BAB III METODE PENELITIAN

of 10
225 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
57 BAB III METODE PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian yaitu untuk mengungkap pengaruh arsitektur pasar Johar Semarang terhadap arsitektur pasar Cinde Palembang, termasuk di dalamnya latarbelakang
Document Share
Document Transcript
57 BAB III METODE PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian yaitu untuk mengungkap pengaruh arsitektur pasar Johar Semarang terhadap arsitektur pasar Cinde Palembang, termasuk di dalamnya latarbelakang terjadinya kemiripan bentuk antara arsitektur pasar Cinde Palembang dengan arsitektur pasar Johar Semarang.Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan mengeksplorasi suatu fenomena serta menjelaskan mengapa fenomena itu dapat terjadi, sehingga dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode rasionalistik dengan paradigmakualitatif, diuraikan secaradeskriptif, dan dimaknai dengan cara interpretatif Pendekatan Metode Penelitian Menurut Muhadjir (1989:25&83) dalam bukunya dengan judul Metodologi Penelitian Kualitatif, mengatakan bahwa menurut rasionalisme bahwa semua ilmu berasal dari pemahaman intelektual yang dibangun atas dasar kemampuan beragumentasi secara logik, bukan dibangun atas pengalaman empiri, menekankan pada pemaknaan empiri yaitu pemahaman intelektual dan kemampuan beragumentasi secara logik. Empiri logik dihayati kebenarannya 58 karena ketajaman fikir manusia dalam memberi makna atas indikasi empiri. Pada metode penelitian kualitatif, informasi dan data yang dibutuhkan diperoleh melalui wawancara dan pengamatan secara langsung. Hal ini sesuai dengan pendapat Patton (2009 : 15) yang menjelaskan bahwa metode kualitatif pada umumnya berorientasi dalam hal eksplorasi dan pengungkapan. Pengumpulan data pada metode kualitatif terdiri dari tiga cara, yaitu: wawancara mendalam, observasi langsung, dan pemanfaatan dokumen. Wawancara mendalam berupa kutipan langsung orang tentang pengalaman maupun pengetahuannya. Observasi langsung berupa deskripsi mendalam mengenai suatu kegiatan, peserta kegiatan, interaksi antar manusia secara luas. Adapun dokumentasi berupa hasil rekaman/ foto, surat surat, catatan harian, laporan resmi, dan sebagainya (Patton, 2009 : 1) Dengan demikian data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka (Moleong, 1994 : 6). Sehingga laporan penelitian akan berisi kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut yang dirumuskan dalam bentuk deskriptif berupa narasi atau kata-kata. Pada penelitian kualitatif, kegiatan dimulai dengan konsepkonsep yang sangat umum, kemudian selama penelitian, konsepkonsep yang sangat umum itu diubah-ubah dan direvisi sampai 59 bertemu dengan kesimpulan yang sangat kuat. Dengan kata lain, variabel merupakan produk penelitian yang ditemukan kemudian (lppm unisla, 2012) Langkah-langkah Pokok Penelitian Secara garis besar penelitian ini dapat dibagi dalam dua tahapan, yaitu tahap kajian kepustakaan dan tahap observasi lapangan (field study). Kajian kepustakaan merupakan tahap atau bagian awal dari kegiatan penelitian ini, yaitu berupa pengumpulan data-data pustaka. Untuk selanjutnya dilakukan tahapan kedua berupa observasi lapangan, tahap ini merupakan kegiatan atau proses penelitian yang diakukan di lapangan pada objek penelitian. Yang kegiatannya antara lain meliputi : Observasi Pendahuluan Observasi pendahuluan ini dilakukan denga cara melihat objek Arsitektur Pasar Cinde Palembang secara makro atau secara umum, tahapan ini sangat penting dilakukan agar peneliti dapat menginventarisir elemen-elemen arsitektur apa saja yang ada di Pasar Cinde Palembang guna menentukan