BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan zaman menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis

of 10
15 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang ada di seluruh dunia. Dengan bertambahnya jumlah produk dan pesaing
Document Share
Document Transcript
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang ada di seluruh dunia. Dengan bertambahnya jumlah produk dan pesaing berarti tidak kekurangan barang, namun kekurangan konsumen. Ini membuat konsumen menjadi raja, konsumen memiliki lebih banyak pilihan dan informasi. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi telekomunikasi tidak hanya menjadi instrumen peningkatan efektifitas dan efisiensi bisnis tetapi juga telah menjadi area bisnis yang menggiurkan. Era teknologi telekomunikasi telah melanda sendi-sendi kehidupan manusia, dimana penggunaan teknologi telekomunikasi dalam membantu serta meringankan pekerjaan sangat dibutuhkan. Era teknologi telekomunikasi menjadi area bisnis yang banyak diperebutkan pelaku usaha karena potensi luar biasa yang dikandungnya. Salah satu produk teknologi telekomunikasi yang saat ini dipasarkan adalah handphone. Fenomena persaingan antara perusahaan yang ada telah membuat setiap perusahaan menyadari suatu kebutuhan untuk memaksimalkan aset-aset perusahaan demi kelangsungan perusahaan yang menghasilkan produk handphone. Salah satu aset untuk mencapai keadaaan tersebut adalah melalui merek. Merek menjadi semakin penting karena konsumen tidak lagi puas hanya 1 dengan tercukupi kebutuhannya. Merek berfungsi mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penyaji dan membedakannya dari produk sejenis dari penyaji lain (Kotler, 2004). Bagi banyak perusahaan, merek dan segala yang diwakilinya merupakan aset yang paling penting, karena sebagai dasar keunggulan kompetitif dan sumber penghasilan masa depan (Muafi dan Effendi, 2007). Suatu merek perlu dikelola dengan cermat agar ekuitas merek tidak mengalami penyusutan. Menurut David A. Aaker (2004), ekuitas dapat menciptakan nilai bagi konsumen dan bagi perusahaan. Tugas diatas memerlukan investasi yang terus menerus dalam litbang, periklanan yang cerdik, pelayanan konsumen dan perdagangan yang prima (Kotler, 2004). Menurut Durianto dkk (2004), ekuitas merek dapat dikelompokkan kedalam empat kategori, yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek. Salah satu usaha untuk menarik konsumen produk handphone yaitu dengan pengenalan merek. Pengenalan merek adalah tingkat minimal dari kesadaran merek. Kesadaran merek adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, mengingat kembali suatu merek sebagai bagian dari suatu ketegori produk tertentu (Tjiptono, 2005). Menggambarkan keberadaan sebuah merek handphone di dalam pikiran konsumen yang telah terpengaruh oleh aktivitas promosi yang terintergrasi dan meningkatkan kesadaran merek adalah suatu keberhasilan merek handphone dalam rangka memperluas pasar. Asosiasi merek juga merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan telekomunikasi. Asosiasi merek adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Berbagai asosiasi merek yang saling berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut brand image. Semakin banyak asosiasi yang saling berhubungan, semakin kuat brand image yang dimiliki oleh merek tersebut (Durianto dkk, 2004). Persepsi kualitas juga merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan telekomunikasi. Menurut David A.Aaker (2004), persepsi kualitas merupakan persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan yang sama dengan maksud yang diharapkannya. Persepsi kualitas adalah salah satu kunci dimensi ekuitas merek, karena mempunyai atribut penting yang dapat diaplikasikan dalam berbagai hal. Kualitas produk juga mencerminkan kemampuan produk untuk menjalankan tugasnya yang mencakup daya tahan, kehandalan atau kemanjuran, kekuatan, kemudahan dalam pengemasan dan reparasi produk dan ciri-ciri lainnya. Apabila konsumen puas dengan kualitas sebuah handphone, maka perusahaan tersebut harus mempertahankan konsumennya supaya tidak berpindah pada produk perusahaan pesaing. Usaha yang dijalankan yaitu dengan cara menciptakan loyalitas merek. Loyalitas merek adalah loyalitas yang diberikan oleh pelanggan kepada merek (Kartajaya, 2004). Loyalitas merek merupakan suatu keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek produk lain, terutama jika pada merek tersebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga ataupun atribut lain. