. TPA Unja juga memiliki nilai standar/z skor dengan lima kategori. TPA sudah ditranformasaikan ke dalam skor terstandaridasi nilai TPA dengan Mean = 00 dan stadar deviasi 0. Nilai kecerdasan (IQ) Wechler pun sudah didapat dengan membagai kedalam 7 kategorisasi. Saran dari penelitian ini adalah untuk menambah lebih banyak subjek lagi dan variasi subjek. Subjek yang dilibatkan alangkah baik dari berbagai program studi lain di luar FKIK Unja. Subjek juga disarankan untuk diambil dari berbagai tempat di Indonesia sehingga kekuatan generalisasi lebih kuat. Penelitian juga melakukan melakukan pembuatan norma untuk siswa SMP, SMA dan umum. Saran Saran dari penelitian ini adalah untuk menambah lebih banyak subjek lagi dan variasi subjek. Subjek yang dilibatkan alangkah baik dari berbagai program studi lain di luar FKIK Unja. Subjek juga disarankan untuk diambil dari berbagai tempat di Indonesia sehingga kekuatan generalisasi lebih kuat. Penelitian juga melakukan melakukan pembuatan norma untuk siswa SMP, SMA dan umum. Pembuatan Norma z Skor, Model TPA, Model IQ Norma skor z merupakan bagian dari norma kurva normal didasarkan atas data empirik di lapangan. Data ditranformasikan melalui ukuran variabilitas sehingga meuncul nilai z skor atas dasar standar deviasi. Standar deviasi tersebut bergerak dar 1 sampai 6. Norma z yang digunakan adalah norma z terstandardidasi, yaitu: TPA dan IQ Wechsler. TPA dengan menggunakan Mean sebesar 00 dan standar deviasi 0 serta Wechsler menggunakan Mean sebesar 100 dan standar deviasi 1. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4. Daftar Pustaka Azwar, S. (2016). Konstruksi tes kemampuan kognitif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (201). Dasar-dasar psikometrika. Edisi ke-2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2014). Penyusunan skala Psikologi. Edisi Ke-2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2013). Reliabilitas dan validitas. Ed. Ke-4. Pustaka Pelajar: Yogyakarta Azwar, S. (1996). Tes prestasi: Fungsi dan pengukuran prestasi belajar. Pustaka Pelajar: Yogyakarta Buku Informasi Tes, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Unit Penyedia Alat Ukur Psikologi, Yogyakarta. Dedeh, S., Darsono, L., & Husin, W. (2013). Kriteria seleksi masuk fakultas kedokteran sebagai prediktor prestasi akademik. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia 2 (2) Periantalo, J., dkk. (2016). Laporan Tes Psikologi Seleksi Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Universitas Jambi, Jambi. Periantalo, J., dkk. (2016). Penyusunan Instrumen Skala Sikap terhadap Pelajaran Dasar sebagai Upaya Optimalisasi Pendidikan. Paper Presentation. Jambi International Seminar on Education. Jambi, 3 April JURNAL PSIKOLOGI JAMBI 1 Norma Empirik Tes Potensi Akademik (TPA) Universitas Jambi untuk Kelompok Mahahasiswa Periantalo, J., Fadzlul. (2016). Uji Validitas Konstrak Tes Minat Indonesia melalui Minat Ilmu Kesehatan. Paper Presentation. Kolokium Ap2pti XXVI. Yogyarkta, 14 April Periantalo, J. (2016). Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Periantalo, J. (201). Validitas alat ukur psikologi: Applikasi praktis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Periantalo, J. (201). Penyusunan skala psikologi: asyk, mudah dan bermanfaat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Periantalo, J., dkk. (201). Laporan Tes Psikologi Seleksi Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Universitas Jambi, Jambi. Periantalo, J., Ekawati, Y. N., & Fadzlul. (201). Sikap terhadap pelajaran dasar. Penelitian Dosen. Universitas Jambi, Jambi. Periantalo, J., Fadzlul, & Saputra, N. (2014). Konstruksi skala sikap terhadap pelajaran Matematika dan Sains. Jurnal Edu Sains Universitas Jambi 3 (2) Periantalo, J. (2014). Pengembangan tes minat Indonesia sebagai upaya pengembangan potensi diri generasi muda Indonesia. Paper Presentation. Psychological Festival Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. 21 dan 22 Nopember Periantalo, J. (2012). Penyusunan skala kepribadian optima dari tipologi kepribadian Jung dan Myers Brigss. Tesis, Tidak Dipublikasikan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM. Suryabrata, S. (200). Pengembangan alat ukur Psikologi. Yogyakarta: Penerbit Andi. Supratiknya, A. (2014). Pengukuran psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 16 JURNAL PSIKOLOGI JAMBI Raudhoh, Periantalo Tabel 4. Konversi Nilai Z Skor TPA dan IQ Skor Z TPA IQ Klasifikasi Jenius Cerdas Di Atas Rata-Rata Rata-Rata Di Bawah Rata-Rata Ambang Batas Desil JURNAL PSIKOLOGI JAMBI 17
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x