langkah penelitian tahapan berikutnya Pengambilan data Primer Setelah tahap observasi pendahuluan dilakukan, maka langka berikutnya adalah mengumpulkan data lapangan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya : 60 o o o o Observasi dan pengamatan objek dengan seksama Pengukuran dan penggambaran objek Pendokumentasian visualisasi objek Wawancara dengan pihak terkait yang mengenali objek Adapun cara pengumpulan data primer yang dilakukan dalam penelitian ini dengan tiga cara yaitu : A. Pengambilan data dengan aspek perwujudan bentuk arsitektur bangunan pasar johar dan pasar cinde dilakukan dengan cara mengamati secara seksama terhadap objek di lokasi penelitian. Pengamatan objek dilakukan dengan cara internal sampling yaitu keputusan diambil begitu penelitian memiliki suatu pikiran umum tentang apa yang sedang dipelajari dan berapa jumlah serta macamnya yang akan ditelaah, dengan siapa akan berbicara dan kapan melakukan observasi (Sutopo, 1988). Pemilihan objek pengamatan dilakukan berdasarkan hasil wawancara dengan pihak-pihak terkait yang konsen dan peduli pada eksistensi objek. Sehingga berdasarkan hal tersebut penulis membuat kategori dalam pemilihan objek, yaitu: 1. Wujud Arsitektur Bangunan Pasar Johar Semarang 2. Wujud Arsitektur Bangunan Pasar Cinde Palembang 61 Pencatatan hasil pengamatan dilakukan dengan perekam visual berupa kamera foto digital, video dan penggambaran grafis. B. Pengambilan data berkenaan dengan fungsi ruang dilakukan dengan cara wawancara dan observasi berpartisipasi. Peneliti melakukan wawancara dengan pelaku sejarah pembangunan, peneliti terkait, pengamat, pedagang dan masyarakat umum. Data yang didapat dicatat dalam catatan khusus, rekaman digital berupa audio, video dan foto. C. Pengambilan data yang berkenaan dengan referensi ideal dan konsep-konsep arsitektur pada objek tersimpan dalam perwujudan bentuk dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap para informan kunci yaitu para nara sumber atau orang-orang yang dipandang memiliki pengetahuan atau wawasan terhadap informasi yang diperlukan (Koentjaraningrat, 1989:40). Informan kunci yang dimaksud peneliti yaitu: pelaku sejarah pembangunan, para pakar arsitektur, pedagang dan masyarakat umum yang sekitar lokasi Pengambilan data sekunder Data sekunder meliputi, dokumen-dokumen sejarah baik berupa tulisan, gambar dan visualisasi objek berupa foto-foto yang didapatkan dari berbagai nara sumber yang berkaitan langsung 62 dengan objek penelitian yang dalam hal ini diantaranya adalah Dinas Pasar, Pengelola Pasar, Bappeda Kota, Dinas Tata Kota, Forum Diskusi, Forum Peduli objek, Seminar, serta beberapa nara sumber lainya yang memiliki dokumen terkait. Data sekunder tersebut dapat dikumpulkan melalui tiga cara yaitu: A. Penghimpunan data arsip berkaitan dengan faktor ekonomi, sosial, budaya dan sejarah perkembangan daerah setempat baik yang ada dalam keluarga, pemerintah dan masyarakat (Kartodirjo, 1982). B. Data sumber pustaka berupa buku-buku, hasil-hasil penelitian terkait dan relevan dengan masalah penelitian. C. Dilakukan dengan triagulation data yaitu mengumpulkan data sejenis dengan menggunakan berbagai sumber data berbeda yang tersedia untuk diuji kelemahan data yang satu akan diuji dengan data yang diperoleh dari sumber lain (Patton, 1987) Teknik analisis data Menurut Miles dan Huberman dalam Muhadjir (1989:51-53) bukunya dengan judul Metodologi Penelitian Kualitatif, mengatakan bahwa analisis data dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: a).meringkas data kontak hubungan dengan orang, kejadian dan situasi lokasi penelitian; b). Pengkodean data; c).pembuatan catatan obyektif sekaligus