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian handphone selain yang dijelaskan diatas antara lain harga. Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli atau penjual (melalui tawarmenawar) atau ditetapkan oleh penjual untuk suatu harga yang sama terhadap semua pembeli (Stanton, 2004). Menurut Kotler (2004) harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa, jumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa. Dalam keadaan normal, permintaan dan harga mempunyai hubungan timbal balik atau negatif. Artinya semakin tinggi harga ditetapkan, semakin kecil permintaan. Tetapi untuk produk-produk bergengsi bisa jadi harga mempunyai hubungan yang searah atau positif. Hadirnya merek-merek handphone baru dewasa ini karena banyak perusahaan menangkap adanya peluang. Kehadiran merek-merek baru ini tentunya meramaikan produk yang sudah ada, akan tetapi kehadiran para kompetitor jelas memperketat persaingan yang sudah hadir sebelumnya. Perusahaan dihadapkan pada permasalahan jumlah penjualan yang diakibatkan berpindahnya konsumen mereka ke merek handphone yang lain. Salah satu merek produk handphone yang sedang berkembang saat ini adalah handphone BlackBerry. Keberadaan handphone BlackBerry pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub. Perusahaan Starhub merupakan pengejewantahan dari Research In Motion (RIM) yang merupakan rekan utama BlackBerry. Handphone BlackBerry menjadi wabah di seluruh dunia terutama di Indonesia karena beberapa hal berikut: 1. Push , yang diterima tepat waktu dan tanpa memerlukan menekan tombol apapun juga (tanpa perlu refresh) 2. Akses internet tanpa batas dimanapun dan kapanpun, dengan biaya paket yang telah ditetapkan oleh setiap operator 3. Bisa menyapa teman-teman di seluruh dunia bahkan mencari teman baru melalui jaringan pertemenan seperti chatting via BBM (BlackBerry Messenger), Twitter, Facebook, dan lain-lain 4. Berita dan informasi nasional maupun internasional paling baru 5. Dunia dalam genggaman dalam artian informasi dapat diakses menggunakan alat komunikasi yang mudah dibawa Lebih lanjut berhubungan dengan handphone BlackBerry, salah satu distributor yang menjual handphone BlackBerry adalah toko Cahaya Pratama Comp yang berada di Hitech Mall Surabaya. Distibutor ini telah berdiri sejak tahun 2007 dan mempunyai beberapa cabang di kota lain. Penjualan handphone BlackBerry di toko tersebut tidak selamanya mengalami peningkatan maupun penurunan, mengingat adanya beberapa merek handphone yang kini mulai bermunculan. Berikut ini data penjualan handphone pihak (www.ciyberponsel2010.com) dari tahun 2009 sampai tahun 2011: Merek Tabel 1 Data Penjualan Handphone Tahun Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 K-TOUCH ,8% HT-MOBILE ,5% 30 8,6% NEXIAN ,3% 40 11,5% NOKIA 56 33,3% 60 20,6% 67 19,4% SAMSUNG 33 19,6% 35 12% 30 8,6% SONY ERICSON 51 30,3% 45 15,4% 49 14,2% BLACKBERRY 10 5,9% 35 12% 36 10,4% MOTOROLA 18 10,7% 21 7,2% 24 6,9% D-ONE ,6% 35 10,1% Sumber : Berdasarkan data diatas, penjualan handphone BlackBerry pada tahun 2009 menempati urutan paling rendah diantara penjualan handphone merek lainnya yaitu sebesar 10 unit dengan persentase sebesar 5,9% dari total penjualan handphone di tahun tersebut. Pada tahun 2010 penjualan handphone BlackBerry meningkat dengan angka penjualan sebesar 35 unit dengan persentase sebesar 12% dari total penjulan handphone di tahun tersebut. Namun pada tahun 2011 penjualan handphone BlackBerry meningkat dengan angka penjualan sebesar 36 unit tetapi dengan persentase 10,4%, yang menjadi masalah adalah dengan kenaikan jumlah penjualan seharusnya diikuti oleh kenaikan persentase penjualan. Menyikapi hal tersebut, mengingat kondisi persaingan yang semakin ketat dan tidak ada habisnya dalam upaya perusahaan mencari laba sebanyak mungkin, maka perusahaan harus mampu mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhinya dan akhirnya mampu meningkatkan penjualan produk. Dalam penelitian ini akan memfokuskan pada elemen-elemen ekuitas merek, yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek. Sedangkan elemen lain yaitu harga tidak dimasukkan dalam penelitian ini dikarenakan harga yang ditawarkan oleh distributor lain hampir sama. Berdasarkan