mengklasifikasikan data; d).membuat catatan reflektif, menuliskan apa yang terpikirkan oleh peneliti 63 dalam hubungannya dengan catatan obyektif; e).menyimpan data dengan memberi label menggunakan angka indexs terorganisasi; f).melakukan proposisi yaitu pengembangan pendapat; g).pembuatan ringkasan sementara antar lokasi Model Penyajian Data Menurut Miles dan Huberman dalam Muhadjir (1989:53) dalam bukunya dengan judul Metodologi Penelitian Kualitatif, mengatakan bahwa penyajian data penelitian dengan menggunakan tabel, grafik, matriks dan sebaginya tidak diisi dengan angka-angka melainkan dengan narasi, kata-kata atau phrase verbal. Dalam penelitian ini penulis menampilkan data objek penelitian Bangunan Pasar Cinde Palembang dalam bentuk deskripsi dan visualisasi objek dalam bentuk tabulasi gambar berupa foto dan grafis.penyajian objek analisa dilakukan dengan cara menguraikan bentuk bangunan berdasarkan elemen-elemen arsitektur. Masingmasing elemen arsitektur tersebut dideskripsikan sesuai dengan urutannya dilengkapi dengan tabel analisa. Data objek disajikan dalam dua katagori yaitu visualisasi masa awal berdirinya pasar cinde dan visualisasi masa sekarang, yaitu dengan cara menampilkan foto visual untuk kemudian direkonstruksi ke dalam bentuk grafis. 64 Model penyajian data yaitu: Deskripsi objek Pasar Cinde Palembang... Tabel. III.1. Model Visualisasi Objek Pasar Cinde Palembang FOTO GRAFIS Sumber : Penulis 3.4. Model Analisa Data Menurut Miles dan Huberman dalam Muhadjir (1989:56-57) dalam bukunya dengan judul Metodologi Penelitian Kualitatif, mengatakan bahwa dalam penyajian tabel, matrik, grafik danlainsebaginya dilakukan dengan cara kelompokkan variabelvariabelnya melaui baris dan kolom kemudian setiap masing-masing segmen diisi dengan deskripsi verbal secara singkat dan padat. Dalam penelitian ini penulis akan menganalisa objek Pasar Cinde Palembang melalui pendekatan Konsep. Untuk merumuskan konsep-konsep arsitektur yang ada pada objek, penulis lakukan berdasarkan Relasinya yaitu: Sejarah, Lokasi, Fasad, Denah, Pola 65 Ruang, Penampang, Sirkulasi, Sistem Struktur dan Kolom, Sistem Pencahayaan dan Penghawaan, Variabel-variabel penelitian penulis kelompokan sesuai perannya masing-masing. Cara dalam menganalisa tersebut dibuat menjadi sebuah Model Analisa seperti berikut ini: Tabel.III.2. Model Analisa Pasar Cinde Palembang Analisa Pasar Johar Pasar Cinde Sumber : Penulis Objek analisa dalam peneltian ini yaitu Pasar Cinde Palembang diuraikan melalui bebberapa komponen wujud bentuk yaitu Bentuk Atap, Pola Ruang, dll. Masing-masing wujud bentuk tersebut diuraikan dengan membaca melalui Pendekatan berdasarkan kesamaan pola-pola yang ada baik di pasar Johar maupun di pasar Cinde Palembang. Model Pemaknaan Data Menurut Miles dan Huberman dalam Muhadjir (1989:57-59) dalam bukunya dengan judul Metodologi Penelitian Kualitatif, mengatakan bahwa untuk membuat pemaknaan dilakukan dengan menelaah sajian tabel, matriks, grafik dan sebagianya. Caranya yaitu dengan menghitung, temukan pola, artikan secara logis, kelompokkan, membuat metaphor, cari ide generlisasinya. Setelah proses analisa konsep selesai dilakukan, maka langkah berikutnya yaitu pemaknaan. Pemaknaan dilakukan dengan cara tabulasi yang diuraikan melalui lima komponen wujud bentuk objek Pasar Cinde Palembang yaitu Orientasi, KDB, Massa Bangunan, Ruang, Fasad, Kolom, Langit-langit dan Atap. Cara dalam pemaknaan tersebut di atas, penulis buat menjadi sebuah Model Pemaknaan wujud bentuk arsitektur sebagai berikut: Tabel. III.3. Model Pemaknaan No. Pemaknaan Ada Pengaruh Tidak Ada Pengaruh Sumber : Penulis
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x