uraian diatas maka dilakukanlah suatu penelitian dengan judul; Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Membeli Produk Smartphone Merek Blackberry di Surabaya Rumusan Masalah Melihat fenomena persaingan dalam bisnis saat ini, khususnya perusahaan bersaing melakukan berbagai cara untuk dapat menghasilkan produk yang menarik bagi konsumen. Perusahaan juga berusaha mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya Dalam bisnis penjualan handphone, mempertahankan konsumen dan memperbanyak konsumen baru untuk memperbesar pasar sangatlah penting. Berdasarkan data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa menurut data penjualan selama 3 tahun terakhir dapat diketahui bahwa telah terjadi penurunan jumlah persentase penjualan handphone BlackBerry. Untuk itu dalam masalah penelitian yang dikembangkan disini adalah faktor-faktor apa sajakah yang dapat meningkatkan keputusan pembelian handphone BlackBerry?. Dari masalah penelitian tersebut dapat dirumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. Apakah pengaruh variabel bebas yang terdiri dari kesadaran, asosiasi, persepsi, dam loyalitas merek secara simultan terhadap keputusan pembelian produk Smartphone merek Blackberry di Surabaya? 2. Apakah pengaruh variabel bebas yang terdiri dari kesadaran, asosiasi, persepsi, dan loyalitas merek secara parsial terhadap keputusan pembelian produk Smartphone merek Blackberry di Surabaya? 3. Diantara variabel bebas yang terdiri dari kesadaran, asosiasi, persepsi, dam loyalitas merek manakah yang memberikan pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk Smartphone merek Blackberry di Surabaya? 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan penelitian sesungguhnya mengenai jawaban yang dikehendaki dalam rumusan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji dan menganalisis sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yang terdiri dari kesadaran, asosiasi, persepsi, dam loyalitas merek secara simultan terhadap keputusan pembelian produk Smartphone merek Blackberry di Surabaya? 2. Untuk mengetahui variabel bebas yang terdiri dari kesadaran, asosiasi, persepsi, dam loyalitas merek secara parsial terhadap keputusan pembelian produk Smartphone merek Blackberry di Surabaya? 3. Untuk mengetahui variabel bebas yang terdiri dari kesadaran, asosiasi, persepsi, dam loyalitas merek manakah yang memberikan pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk Smartphone merek Blackberry di Surabaya? Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian yang penulis lakukan nantinya diharapkan dapat menjadi kontribusi secara manfaat bagi perusahaan yang antara lain: 1. Kontribusi Praktis Kontribusi praktis merupakan kontribusi hasil panelitian bagi atau praktik pada umumnya, terutama berkaitan dengan alternatif pemecahan masalah yang mungkin dapat diambil. Bagi Perusahaan : Hasil penelitian diharapkan dapat mernberikan sumbangan ide dengan hasil pemikiran pada pihak-pihak yang berkepentingan khususnya CV Cahaya Pratama Comp, yang berhubungan dengan kesadaran merek, asosiasi merek, perpsepsi kualitas, dan loyalitas merek sehingga bisa mempertahankan jumlah konsumen dan bila perlu meningkatkan jumlah konsumen handphone BlackBerry. 2. Kontribusi Teoritis Kontribusi teoritis merupakan kontribusi hasil penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. Bagi Peneliti Berikutnya : Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai tambahan referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya dibidang yang berkaitan di masa yang akan datang. 3. Kontribusi Kebijakan Kontribusi kebijakan merupakan kontribusi hasil penelitian sebagai bahan pertimbangan bagi kalangan regulator dalam menetapkan peraturan yang terkait dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Bagi Perusahaan : Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi kalangan regulator dalam menetapkan peraturan yang terkait dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian Ruang Lingkup Penelitian Dari beberapa penjelasan dan uraian diatas maka ruang lingkup penelitian ini mengacu pada variabel bebas yang terdiri dari kesadaran merek, asosiasi merek, perpsepsi kualitas, dan loyalitas merek secara simultan dan parsial yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Smartphone merek Blackberry di Surabaya.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x